Waspada, Pencemaran Air Meningkat

Diposkan oleh : / On Budidaya

Di masa mendatang krisis air bakal terjadi mengingat aktivitas manusia dan pertambahan populasi penduduk. Kebutuhan air bersih terus meningkat, namun ketersediaan makin menyusut, sehingga sudah saatnya manusia peduli dengan kualitas air. Saatnya, manusia bersatu menekan potensi pencemaran untuk kehidupan anak cucu ke depan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi DIY, Dra. Harnowati mengatakan, penduduk di Pulau Jawa, memiliki potensi rentan mengalami kekurangan air. Luas Pulau Jawa hanya 7% dari luas daratan di Indonesia. Namun, pulau ini menopang 65% dari total penduduk Indonesia. Padahal, air tawar yang tersedia di Jawa hanya 4,5% dari total potensi air tawar nasional. maka, kelangkaan air di musim kemarau bisa memicu konflik antar kelompok, bahkan antar daerah. hal ini dikatakan Harnowati pada Training Of Facilitator gerakan sekali bilas di kantor BLH DIY.

“Saat ini, air telah menjadi barang ekonomi yang bernilai tinggi, terlebih saat musim kemarau. Masyarakat yang berlangganan air bersih juga dikenai tarif yang tinggi. Jadi, kita harus mencari kiat-kiat untuk menggunakan air secara hemat, serta mengubah pola pikir dan perilaku dalam memperlakukan air. Dan tak kalah penting adalah mengajarkan budaya hemat air, “Kata Harnowati sambil menambahkan , ketersediaan air dimasa depan,sangattergantung dari cara pandang dan bagaimana memperlakukan air itu sendiri.

Di sisi lain, sungai sebagai sumber air, kualitasnya terus menurun, karena tercemar oleh limbah industri maupun limbah domestik. Semua peraturan Gubernur DIY nomor 22 tahun 2007, tentang penetapan kelas air sungai di DIY untuk lintas kabupaten meliputi 11 sungai yaitu (sungai oyo,opak,kuning,tambak bayan,gajah wong,belik,code,bulus,winongo,bedog, dan sungai konteng). Kelas air ditetapkan berdasarkan klasifikasi mutu air yaitu kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. dari 11 sungai yang telah ditetapkan klasifikasinya rata-rata dibagian hulu masih kelas satu, mulai dari tangah sampai hilir, ada yang kelas dua atau kelas tiga.

Khusus sungai yang melintasi kawasan perkotaan yaitu code,winongo dan gajah wong cenderung menurun kualitasnya hal ini menunujukkan, kualitas air sungai rata-rata tercemar, baik dari limbah industri maupun domestik, terutama parameter minyak, lemak sampai bakteri coli.

  Kualitas Air Sumur

BLH DIY juga melakukan pemantauan terhadap kualitas air sumur, dengan sasaran di daerah sekitar kegiatan industri, sehingga bisa diketahui sedini mungkin bila diperlukan langkah dan tindakan.

Pengambilan sampel dilakukan dua periode pada musim kemarau dan musim hujan. Harnowati mengatakan, tanda bahwa air lingkungan telah tercemar atau ada indikator pencemaran, bila ada perubahan. Diantaranya, perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen, adanya perubahan warna, bau dan rasa air, adanya mikroorganisasi, timbulnya endapan bahan terlarut serta meningkatnya radioaktifitas air lingkungan.

Pencemaran yang terjadi seiring meningkatnya aktifitas manusia tidak terelakkan lagi. Untuk limbah cair sebagai sumber pencemaran di DIY berasal dari kegiatan industri, pelayanan kesehatan, pelayanan jasa dan pariwisata, pelayanan bengkel dan otomotif, dan dari rumah tangga.

Hasil survei dan pemetaan sumber pencemaran air pada 1.594 lokasi pada tahun 2007 memperlihatkan, bahwa kurang lebih 15% atau 234 sumber memiliki potensi pencemaran. Pada tahun 2008 BLH melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap sumber pencemaran di 105 lokasi, dan secara kualitatif ada peningkatan.

Pencemaran Air Meningkat Parahnya pencemaran air

Sedang untuk limbah rumah tangga yang terdiri limbah cair dari bekas cucian, masak, mandi dan dari wc yang langsung dibuang ke lingkungan atau sungai, sehingga limbah ini sangat mempengaruhi terhadap penurunan kualitas air. Sementara untuk limbah industri, kini juga makin banyak dilakukan diperkotaan, seperti bisnis loundry yang berkembang pesat, industri makanan, juga berdampak pada penurunan kualitas air. Karena itu, saatnya limbah-limbah yang berpotensi sebagai pencemaran harus diolah dahulu sebelum dibuang.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.