Standar Penilaian Ikan Cupang Kontes

Diposkan oleh : / On Cupang

Cupang Kontes yang ideal adalah cupang yang sehat, badan dan sirip terlihat bersih, tidak ada tanda cacat, sisik terlihat rapi, serta memiliki mental berani. Tulang sirip terlihat lurus atau melengkung rapih. Sirip berdiri tegak dan tutup ingsang terbuka lebar saat ngedok, lincah dan terlihat agresif pada setiap lawannya.

Jika ditarik garis lurus bagian tengah tubuhnya, cupang kontes ideal memperlihatkan bayangan yang simetris antara bagian atas dan bawahnya. Cupang kontes memiliki bentuk proposional antara ukuran tubuh dan siripnya. Badannya cenderung mengecil ke arah pangkal ekor. Bentuk, lebar dan ukuran sirip punggung (dorsal) harus mendekati bentuk, lebar dan ukuran bawah (anal). Bukaan ekor (caudal) membentuk sudut 180 derajat yang diukur dari tulang ekor pertama hingga tulang ekor terakhir. Bagian luar dari ketiga sirip (sirip punggung,ekor dan bawah) membentuk lingkaran yang saling menutupi dan tidak ada spasi di antaranya. Sirip terlihat lebar dan overlapping di setiap ujungnya. Pencabangan tulang sirip sekunder dan tersier terlihat memiliki jarak yang sama sepanjang tulang siripnya.

Cupang kontes yang ideal memiliki warna yang indah dengan intensitas yang sama. Pada kelas warna dasar solid, tidak ada warna lain terlihat pada sirip dan tidak ada tanda warna lain di badannya. Pada kelas warna kombinasi cupang harus memiliki warna gelap dan terang yang memperlihatkan warna kontras. Secara keseluruhan penampilan warnanya harus tampak menarik, indah dan mengkilap.

Kriteria Penilaian Ikan Cupang

Kriteria penilaian kontes cupang berdasarkan IBC terbagi atas dua bagian, yakni penilaian fisik dan kesehatan cupang serta penilaian warna.

1.   Penilaian Fisik dan Kesehatan Cupang

Komponen yang dinilai dalam kriteria fisik dan kesehatan cupang meliputi dimensi, kondisi dan mental cupang atau deportment.

  • Dimensi Cupang

Ukuran Badan

Badan jantan minimum berukuran panjang 3,75 cm. Ukuran badan betina minimum sekitar 3,25 cm.Ukuran badan cupang dihitung dari ujung bibir hingga pangkal ekor. Ukuran badan menjadi penentu terakhir pada penilaian cupang terbaik atau grand champion di kelasnya. Jika ukuran badan semuanya sama, cuupang yang terbesar yang dimenangkan.

Ukuran sirip

Ukuran sirip digunakan pada cupang kontes jantan. Walaupun di sini menggambarkan panjang sirip, penilaiannya ditekankan pada lebar serta volume sirip.

  • Sirip Punggung (Dorsal)

Sekurang-kurangnya setengah panjang badan, diukur dari ujung awal tulang sirip paling tengah hingga ujung luar tulang tersebut.

  • Sirip Ekor (Caudal)

Sekurang-kurangnya setengah panjang badan yang diukur dari ujung pangkal ekor hingga ke ujung tengah sirip bagian luar, bukan pada ujung tulang yang panjang.

  • Sirip Bawah (Anal)

Sekurang-kurangnya setengah panjang badan, diukur dari ujung awal tulang sirip paling tengah hingga ujung luar tulang tersebut.

  • Sirip Dasi (Ventral)

Panjangnya harus mendekati panjang sirip bawah (anal).

  • Sirip Dayung (Pectoral)

Ukuran sirip ini sulit untuk dinilai, khususnya bila terlihat transparan. Namun, secara umum sirip dayung yang lebar lebih disukai.

Simetris

Idealnya cupang kontes memiliki badan dan sirip yang seimbang. Siripnya terlihat mulus dan rapi. Jika ditarik garis lurus di bagian tengah, badan hampir simetris antara bagian bawah dan atas, kecuali bagian depan dan sirip bawah yang terdapat organ-organ tubuh. Sepintas, ketiga sirip seperti membentuk lingkaran dengan bagian luar sirip yang terhubung satu sama lain tanpa spasi.

Bentuk cupang double tail terlihat lebih simetris dibandingkan dengan bentuk cupang single tail. Jika ditarik garis semu di bagian tengah tubuh, ketiga siripnya harus terlihat seperti bayangan yang sama antara bagian bawah dan atas. Hal ini disebabkan oleh sirip punggung double tail yang lebih lebar dan dapat mendekati lebar volume serta bentuk sirip bawah.

