Teknik Pemijahan Ikan Gabus

Diposkan oleh : / On Budidaya

Tidak seperti ikan mas atau jenis lainnya, ikan gabus memiliki daya tahan yang tinggi untuk tetap hidup diberbagai lokasi. Bahkan dikolam air limbah sekalipun, ikan gabus dapat hidup dengan baik dan produktif karena kaya dengan makanan (plankton).Daya tahannnya yang tinggi untuk tetap hidup dalam berbagai lokasi dan situasi inilah yang menjadi salah satu nilai lebih dan daya tarik ikan gabus.

Pemijahan Ikan Gabus

Namun, jika memeelihara ikan gabus sesuai dengan sifat hidupnya, maka hasil budidaya yang dipeoleh akan lebih baik. Syarat lokasi budidaya gabus yang pas adalah:

  • Dataran rendah yang pH airnya netral atau agak alkalis (pH rendah), yaitu antara 7-7,59.
  • Daerah yang letaknya kurang 800 meter dari permukaan air laut.
  • Tempat yang suhu optimum airnya antara 28-31 0C.

Kolam Pemijahan

Untuk memijahkan ikan gabus, kita bisa menggunakan kolam biasa. Pemasukan air tidak diperlukan sebab ikan gabus justru menghendaki air tenang. Pemasukan air hanya dimaksudkan untuk mengganti air yang bocor dan menguap.

Di dalam kolam perlu diberi tumbuh-tumbuhan air yang mengapung. Tumbuh-tumbuhan diperlukan ikan gabus untuk menyimpan telur-telurnya.

Setelah kolam siap, maka dasar kolam dikeringkan terlebih dahulu, dipupuk secukupnya dan dialiri air hingga mencapai kedalaman 50-75 cm. Di kolam (bisa juga sawah), sebaiknya ditanami tumbuh-tumbuhan air yang terapung sebagian, seperti persicilata dan enceng gondok. Air kolam sedapat mungkin jernih.

Kedalaman kolam pemijahan antara 70-100 cm. Saat terjadi pemijahan, kolam hendaknya berair tenang.

Menyiapkan Induk

Untuk mendapatkan induk ikan gabus yang baik pertumbuhannya, pemeliharaan induk sebaiknya dilakukan secara terpisah dari jenis ikan lainnya. Biasanya ikan gabus mencapai matang kelamin pada umur dua tahun.

Calon induk yang mulai dewasa sebaiknya dipelihara dalam sangkar kayu berukuran 3 x 1,5 x 2 meter dilengkapi dengan rakit dan drum sebagai pelampung berukuran 1,5 x 2,0 kg. Adapun padat tebar induk dengan sangkar ukuran tersebut adalah 5 ekor per meter.

Makanan yang diberikan berbentuk gumpalan, yang dibuat dari bahan makanan ayam dengan komposisi: tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir 25%, tepung kedelai 10%, dan vitamineral 0,5%. Makanan diberikan 5 hari dalam seminggu dan setiap harinya sebanyak 5%, yakni pagi 2,5% dan sore 2,5% dari bobot ikan yang dipelihara.

Untuk merangsang perkembangan gonada, diberikan juga makanan berupa ikan rucah dengan porsi dua kali seminggu, masing-masing sebanyak 10% dari bobot ikan. Kedua makanan tersebut diberikan selama empat bulan sebelum masa pemijahan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.