Sistem Pengairan Mencegah Ikan Sakit

Diposkan oleh : / On Budidaya

Pada umumnya, benih benih parasit dapat masuk ke area perkolaman karena terbawa oleh aliran air, tumbuh-tumbuhan air, benda-benda, serta hewan lain yang di masukan secara sengaja maupun tidak. Agar ikan terbebas dari kemungkinan gangguan penyakit yang terbawa oleh aliran air, sebaiknya gunakan sumber air seperti sumur bor atau dari sumber mata air langsung. Kedua sumber mata air tersebut merupakan pilihan yang paling aman, terutama untuk usaha pembenihan. Hal ini dapat di pahami karena air biasannya paling bersih dari segala bibit penyakit, meskipun di akui kandungan oksigennya terlalu rendah.

Jika tetap akan memanfaatkan sumber air sungai atau irigasi sebaiknya di tempat pemasukan air di pasang filter. Cara ini ternyata cukup efektif untuk mencegah wabah penyakit ikan yang di timbulkan oleh parasit tertantu, serta dapat menahan kotoran sampah, maupun ikan-ikan liar yang mungkin berperan sebagai penular (carrier).

Model filter dapat di bangun dari berbagai bahan, mulai dari yang sederhana sampai model filter dari kontruksi beton. Sebagai media filter yang sering di gunakan adalah kerikil (batu koral ukuran 2-3cm), pasir atau ijuk. Keberhasilan penggunaan filter di tentukan oleh kekedapan dinding filter serta eefektifan media filter, bukan oleh model bangunannya.

Pada kondisi air yang terlalu keruh karena mengandung banyak bahan organik berupa sampah rumah tangga atau pasir lumpur, sebelum di alirkan ke dalam filter sebaiknya di endapkan dulu. Dengan demikian, harus di bangun bak-bak pengendapan air selain bangunan filter. Sistem pengendapan dan filter ini terdiri dari unit pengendapan yang memiliki bagian-bagian yang saling berhungan secara zig zag, serta unit filter sistem vertikal dari bawah ke atas sehingga hasilnya lebih baik.

Saluran pemasukan air ke kolam di usahakan dengan sistem paralel, yakni masing-masing kolam memiliki saluran pemasukan tersendiri sehingga nantinya setiap kolam mendapat air baru. Dengan kondisi air masuk yang sama segarnya di harapkan produksi semua kolam akan sama. Penyebaran penyakit pun dapat di kurangi. Akan tetapi, sistem pemasukan air secara paralel mempunyai kelemahan karena boros dalam penggunaan air sehingga jelas tidak bisa di terapkan pada daerah yang kekurangan air.

Kolam Tembok Paralel

Kolam Tembok Paralel

Sebaliknya, sistem pemasukan air secara seri berantai yaitu, dari kolam ke kolam, meskipun tidak boros dalam penggunaan air, tetapi tetap juga mempunyai kelemahan, yaitu produksi dari setiap kolam tidak sama. Apabila pada kolam pertama terkena penyakit maka semua kolam otomatis akan terkena juga.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.