Teknik Perkawinan Ikan Maskoki

Teknik perkawinan maskoki di kolam dapat dilakukan dengan teknologi sederhana maupun modern. Pada prinsipnya, kedua teknologi perkawinan ini bertujuan untuk mempertemukan kedua induk maskoki, sehingga telur yang dihasilkan oleh induk betina dapat dibuahi oleh sperma dari induk jantan.

1. Perkawinan sederhana (tradisional)

Sebagian besar petani ikan bias masih mengawinkan maskoki dengan teknik sederhana. Dalam hal ini petani hanya mengandalkan faktor lingkungan untuk menimbulkan rangsangan kawin bagi induk maskoki.

Sebelum mengawinkan maskoki, petani biasanya akan menata terlebih dahulu kolam atau wadah yang akan digunakan. Penataan harus dilakukan sedemikian rupa agar ikan terangsang untuk melakukan aktivitas perkawinan. Penataan kolam atau wadah pemijahan dapat diatur menyerupai kondisi alami di mana induk maskoki biasanya melakukan perkawinan.

Pasangan induk maskoki yang diketahui matang kelamin dan siap untuk dikawinkan segera dimasukkan ke kolam atau wadah perkawinan. Jika kondisi lingkungan cukup menunjang, maka pada sore hingga malam hari kedua induk maskoki tersebut akan saling mengejar dan pada pagi
harinya sudah dapat dijumpai telur-telur maskoki yang menempel pada kakaban.

2. Perkawinan modern

Selain dengan cara tradisional, perkawinan maskoki juga dapat dilaksanakan secara lebih modern, yaitu menggunakan teknik hipofisasl. Teknik ini merupakan salah satu Cara untuk merangsang induk ikan agar mau kawin dengan cara menambahkan sejumlah tertentu hormon gonadotropin.

Dibandingkan dengan Cara tradisional, teknik hipofisasi ini dianggap lebih menguntungkan, sebab:

– Dapat merangsang induk jantan dan betina secara bersamaan sehingga proses pengeluaran telur dan sperma akan berlangsung dalam waktu yang sama. Dengan demikian kemungkinan terjadinya proses pembuahan telur oleh sperma menjadi semakin besar.
– Memungkinkan terjadinya perkawinan antara varietas maskoki yang satu dengan varietas lainnya, sehingga dapat diharapkan terbentuk varietas maskoki baru.

a. Pemilihan induk

Seperti pada perkawinan secara alami, pemilihan induk maskoki yang akan dikawinkan dengan teknik hipofisasi perlu memperhatikan beberapa syarat tertentu. Induk yang digunakan barns benar-benar matang kelamin. cukup umur, sehat, tidak mengalami stres atau luka karena salah penanganan. Selain itu. induk maskoki sebaiknya juga memiliki bentuk tubuh yang normal dan warna yang indah serta sedang digemari oleh masyarakat.

b. Donor

Perkawinan maskoki dengan menggunakan teknik hipofisasi memerlukan sejumlah ikan donor untuk diambil kelenjar hipofisanya sebagai sumber hormon gonadotropin. Kelenjar hipofisa terletak di kepala ikan. tepatnya di bagian bawah otak agak ke depan dan terlindung pada Sela tursica.

Ikan donor sebaiknya digunakan dari golongan sejenis. Akan tetapi jika sulit atau mahal, dapat digunakan ikan mas (Cyprinus carpio) sebagai donor. Ikan mas adalah donor yang bersifat universal, artinya dapat digunakan untuk merangsang perkawinan ikan jenis lain.

Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan donor berkualitas baik, yaitu:

– Ikan donor yang digunakan barns matang kelamin, agar kandungan hormon gonadotropin dalam kelenjar hipofisanya maksimal.

– Jangan menggunakan ikan donor yang baru selesai dikawinkan, karena kandungan hormon gonadotropin pada ikan yang baru dikawinkan sangat rendah.

– Ikan donor masih dalam keadaan hidup. Ikan yang sudah mati masih dapat digunakan sebagai donor dengan catatan kematiannya tidak boleh lebih dari I jam yang lalu.

Hanya ada satu jalan untuk mendapatkan kelenjar hipofisa, yaitu melakukan pemotongan ikan donor. Oleh sebagian petani, teknik hipofisasi dianggap merugikan karena barns mengorbankan ikan donor. Akan tetapi jika diperhatikan basil yang akan diperoleh dan harga maskoki yang relatif mahal, pengorbanan sejumlah ikan donor dapat dianggap tidak terlalu mahal.

