Rangsangan Nafsu Makan Ikan Gurami

Nafsu untuk makan dapat timbul karena adanya rangsangan melalui penglihatan, bau dan rabaan ikan. Begitu ada nafsu makan, maka alat pencernaan akan segara bekerja bersiap siap untuk menerima makanan selanjutnya mencernakannya.

Proses berlangsungnya pencernaan makanan pada ikan di awali dengan adanya rangsangan. Untuk menimbulkan  rangsangan maka khusus makanan buatan ada beberapa hal yang secara teknis perlu mendapatkan perhatian. Makanan harus memenuhi persyaratan kandungan nutrisi yang menyangkut protein, lemak, karrbohidrat, vitamin dan mineral. Perlu juga diperhatikan bentuk dan ukuran makanan, kestabilan dalam air dan teknik pengemasan makanan sebelum digunakan.

Rasio konversi makanan harus tepat, bila berlebih rangsangan pada ikan sudah menurun. Jumlah pakan yang dikonsumsi oleh ikan secara umum berkisar 5-7% dari berat tubuh per hari. Namun, jumlah tersebut dapat berubah karena pengaruh kondisi lingkungan dan kesehatan ikan. Ada ikan yang mengosumsi 5% dari berat badannya per hari pada musim panas, tetapi pada musim dingin hanya mengosumsi  1%. Selain memengaruhi nafsu makan , suhu juga mempengaruhi proses metabolisme. Suhu tinggi mengakibatkan proses metabolisme berjalan lebih cepat karena pengeluaran energi juga meningkat.

Ukuran ikan juga berpengaruh terhadap jumlah konsumsi pakan harian. Aktivitas metabolisme ikan kecil lebih tinggi dibandingkan ikan besar. Dengan begitu, perbandingan antara jumlah konsumsi pakan dan berat tubuhnya juga lebih tinggi dibandingkan ikan besar.

Rangsangan makan pada ikan juga dipengaruhi oleh kondisi ikan. Ikan sehat tentu mempunyai rangsangan yang lebih tinggi terhadap pakan dibandingkan ikan sakit. Kesehatan pada tubuh ikan sangat terkait dan membentuk semacam siklus dengan lingkungan dimana ikan tersebut hidup. Kondisi lingkungan yang baik membuat ikan nyaman dan sehat. Namun, lingkungan yang tidak baik (suhu yang ekstrim kadar CO2NH3 dan H2S yang tinggi) membuat kadar oksigen perairan stres dan sakit. Kondisi ikan yang sakit akan menurunkan rangsangan pada nafsu makan sehingga daya makan pada ikan menurun. Nafsu makan gurami yang kaget karena adanya gangguan penangkapan bisa menurun selama 5-8 hari.

Mutu pakan yang kurang baik serta kondisi pakan yang rusak dan menimbulkan bau yang kurang sedap (tengik) bisa menurunkan nafsu makan pada ikan.

Rangsangan Nafsu Makan Gurami

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.