Seputar Lele

Siapa yang tak mengenal jenis ikan satu ini. Ikan tawar yang memiliki rasa lezat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Barangkali ikan ikan inilah yang paling populer di masyarakat Indonesia. Mulai dari warung emperan, lesehan hingga restoran yang besar sekalipun menyediakan menu ikan ini. Apalagi kalau bukan lele. Ya, ikan dengan kepala besar ini sangat disenangi masyarakat. Selain harganya murah, juga memiliki rasa yang cukup gurih. Berbicara permintaan dipasaran, ikan kanibal ini tampaknya cukup tinggi. Apalagi sejak merebaknya industri olahan makanan berbahan dasar lele, misalnya kerupuk lele, abon lele dan sebagainya membuat permintaan ikan ini tidak pernah surut. Bahkan selalu merangkak naik seiring dengan tingginya permintaan.

Lele adalah sejenis ikan air tawar yang telah sejak lama dikenal oleh masyarakat kita. Ada beberapa alasan mengapa “mereka” menghilang. Pertama habitat hidup mereka sudah semakin menyusut. Sebagaimana disebutkan dalam buku-buku, lele hidup di perairan-perairan tawar seperti sungai, rawa, pesawahan dan danau. Kita tahu bersama tempat-tempat tersebut sekarang sudah sangat jauh berkurang dibandingkan 20-30 tahun yang lalu. Bisa menyusut karena dipakai sebagai hunian manusia (digusur), atau tercemar limbah berbahaya. Sehingga lele lokal semakin tersisih. Kedua, sifat lele lokal yang lambat pertumbuhannya kurang dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha bagi masyarakat. Walaupun sebenarnya lele lokal sangat mudah dikembangbiakan, karena tanpa perlu campur tangan manusia, mereka dapat “breeding” dengan sendirinya. Akibatnya, lele lokal tidak menjadi andalan budidaya ikan air tawar seperti ikan-ikan lokal lainnya, padahal soal rasa, lele lokal lebih punya “taste” dibanding lele dumbo. Mungkin ada alasan lainnya, silahkan pembaca mencari atau menambahkan sendiri. Jenis yang lain yang sekarang justru sangat terkenal adalah lele dumbo. Ini adalah jenis lele impor yang sengaja didatangkan dari luar negeri, kalo tidak salah dari Afrika,-mohon koreksi-yang datang ke Indonesia pada tahun ’80-an.

Jenis ini berukuran lebih besar dari lele lokal, lebih tahan terhadap penyakit, lebih cepat pertumbuhannya, dan mudah dikembangbiakan walaupun dengan campur tangan manusia. Sehingga kehadiran lele dumbo dapat dilihat sebagai peluang usaha oleh masyarakat untuk memenuhi kebuuthan sehari-hari. Dalam perkembangannya, permintaan leledumbo untuk konsumsi sangat luar biasa. Sebagai gambaran bagi pembaca, kebutuhan lele konsumsi untuk wilayah Jabodetabek saja setiap hari berkisar kurang lebih 70 ton. Sedangkan jumlah produksi lele di wilayah tersebut masih sangat kurang sehingga harus mendatangkan pasokan lele dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Syarat hidup ikan lele:

  • Ikan lele dapat hidup pada suhu 20*C dengan suhu optimal antara 25-28*C. Adapun untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C.
  • Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen).
  • Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia limbah industri, merkuri atau mengandung kadar minyak dan bahan lainnya yang dapat mematikan ikan.
  • Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan makanan alami perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
  • Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau dedaunan hidup, seperti eceng gondok.
  • Mempunyai pH 6.5-9 kesadahan (derajat nutiran kasar) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm, turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30-60 cm, kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar dari 0.3 ppm untuk yang dewasa sampai jenuh untuk burayak dan kandungan CO2 kurang dari 12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157.56 mg/liter.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.