Teknik Pemijahan Ikan Nila

Diposkan oleh : / On Budidaya

Pemijahan ikan nila dilakukan dengan menyatukan indukan (betina dan jantan) dalam kolam pemijahan. Pemijahan ini dapat dilakukan dikolam permanen atau kolam tanah. Pemijahan di kolam tanah biasanya dilakukan dengan padat tebar 1 ekor/m2. Di BBI Cangkringan, satu kolam dengan luas 400 m2 biasanya diisi satu  paket induk sebanyak 100 induk jantan dan 300 induk betina.

Setelah 3-5 hari, induk jantan biasanya akan membuat sarang didasar kolam. Sarangnya berbentuk cekungan sebesar badan induk betina. Setelah itu, induk betina akan mendatangi sarang yang sudah dibuat. Tidak lama kemudian, induk betina akan bertelur dan sudah dibuahi oleh pejantan. Proses pemijahan ini biasanya hanya terjadi dalam waktu 60 menit untuk satu pasang indukan. Telur yang bisa dihasilkan dari satu pasang dapat mencapai 2.000 butir telur.

Setelah telur dibuahi oleh pejantan induk betina akan menangkap atau mengambil telur-telur tersebut untuk dierami di dalam mulutnya. Telur ikan nila akan menetas menjadi larva dalam waktu 4-5 hari.

Selama proses pemijahan, induk nila harus tetap diberi makan berupa pelet dengan kandungan protein tinggi (minimun 25%). Dosis pemberian pakan sebanyak 2-3% dari berat biomassa.

Larva yang telah menetas akan bertahan hidup dengan cadangan makanan berupa kuning telur dalam waktu 5-7 hari. pemanenan atau pengambilan larva dilakukan pada hari ke- 10 hingga hari ke- 15 setelah proses pemijahan atau penyatuan induk   jantan dan betina. Waktu yang tepat untuk pemanenan adalah pada pukul 06.00-08.00.

Cara mengambil larva awalnya  dengan mengganti kolam pemijahan setiap hari. Induk betina biasanya sesekali muncul ke permukaan dan menyemburkan larva dari dalam mulutnya ke permukaan air, kemudian menyedotnya lagi. Pada saat larva disembuhkan keluar dari mulut indukan, itulah saat yang tepat untuk memanen larva.

Pemanenan dilakukan menggunakan scoop net. Setelah itu, larva hasil panen ditampung didalam ember. Setelah semua larva terkumpul, bersihkan dari kotoran atau larva yang mati. Setelah itu, pindahkan larva ke kolam pendederan yang sudah disiapkan. Pemindahan ke kola pendederan atau kolam pemeliharaan ini tidak langsung ditebar di kolam, tetapi ditebar di dalam hapa selam 3-5 hari. Setelah itu, larva siap dipelihara selama beberapa waktu, tergantung dari kebutuhan benih yang diminta.

Teknik Pemijahan Ikan Nila

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.