Proporsi

Cupang kontes yang proporsional lebih baik dibandingkan dengan cupang yang hanya memiliki ukuran besar. Sangat penting bahwa sirip dan badan seimbang. Jika sirip besar, badannya juga harus besar. Ukuran sirip yang tidak proporsional, baik besar maupun kecil, mengakibatkan cupang tidak simetris dan kurang menarik.

Bentuk Badan

Ukuran Sirip Dan Badan Cupang Yang Proposional

Badan seharusnya berbentuk seperti peluru, di bagian sekitar sirip dasi (ventral) terlihat lebih besar kemudian mengecil ke arah kepala dan ke arah pangkal ekor sehingga cupang terlihat langsing di setiap sisinya. Panjang badan 3-4 kali lebar tubuhnya yang terlebar. Bentuk keseluruhan cupang sangat penting. Tubuhnya harus mendukung bentuk siripnya, bukan menutupinya. Sebagai contoh cupang yang terlihat gemuk dan memiliki sirip yang kecil memiliki kesalahan yang sangat serius. Cupang double tail memiliki ukuran dari atas ke bawah yang lebih besar dibandingkan dengan single tail. Tubuh double tail yang lebih gemuk dapat diterima selama si ikan mampu mendukung lebar siripnya.

Bentuk Sirip

  • Sirip Punggung (dorsal)

Sirip Punggung Single Tail

Berbagai macam bentuk dapat diterima, baik setengah lingkaran, seperempat lingkaran maupu seperti segiempat, yang penting dapat memperlihatkan lebar serta volume siripnya. Bentuk segitiga tidak dapat diterima. Seperti halnya sirip-sirip lainnya, lebar serta volumenya sangat penting karena yang dicari adalah sirip yang lebarnya paling maksimal. Idealnya, antara sirip  punggung (dorsal) dan sirip ekor (caudal) terlihat overlap atau tumpang tindih sehingga terlihat seperti tergabung, meskipun secara fisik tidak tersambung. Tulang pertama yang dekat dengan kepala harus seimbang dengan tulang lainnya dan tidak terlihat memendek.

Sirip Punggung Double Tail

Dasar sirip punggung (dorsal) pada cupang double tail seharushnya lebih lebar daripada cupang single tail. Sirip punggung double tail yang baik akan terlihat seperti bayangan dari sirip ekornya,sehingga tampak simetris.

  • Sirip Ekor (Caudal)

Pada single tail, bentuk sirip ekoryang baik adalah setengah lingkaran dengan bukaan 180 derajat.Melalui perkawinanyang selektif, pencabangan tulang, perawatan, dan perkondisian, bukaan sirip seperti ini merupakan pilihan yang baik untuk diternakkan. Kadang-kadang dalam satu kelas tidak memiliki sirip ekor (caudal) yang baik, tetapi bila terjadi hal tersebut juaranya dipilih dari cupang yang terlihat lebih simetris dan bukaanya tidak menjadikan dia lebih baik atau lebih jelek dibandingkan dengan cupang yang memiliki bukaan 180 derajat.

Semua sirip ekor termasuk pada cupang double tail harus memiliki tulang yang tersebar merata di bagian atas dan bawah dari garis tengah ikan. Bentuk caudal yang proporsional lebih baik dibandingkan dengan sirip yang lebih panjang. Sirip ekor double tail harus memiliki volume caudal yang sama dan tersebar merata antara bagian atas dan bawah dari garis tengah. Kedua sirip ekor tersebut bisa saja overlap, tetapi tetap terpisah hingga pangkal ekor. Setengah lingkaran merupakan bentuk yang ideal untuk kedua sirip ekor tersebut.

  • Sirip Bawah (Anal)

Secara kasar sirip bawah memiliki bentuk segi empat. Namun idealnya, bentuk sirip bawah adalah trapezium dengan bagian dasarnya berukuran lebih pendek. Dengan kata lain, bagian ujung sirip ini lebih lebar dari bagian dasarnya. Ujung depan dan belakang seharusnya tidak membentuk seperti segitiga. Sirip bawah yang penuh dan berisi sangat dikehendaki. Idealnya, sirip bawah tumpang tindih dengan sirip ekor tetapi tidak menyatu. Sirip bawah yang berbentuk segitiga merupakan kesalahan, demikian juga sirip bawah yang berukuran sangat panjang (1,5 hingga 2 kali dari lebar sirip bawah). Sirip bawah seharusnya tidak melebihi ujung bawah dari sirip ekor.

