Proses Pemijahan Dan Penanganan Benih Ikan Gabus

Diposkan oleh : / On Budidaya

Setelah induk-induk ikan gabus dimasukkan dalam kolam pemijahan, prose pemijahan pun akan dimulai. Proses pemijahan ini meliputi: pembuatan sarang, proses pemijahan, pembuatan pakan, pemanenan benih dan pemeliharaan benih.

Pembuatan Sarang

Pada waktu memijah, ikan jantan akan membuat sarang terlebih dahulu. Pembuatan sarang dilakukan selama 1-2 hari. Sarang tersebut berupa potongan-potongan tanaman air.

Saat pembuatan sarang ini, ikan gabus jantan berubah penampilan menjadi galak. Ikan-ikan lain tidak diperbolehkan mendekati sarang. Jika ada ikan mendekat, maka ikan gabus jantan akan melakukan pengejaran hingga keluar dari daerah teritorial tempet sarang dibuat.

Biasanya induk ikan gabus membuat sarang disudut-sudut kolam. Oleh karena itu, harus disimpan tanaman air disudut kolam. Tanaman air berfungsi sebagai media penyimpan telur, juga berfungsi melindungi sarang dari sinar matahari yang menyengat.

Proses Pemijahan

Setelah sarang siap, ikan jantan biasanya melakukan manuver untuk memikat ikan betina . Jika telah ada ikan betina yang terpikat, maka dua sejoli ini akan berkejaran, lalu berdampingan di bawah sarang.

Benih Gabus Kecil

Induk betina lalu bertelur,. Telur yang telah dibuahi ditempelkan pada tumbuhan air dan dijaga oleh induk jantan. Hal ini dimaksudkan agar telur selamat dari gangguan ikan lain yang bersifat predator. Diameter telur yang terbuahi kira-kira 1,25-1,55 milimeter.

Seekor induk ikan (tergantung besarnya) bisa menghasilkan ratusan butir telur. Biasanya, telur akan menetas setelah 2-3 hari dari waktu pembuahan/pemijahan. Namun, biasanya telur yang berhasil menetas hanya setengahnya saja.

Kantong kuning telurnya akan habis setelah empat hari kemudian. Karena telur dan larvanya yang baru menetas bersifat mengapung, sebaiknya diberi naungan atau pelindung agar terhindar dari tetesan air hujan ataupun sinar matahari secara langsung.

Pemijahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Pada musim penghujan, telur atau benih banyak yang mati karena jatuh ke dasar kolam akibat tetesan air hujan. Air hujan dapat merusak sarang atau mengenai larva yang baru menetas.

Namun, jika pemijahan tetap akan dilakukan pada musim penghujan, sebaiknya tempat pemijahan diberi tutup peneduh agar air hujan tidak langsung njatuh pada sarang. Selain itu, tutup juga bisa berfungsi melindungi benih dari sinar matahari langsung.

Larva gabus yang baru lahir tidak memakan pakan. Hal ii disebabkan karena ikan-ikan tersebut masih memiliki cadangan makanan. Baru setelah empat hari, larva akan memakan protozoa dan ganggang yang ada dikolam.

Pemanenan Larva

Jika kita hanya mengkhususkan suatu kolam untuk pemijahan, kita harus melakukan pemanenan. Pemanenan larva ikan gabus untuk dijadikan benih dilakukan setelah benih berukuran 7 gram.

Cara pemanenan sangat mudah, karena benih ikan gabus sering berenang bergerombol dipermukaan air. Kita dapat menangkapnya dengan mudah. Penangkapan benih secara hati-hati dengan mengunakan serok. Benih yang didapat, sementara dikumpulkan dalam ember yang berisi air hingga semua benih selesai dipanen.

Pemeliharaan Dan Penebaran Benih Ikan Gabus

Pemeliharaan benih dapat dilakukan didalam bak permanen atau kolam permanen. Ukuran bak kira-kira 1,2 x 1,2 x 1,2 meter dengan kedalaman kedalaman air 1 meter.

Sebelum benih ditebar, bak sebaiknya diberi pupuk untuk merangsang pertumbuhan organisme sebagai pakan alami benih gabus.

Caranya, sebelum diisi air,dasar bak terlebih dahulu diberi jerami padi. Kemudian, diberi air setinggi 10 cm-15 cm. sedapat mungkin air untuk mengisi bak diperoleh dari kolam ikan. Biarkan selama beberapa hari.

setelah seminggu, kolam diisi lagi dengan air ketinggian 1 meter. Lalu, biarkan selama dua hari. Pengerjaan kolam harus dilakukan sebelum benih dipelihara.

Jika kolam telah siap, benih dapat ditebar. Ikanberukuran 7 gram dimasukkan kekolam;jumlahnya 15 ekor per petak. Makanan yang diberikan berupa pelet yang mempunyai kadar protein tinggi(20%) akan memberikan pertumbuhan yang paling baik.

Selanjutnya, benih dapat dijual atau dipindahkan kekolam pendederan. Namun, jika kita tidak memiliki kolam lain, kolam pemijahan dapat langsung dijadikan kolam pendederan. dengan demikian, kita tidak perlu memindahkan ikan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.