Mengambil kelenjar hipofisa ikan mas

Cara memotong kepala ikan dan mengambil kelenjar hipofisa ikan mas.

Untuk mendapatkan kelenjar hipofisa, mula-mula kepala ikan donor dipotong hingga lepas dari badannya. Letakkan kepala tersebut dengan mulut mengarah ke alas. Buatlah sayatan mulai dari lubang hidung mengarah ke mata bagian alas dan terns ke belakang. Jika dilakukan dengan benar maka ketika sayatan ini dibuka akan tampak bagian otak dari ikan. Buanglah otak tersebut serta lapisan lemak yang melindunginya sehingga akan terlihat kelenjar hipofisa berbentuk bulat seperti merica dan berwarna putih. Ambillah kelenjar hipofisa tersebut dengan menggunakan pinset.

Hancurkan kelenjar tersebut dalam penggerus jaringan hingga benar-benar lumat dan tambahkan 1 ml aquabides ke dalamnya. Dengan menggunakan alat penyuntik, pindahkan kelenjar hipofisa yang telah menjadi larutan ke dalam tabung sentrifuge. Putarlah dengan alat pemusing (sentrifuge) selama kurang lebih 5 menit agar bagian yang padat mengendap. Dengan menggunakan alat penyuntik lain, ambil bagian yang jernih dan suntikkan ke tubuh maskoki.

Dosis penyuntikan yang digunakan pada maskoki cukup antara 1,5 – 2 dosis. Artinya untuk induk maskoki seberat 200 gram diperlukan hormon gonadotropin yang berasal dari ikan donor seberat 300 – 400 gram.

d. Penyuntikan

Penyuntikan hormon gonadotropin pada tubuh maskoki dapat dilakukan kapan saja. Menurut pengalaman, penyuntikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari di mana suhu udara masih rendah sehingga induk maskoki tidak terlalu stres.

Cara penyuntikan hormon gonadotropin pada tubuh induk maskoki dapat dilakukan dengan tiga Cara, yaitu:

intramuscular, yaitu penyuntikan pada otot punggung atau batang ekor
intraperitonial, yaitu penyuntikan pada tubuh bagian bawah, tepatnya antara sirip dada dan sirip perut
intracranial, yaitu penyuntikan hormon gonadotropin kc dalam rongga otak melalui bagian tulang occipital yang tipis.

Induk maskoki yang telah disuntik kemudian dimasukkan kembali ke dalam kolam atau wadah perkawinan. Jika kondisi lingkungan memungkinkan 8 – 12 jam setelah penyuntikan akan terjadi perkawinan. Pada teknik hipofisasi, perkawinan dapat dilakukan secara alami maupun buatan. Pada
perkawinan secara alami tidak ada unsur campur tangan manusia, artinya setelah adegan kejar-mengejar akan terjadi proses pengeluaran telur oleh induk betina dan diikuti dengan pengeluaran sperma dari induk jantan.

Pada perkawinan secara buatan, kedua induk maskoki segera ditangkap setelah terlihat adegan kejar-mengejar (kurang lebih 6-10 jam setelah penyuntikan) . Selanjutnya, kedua induk maskoki diurut  secara perlahan-lahan mulai dari arah perut ke arah lubang dubur. Maksud pengurutan ini adalah untuk mengeluarkan telur dan sperma induk maskoki. dan ditampung dalam sebuah mangkuk kecil. Campuran telur dan sperma yang ada dalam mangkuk tersebut diaduk dengan menggunakan bulu ayam. Setelah rata, tambahkan air bersih sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit untuk memberikan kesempatan kepada sperma untuk membuahi telur. Langkah selanjutnya adalah menebarkan telur ke kolam penetasan yang telah dilengkapi kakaban dan amati terns perkembangannya hingga menetas.

Agar lebih terjamin keamanannya, telur-telur yang telah dibuahi secara buatan tidak disebarkan ke kakaban tetapi dimasukkan ke corong khusus untuk ditetaskan. Corong penetasan ini dihubungkan dengan saluran air (pipa) yang mempunyai debit 0,5 liter per menit. Selain itu, corong penetasan juga dilengkapi dengan saluran udara yang dipasangi batu derasi sehingga gelembung udara yang keluar cukup halus. Setelah menetas. larva dibiarkan tetap di dalam corong tersebut selama 2 – 4 hari, kemudian baru dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.