  • Sirip Dasi (Ventral)

Bentuknya hampir serupa dengan sebuah belati. Bagian depannya sedikit melengkung ke belakang dan ujungnya meruncing. Sirip dasi seharusnya memiliki panjang yang sama dan tidak bersilangan, serupa, tidak boleh terlalu pendek, serta tidak juga terlalu panjang dan tipis. Sirip yang penuh sangat penting. Sirip dasi betina terlihat lebih pendek dari proporsi badannya.

  • Sirip Dayung (Pectoral)

Sirip dayung sangat penting untuk berenang, menjaga keseimbangan dan mempercepat gerakan. Idealnya, ukuran sirip dayung lebih lebar dan panjang.

  • Kondisi Cupang

Kondisi Umum

Kondisi umum mencakup kesehatan cupang dan tingkat kerusakan badan atau sirip yang berpengaruh terhadap penampilan secara keseluruhan. Cupang seharusnya terlihat cukup makan serta enerjik dengan tubuh dan sirip yang sehat. Umur bisa menurunkan kualitas kondisinya, seperti kelebihan ukuran badan dan serit-serit menjadi keriting.

Kondisi Badan

Penampilan yang sempurna adalah kuncinya. Luka, hilangnya sisik, sisik yang berdiri, ataupun kekurangan lain pada tubuh dapat mengurangi nilai.

Kondisi Sirip

Aspek tertentu dapat diterapkan pada semua sirip, meskipun terdapat 2 sirip yang berpasangan, yaitu sirip dayung dan sirip dasi serta 3 sirip yang tidak memiliki pasangan, yakni sirip punggung, ekor dan bawah. Tulang sirip harus lurus atau sedikit melengkung hingga bercabang lalu tumbuh sejajar atau terpisah dengan rapi ketika menjauh dari pangkalnya. Tulang sirip bisa memanjang melampaui selaput sirip (webbing tissue) yang sering disebut dengan extended ray (grepes atau berserit). Jika cupang memiliki extended ray, semua sirip harus memiliki extended ray yang sama spasinya. Sirip yang berkembang seperti ini tidak mengurangi nilai dalam perhitungan kondisi cupang. Tulang sirip yang sedikit memanjang disebut juga comb tail atau ekor sisir dan tulang yang ekstra panjang dengan sedikit selaput sirip disebut crown tail atau serit yang memiliki standar sendiri.

Selaput sirip harus terlihat penuh, kuat dan tidak rusak. Ujungnya harus tampak halus, kecuali untuk cupang yang memiliki extended ray dan tidak ada yang sobek. Tulang sirip harus tegak dan selaput siripnya mengembang penuh. Adanya lubang pada sirip, tepi sirip yang tidak rapi, sobek dan tidak seragam menunjukkan indikasi stres serta kondisi dan perawatan cupang yang kurang baik.

  • Mental Cupang (Deportment)

Mental yang baik terlihat pada saat ngedok (flaring) karena bukan hanya sebagai indikasi kebugaran cupang, dengan ngedok cupang dapat memperlihatkan keindahan warnanya. Walaupun penilaian mental cupang memiliki porsi yang kecil, tetapi bisa memengaruhi penilaian komponen-komponen lainnya. Mental yang kurang baik dapat menyebabkan cupang terlihat tidak sehat atau takut (bacul). Karena itu, penilaian mental cupang harus dilihat secara menyeluruh. Setiap bagian sirip dan tubuh cupang memainkan peranan penting. Cupang sakit akan terlihat bacul dan mudah dibedakan dengan cupang sehat yang bacul.

2.   Penilaian Warna

Warna cupang sangat banyak dan semakin bertambah seiring perkawinan silang dan perkembangan teknologi. IBC menggunakan sisitem pembagian warna untuk mengelompokkan warna berdasarkan tingkatan atau hirarki guna memudahkan penilaian. Berikut sistem pembagian warna versi IBC.

GRUP

Subgrup

KATEGORI

Subkategori

TIPE

Subtipe

Hirarki warna cupang dimulai dengan pembagian grup yang terdiri atas:

  • warna dasar
  • dwiwarna  dan
  • warna kombinasi

Setiap grup dibagi lagi menjadi:

  • adanya warna gelap atau tidak ada yang disebut subgrup
  • adanya warna iridescence atau tidak ada yang disebut kategori dan
  • adanya warna opaque atau tidak ada yang disebut tipe.

Atas dasar pengelompokkan di atas, warna yang dikenal pada cupang dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini. Dengan menggunakan tabel tersebut carilah warna merah ! Warna merah termasuk warna:

Gelap (Subgrup)

Non-iridescent (Kategori)

Non-opaque (Subkategori)

Group warna dasar cupang berdasarkan standar penilaian kontes IBC

Group Warna Dasar

Group warna dasar cupang

Group warna dasar cupang menurut IBC

 

Semoga artikel banyudadi bisa bermanfaat dan bisa di resap dengan baik.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.