Tanda Ikan Maskoki Terserang Penyakit

Meskipun usaha pencegahan telah dilakukan dengan sungguh-sungguh kadangkala ikan masih juga terserang penyakit maupun parasit. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya proses pembusukan di kolam, baik terhadap kotoran basil metabolisme maupun sisa makanan. Adanya sampah atau zat-zat buangan yang masuk ke kolam juga dapat memperburuk kondisi perairan. Padat penebaran yang terlalu tinggi, kondisi ikan yang lemah atau kualitas makanan yang kurang memenuhi persyaratan dapat juga membantu perkembangan penyakit maupun parasit.

Tanda ikan maskoki di serang penyakit

Untuk mencegah penyerangan penyakit atau parasit ke seluruh ikan yang dipelihara, perlu diketahui secepat mungkin tanda-tanda berjangkitnya. Adapun tanda-tanda dari ikan yang telah terkena serangan penyakit atau parasit adalah sebagai berikut:

  •  Ikan terlihat pasif, lemah dan kehilangan keseimbangan.
  •  Nafsu makan mulai berkurang.
  •  Malas berenang dan cenderung mengapung di permukaan air.
  • Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba-tiba.
  • Selaput lendirnya berangsur-angsur berkurang atau habis, sehingga
    tubuh ikan tidak licin lagi (kesat).
  • Pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan, terutama di bagian dada, perut atau pangkal ekor.
  • Di beberapa bagian tubuh ikan, sisiknya tampak rusak bahkan terlepas. Sering pula terlihat kulit ikan mengelupas.
  • Sirip dada, punggung maupun ekor sering dijumpai rusak dan pecah-pecah. Pada serangan yang lebih hebat, kadang-kadang hanya tinggal jari-jari siripnya saja;
  • Insang menjadi rusak ,sehingga ikan sulit untuk bernafas. Warna insang menjadi keputih-putihan atau kebiru-biruan.
  • Bagian isi perutnya, terutama hati, berwarna kekuning-kuningan dan ususnya menjadi rapuh.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.