Produktivitas Penetasan Telur Ikan Gurami

Hingga saat ini, pembenihan ikan gurami masih banyak di lakukan secara alami. Cara alami lebih mudah karena belum di temukan cara lain yang lebih praktis dan dapat di terapkan dengan baik. Dalam postingan ini akan kita bahas seluk beluk pembenihan gurami secra alami berdasarkan pengalaman dari beberapa pembudidaya dan kajian teoritas.

Gurami termasuk ikan yang mudah dalam melakukan perkawinan sendiri atau alami. Belum banyak di lakukan perkawinan silang atau perkawinan lain dengan tujuan meningkatkan produktivitas maupun pemuliaan induk gurami. Umumnya pembenihan ikan gurami di lakukan secara alami di kolam kolam budidaya.

 

Ijuk Di Kolam Gurami

Ijuk Di Kolam Gurami

Dalam penetasan telur, kualitas telur dan air merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan penetasan. Kualitas telur di tentukan oleh kualitas nutrisi pakan induk. Induk yang mendapatkan nutrisi buruk akan menghasilkan telur yang berkualitas rendah. Telur akan mengalami keterlambatan perkembangan selama masa embriogenesis sehingga larva yang di hasilkan memiliki derajat abnormalis relatif tinggi, viabilitas rendah atau tidak menetas sama sekali.

Pengaruh air sangat besar dalam penetasan telur. Hal ini di sebabkan karena sifat telur sangat pasif, yaitu menerima kondisi lingkungan yang di berikan apa adanya. Telur tidak bisa menghindar dari lingkungan yang buruk. Berbeda dengan ikan yang akan mencari lingkungan sesuai dengan kebutuhannya. Faktor kualitas air yang penting adalah oksigen terlarut dan mikro organisme dalam air. Di daerah berhawa dingin pada musim tertentu (juli, agustus, september) penetasan telur banyak mengalami gangguan. Pada musim tersebut, banyak induk gurami yang mengalami kesulitan dalam memijah. Seandainya pemijahan dapat di lakukan, banyak telur yang tidak menetas dan tingkat kematian larva sangat tinggi.

Induk yang baru tahun pertama memijah sering menghasilkan telur bungkus (telur yang tidak di buahi) karena induk jantan masih belum pengalaman dalam pembuahan. Tidak semua telur yang di pijahkan induk betina dibuahi oleh induk jantan. Beberapa faktor penyebabnya antara lain: (1) jumlah, motilitas, dan vitalitas sel sperma. (2) Kualitas telur. (3) Kondisi lingkungan pemijahan ( arus, suhu, dan larutan vertilasi). Penetasan telur bisa di capai lebih 90%  jika sarang telur segera di pindahkan ke media pemeliharaan yang terkontrol.

Pada pembuahan telur di kenal derajat pembuahan, yaitu presentase telur yang di buahi terhadap jumlah telur yang di produksi dalam stiap pemijahan. Sebagai contoh, jika rata-rata derajat pembuahan sebesar 80% maka jumlah telur yang dibuahi dari produksi sebanyak 360.000 butir/tahun adalah 280.000 butir.

Pada penetasan telur ikan, tolok ukur keberhasilan terlihat dari derajat penetasan dan presentase jumlah larva yang menetas dengan normal. Tidak semua telur bisa menetas menjadi larva. Sebagian telur akan gagal berkembang saat proses embriogenesis. Seandainya berkembang, calon larva tidak kuat memecahkan cangkang telur untuk menetas. Embrio yang lemah biasanya akan menyebabkan kegagalan telur menjadi larva dan ahirnya mati di dalam cangkang telur. Telur yang akan gagal menetas dapat di lihat dari warna telur yang kuning keruh atau agak kehitaman karena adanya serabut jamur. Embrio yang lemah jika berhasil menetas berpeluang menjadi larva abnormal.

Dalam penetasan telur di kenal derajat penetasan telur. Sebagai contoh, gurami memiliki derajat penetasan telur 90% maka jumlah telur yang menetas 90% x 288.000 butir(dari telur yang di buahi), yaitu 259.000 ekor. Jika 10% dari populasi larva tersebut di perkirakan larva abnormal, maka larva yang normal dan hidup baik adalah: 288.000 ekor – ( 10% x 288.000 ), yaitu sebanyak 259.000 ekor.

 Baca juga ya cara pemijahan ikan gurami

 

Pesan benih gurami di sini

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.