Teknik Pembesaran ikan Nila Konsumsi

Dalam sistem budidaya ikan nila, kegiatan yang paling banyak dilakukan petani adalah pembesaran benih menjadi ikan nila siap konsumsi. Pembesaran ikan nila biasanya dilakukan selama 3-8 bulan. lamanya waktu pemiliharaan ini dilakukan untuk mendapatkan ukuran ikan yang sesuai dengan permiantaan pasar. Pembesaran ikan nila paling banyak dilakukan di perairan air tawar, seperti kolam air tenang, kolam air deras, danau atau waduk, sungai, dan sawah. selain itu, pembesaran ikan nila saat ini juga banyak dilakukan di tambak air payau pada tambak air bekas pemeliharaan udang bandeng.

Anda ingin mencari benih dengan kualitas yang sudah teruji silahkan lihat ukuran dan cara pemesanan di sini.

Untuk Budidaya Pembesaran Ikan Nila Di Karamba Bambu baca di sini dan untuk Teknik Pembesaran Ikan Nila Di jaring Apung (KJA).

Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Deras

a. Persiapan Kolam

Kolam air deras merupakan kolam air tawar yang menggunakan aliran air dengan debit lebih dari 5 liter per detik. Kolam air deras biasanya mempunyai tanggul atau pematang yang permanen. Pasalnya, aliran air dengan debit yang cukup tinggi bisa merusak tanggul atau pematang dari tanah.

Syarat kolam untuk pembesaran ikan nila diantaranya sumber air cukup tersedia, bebas banjir, bebas pencemaran, tekstur tanah lempung atau liat berpasir (sandy clay loam dengan perbandingan lempung dan pasir 3:1), keasaman tanah (pH) 5-8 dan ketinggian lahan berada di 0-1.000 m dari permukaan laut.

  •  Keasaman tanah kolam dan keasaman air dapat diukur menggunakan pH meter atau kertas lakmus. Khususnya untuk tanah kolam, tanah harus dilarutkan dengan air bersih dengan perbandingan 1 : 4. Kondisi pH atau keasamanya dapat dilihat dalam satuan angka pada pH meter. Sementara iru, pada kertas lakmus akan terjadi perubahan warna yang perlu dicocokkan dengan indikator standarnya.

Berikut persiapan atau pengolahan kolam air deras sebelum dilakukan penebaran benih ikan nila.

  1. Mengeringkan kolam selama 7-10 hari.
  2. Mengolah dasar kolam dengan cara mencangkul dam membalik lumpur sedalam 20 cm.
  3. Memberikan kapur tohor atau kapur pertanian di dasar kolam dengan dosis 50 g/m2 atau sesuai kondisi pH (keasaman tanah).
  4. Memupuk menggunakan pupuk kandang sebanyak 100-200 g/m2.
  5. Mengecek serta memperbaiki bedengan atau pematang untuk menghindari kebocoran atau kerusakan.
  6. Membuat kemalir sepanjang tengah kolam dari arah masuknya air ke arah keluarnya air kolam.
  7. Mengisi air kolam hingga ketinggian 70-100 cm. Setelah itu, kolam didiamkan selama satu minggu agar air mengendap dan bahan organik menumbuhkan plankton yang berguna sebagai makanan.

b. Penebaran Benih

Benih ikan nila yang sudah siap dibesarkan di kola air deras biasanya menggunakan benih berukuran 8-12 cm. Idealnya, populasi di kolam air deras adalah 10 ekor/m2. Jika kola yang digunakan mempunyai luasan 400 m2, benih yang dibutuhkan sebanyak 4.000 ekor. Benih ikan nila umumnya ditebar pada pagi hari.

c. Pemberian Pakan

Pembarian pakan pada prinsipnya hampir sama dengan ikan nila yang dibesarkan di KJA dan karamba bambu. Interval pemberian pakannya tiga kali sehari. Dosis per hari bulan pertama sebesar 5% dari biomassa. Setelah itu, pada bulan kedua dosisnya 4% per hari dari biomassa  setiap hari. Pada bulan selanjutnya dikurangi menjadi 3% dari biomassa.

Pakan ikan nila untuk budi daya intensif sebaiknya memiliki gizi yang lengkap sehingga benih dapat tumbuh secara optimal. Idealnya, pakan memiliki kandungan gizi seperti protein (24-30%), lemak (6-10%), serat kasar (10-15%) dan kadar air kurang dari 14%. Kandungan gizi pakan yang terpenting adalah proteinnya. Pasalnya, protein sangat memengaruhi pertumbuhan ikan.

Pakan ikan berbentuk pelet biasanya terbuat dari berbagai macam bahan, diantaranya tepung ikan, bungkil kacang kedelai, pecahan gandum, dedak padi, vitamin (A,C, D3, E, K, B2, B6, B12 dan niasin) serta antioksidan.

Pembesaran di Kolam Tanah Air Diam

a. Persiapan Kolam

Kolam tanah air diam merupakan air tawar dengan debit air yang kecil (kurang dari 1 liter per detik). Karena itu, pematang dan bedeng pada kolam air diam tidak perlu dibuat permanen karena tidak ada risiko rusak atau terkena erosi oleh debit air yang besar. Bentuk kolam tergantung kondisi lapangan.

Persiapan kolam tenang hampir sama dengan penyiapan kolam air deras, yakni meliputi pengeringan, pengolahan dasar kolam, perbaikan pematang, pengecekan bedeng, pengapuran, pemupukan dan pengisian air.

Berikut beberapa syarat lokasi sungai atau perairan untuk kolam air diam.

– Bebas banjir dan tidak tercemar

– Tekstur tanah lempung atau liat berpasiar (sandy clay loam dengan perbandingan lempung dan liat 3 : 1)

– Keasaman tanah (pH) 5-8

– Ketinggian lahan 0-1.000 m di permukaan laut

– Sumber air selalu tersedia

Idealnya, ukuran kolam tanah air diam untuk pembesaran ikan nila seluas 400 m2, memiliki kedalaman lumpur sekitar 1-1,5 meter. Jika tidak memungkinkan, luas kolam dapat disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.

b. Penebaran Benih

Populasi ideal ikan nila pada kolam tanah air diam sebanyak 10 ekor/m2. Benih yang digunakan dapat berasal dari pendederan 3 (P3) dan pendederan 4 (P4). Ukuran optimum benihnya sekitar 8-13 cm. Cara penebaran benih ikan nila sama dengan penebaran benih pada kolam air deras dan karamba jaring apung. Untuk menghindari stress, penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 06.00-07.30.

c. Pemberian Pakan

Pakan sebaiknya mengandung protein 24-30% agar pertumbuhan ikan nila berlangsung optimal. Pakan diberikan tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan sore. Pakan bisa berupa pelet apung maupun pelet tenggelam. Dosis pemberian pakan per hari pada bulan pertama sebesar 5% dari biomassa. Setelah itu, pada bulan kedua dosisnya 4% dari biomassa. Pada bulan selanjutnya dikurangi menjadi 3% dari biomassanya.

 

Pembesaran Nila Konsumsi

Pembesaran Nila Konsumsi

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.