Sistem Pendederan Ikan Nila

Benih ikan nila yang baru dipanen atau dibeli dari pedagang tidak bisa langsung diiibudayakan. Benih sebaiknya dideder terlebih dahulu dikolam pendederan atau di jaring pendederan. Pendederan dimaksudkan untuk membesarkan benih hingga yang diingikan oleh petani.

Kolam pendederan benih ikan nila ini dapat menggunakan kolam untuk pembesaran atau bekas kolam pemijahan. Namun, sebelumnya perlu dilakukan pengolahan kolam, seperti mengeringkan, mencangkul, memperbaiki dasar kolam, merapikan pematang, memupuk dan mengairi kembali. Setelah itu, kolam perlu dibiarkan selama 5 hari sebelum ditebar benih.

A. Pendederan 1

Pendederan 1 merupakan pemeliharaan larva sampai berumur 20 hari dan menghasilkan benih nila dengan ukuran 2-3 cm. Dari pendederan hingga panen umumnya menghasilkan benih dengan tingkat mortalitas  (kematian) 30% (tingkat hidup 70%).

Selama pendederan 1, benih ikan nila diberi pakan sebanyak tiga kali sehari berupa pelet halus dengan kandungan protein 20-30%. Dosisnya sebanyak 20% dari biomassa per hari. Petani biasa menyebut benih hasil pendederan 1 dengan nama benih P1. Benih tersebut masih dapat dibudidayakan kembali hingga didapat ukuran yang sesuai dengan keinginan petani saat menjualnya. Selain itu, benih P1 bisa juga langsung dijual ke petani pembesar atau petani benih.

Pemanenan dilakukan dengan cara menangkap benih menggunakan jaring atau hapa. setelah itu,lakukan pemisahan seksing atau grading berdasarkan ukuran. Untuk menjaga keseragaman, sebaiknya panen dilakukan untuk benih yang berukuran 2-3 cm saja. Sisanya tetap dibiarkan di kolam untuk dibudidayakan hingga ukurannya sesuai dengan yang diinginkan.

B. Pendederan 2

Pendederan 2 dilakukan untuk membesarkan benih P1 sebelum ditebar di kolam pembesaran atau kolam budi daya. Benih P1 yang sudah disiapkan dengan padat tebar 75 per m2. Selama pemeliharaan, berikan pakan berupa pelet halus dengan kadar protein 20-30% sesuai dosis 10% dari biomassa. Pemberian pakan diberikan tiga kali sehari. Pemeliharaan pendederan 2 dilakukan selama 10 hari dan menghasilkan benih P2 dengan ukuran 3-5 cm. Persentase mortalitas pada pendederan 2 biasanya sekitar 20%.

C. Pendederan 3

Kolam pendederan 3 digunakan untuk membesarkan benih ikan nila hasil dari pendederan 2 (benih P2). Pemberian pakan dilakukan sebanyak tiga kali sehari, pada pagi, siang dan sore hari. Pakannya berupa pelet halus sebesar 5% dari biomassa setiap hari. Hasil dari pendederan 3 berupa benih ikan nila P3 yang berukuran 5-8 cm. Benih ini sudah siap ditebar di kolam pembesaran budi daya atau bisa dibesarkan kembali di kolam pendederan 4.

D. Pendederan 4

Kolam pendederan 4 merupakan kolam pemeliharaan benih nila P3 atau pendederan terakhir. Pemeliharaan pada pendederan 4 dilakukan selama 20 hari. pendederan 4 ini menghasilkan benih P4 atau benih gelondongan dengan ukuran 8-12 cm. benih ini dapat ditebar di kolam jaring  atau tambak air payau.

Pakan saat pendederan 4 sama dengan pakan pada pendederan 3 yakni dengan dosis 5% dari biomassa per hari dengan interval  pemberian pakan tiga kali sehari.

Pendederan nila

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.