Potensi Budidaya Ikan Tawar Kota Batam

Diposkan oleh : / On Berita

Selain di kenal sebagai kota elektronik kota batam juga berpontensi bagus dalam sektor budidaya ikan air tawar. Minat masyarakat batam terhadap ikan tawar juga tampak naik dari tahun ke tahun. Lalu lintas pengiriman ikan juga terlihat naik. Bagi anda yang menjadi masyarakat batam mungkin bisa mencoba usaha budidaya ikan.

Budidaya ikan bisa juga di buat usaha sampingan atau malah hanya sebatas hiburan kita dalam bersantai namun tetap bisa menghasilkan ke untungan. Di bawah ini adalah statistik yang kami lihat dkpkepri.

1 Peluang pemanfaatan potensi budidaya air tawar Kota Batam untuk pengembangan beberapa komoditas penting.

Komoditas

Alokasi
lahan (ha)

Jumlah kolam
(unit)

Investasi
(Rp, juta)

Kebutuhan benih
(ekor/tahun)

Kebutuhan pakan
(ton/tahun)

Ikan lele

75

3.750

112.500

168.750.000

25.313

Ikan nila, mujair, gurame

38

500

75.000

5.250.000

2.100

Ikan patin

38

750

75.000

7.500.000

3.900

Jumlah

150

5.000

262.500

181.500.000

31.313

Sumber : Data Analisis 2011

Potensi produksi yang diharapkan dari pengembangnan budidaya air tawar Kota Batam ini diperkirakan mencapai 25,5 ribu ton per tahun atau senilai Rp 228 milyar (Tabel 2). Pengembangan budidaya ini juga diharapkan bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 525 KK yang terhimpun dalam 21 kelompok pembudidaya.

Tabel 2  Potensi produksi dan nilai produksi serta lapangan pekerjaan dari pengembangan budidaya air tawar Kota Batam.

Komoditas

Produksi (ton/tahun)

Nilai Produksi
(Rp/tahun, juta)

Pembudidaya
(KK)

Kelompok
Pembudidaya

Ikan lele

21.094

189.844

300

12

Ikan nila, mujair, gurame

1.400

14.000

113

5

Ikan patin

3.000

24.000

113

5

Jumlah

25.494

227.844

525

21

Sumber : Data Analisis 2011

Prasarana dan Sarana Penunjang

Untuk mendukung pengembangan budidaya air tawar di Kota Batam dibutuhkan sarana produksi terutama benih dan pakan.  Dengan kebutuhan benih mencapai 181,5 juta ekor dan pakan 31,3 ribu ton per tahun, tampaknya di kota ini perlu dibanguhatchery ikan dan pabrik pakan.  Hatchery yang dibangun berupa BBI air tawar sebanyak 1 unit dan UPR air tawar sedikitnya 2 unit (Tabel 2). BBI ini dilengkapai dengan sarana fisik seperti bak pemijahan, bak penetasan telur, bak pemeliharaan larva, kolam pendederan, kolam pembesaran, kolam induk, tandon, rumah jaga.

Pabrik pakan yang dibangun diharapkan bisa menghasilkan pakan buatan selain untuk ikan air tawar, juga untuk ikan air laut dan udang air payau.  Pembangunan pabrik pakan ini diharapkan bisa mengefisienkan biaya transportasi pakan yang selama ini didatangkan dari Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta atau dari Medan melalui pelabuhan Belawan.  Dengan demikian biaya pakan diharapkan bisa dikurangi, sehingga produk ikan air tawar Kota Batam, terutama ikan lele, bisa bersaing dengan produk sejenis yang diimpor dari Malaysia.

Teknis dan Teknologi

Kegiatan budidaya air tawar dengan komoditas lele di Kota Batam cukup berkembang pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kelompok pembudidaya. Budidaya ikan lele yang dikembangkan adalah lele dumbo dan lele sangkuriang. Induk lele dumbo berasal dari lokal setempat, sedangkan induk lele sangkuriang berasal dari BBAT Sukabumi.

Kegiatan pembenihan ikan lele umumnya dilakukan pada bak terpal. Ukuran bak terpal yang umum digunakan bervariasi yaitu  2 m x 1 m dan 3 m x 2 m. Induk yang digunakan berukuran 2-4 kg dengan produktivitas setiap induk menghasilkan benih lele ukuran 3-4 cm berjumlah 20.000-40.000 ekor. Pemijahan dilakukan dengan metode semi alami dengan dosis penyuntikan hormon ovaprim 0,2 ml/ekor induk jantan dan betina. Untuk memproduksi benih ikan lele ukuran 3-4 cm, diperlukan waktu selama 20-30 hari. Selama pemeliharaan, pakan yang diberikan berupa pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami yang diberikan berupa cacing sutera yang diperoleh dari penjual cacing lokal setempat. Pakan alami diberikan selama 7 hari pemeliharaan. Setelah itu, benih diberi pakan buatan berupa pakan udang hingga ukuran panen yaitu ukuran benih 3-4 cm.

Pembesaran ikan lele dilakukan pada kolam tanah dengan padat tebar 200-300ekor/m². Luasan lahan yang dibutuhkan untuk kegiatan pembesaran ikan lele sebesar 3.000 m2. Kolam pembesaran ikan lele berukuran 10 m x 5 m ditebar benih sebanyak 10.000-15.000 ekor. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 3 bulan hingga ukuran panen size 5-7 (150-200g/ekor) dengan tingkat kelangsungan hidup 80-90%. Jenis pakan yang digunakan adalah pakan apung dengan metode pemberian pakan sekenyangnya. FCR yang diperoleh sebesar 1-1, 1.

Untuk keperluang pengembangan budidaya air tawar di Kota Batam, maka beberapa spesifikasi teknologi yang digunakan adalah sebagai berikut:  pada penebaran 75 ekor/m2 untuk ikan lele, 7 ekor/m2 untuk ikan nila dan 10 ekor/m2 untuk ikan patin (Tabel 3).

Tabel Tabel 3 Teknologi budidaya yang bisa dikembangkan untuk memanfaatkan potensi budidaya air tawar (kolam) di Kota Batam

Komoditas

Ukuran kolam
(m2)

Padat Tebar
(ekor/m2)

Siklus
produksi
(kali/tahun)

Skala usaha
(m2/ pembudidaya)

Kelangsungan
hidup
(%)

Ukuran panen
(g/ekor)

FCR

Ikan lele

200

75

3

2.500

85

150

1,2

Ikan nila

750

7

2

3.500

80

250

1,5

Ikan patin

750

10

2

3.500

85

500

1,3

Sumber : Data Analisis 2011.

Peluang Pasar dan Sistem Pemasaran

Pada komoditas budidaya air tawar, harga jual benih lele ukuran 3-4 cm adalah Rp 150- Rp 200,-/ekor. Benih dipasarkan kepada pembudidaya pembesaran ikan lele setempat. Harga jual ikan lele ukuran konsumsi di Batam adalah Rp 14.000,- hingga Rp 15.000,-/kg.

[jawanet-review-rating name=”{{name}}” rating=”5″ bestrating=”10″]

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.