Pindang Ikan Mujair

Produk olahan ikan mujair dengan teknik penggaraman cukup langka, karena dalam bentuk segar pun, ikan mujair masih banyak diburu oleh konsumen. Tapi jika terjadi kelebihan produksi ikan mujair, penggaraman ikan mjair dapat dilaksanakan para petani ikan. Dengan pengolahan penggaraman, hasil produksi ikan mujair tidak membuat harga umum ikan mujair menjadi jatuh.

Pengawetan ikan mujair dengan cara kering bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan mujair, hingga mengakibatkan bakteri yang ada di dalam tubuh ikan mujair tidak dapat berkembang biak. Penggaraman merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dapat dilakukan. Proses penggaraman menggunakan garam sebagai media pengawet, baik yang berbentuk kristal maupun yang berbentuk cairan.

Penggaraman kering digunakan baik untuk ikan yang berukuran besar maupun kecil. ikan mujair yang akan diolah dibersihkan dan disiangi kemudian ditaburi garam lalu disusun secara berlapis-lapis. Setiap lapisan ikan diselingi lapisan garam. Selesainya proses penggaraman, terjadi perubahan terjadi tekstur daging ikan, yang menjadi kencang padat.

Lama proses penggaraman bergantung pada jenis, tingkat kesegaran, dan ukuran ikan mujair yang digarmakan. ikan-ikan besarmembutuhkan waktu 3 hari, ikan berukuran sedang membutuhkan waktu 24 jam, dan untuk ikan berukuran kecil selama 12-24 jam. setelah proses penggaraman kering selesai, ikan mujair dicuci untuk menghilangkan kotoran yang mungkin berasal dari garam, ditiriskan, dan dijemur hingga kering.

penggaraman basah menggunakan larutan garam sebagai media untuk merendam ikan mujair. Bila konsentrasi garam di dalam dan di luar tubuh ikan telah sama, proses penggaraman basah dianggap telah selesai dan ikan dapat dijemur. dalam metode penggaraman dikuti proses perebusan, proses pembusukkan ikan mujair dicegah dengan merebusnya dalam larutan garam sebanyak 5-40% dari berat ikan mujair yang akan digunakan untuk penggaraman.

Pindang ikan mujair adalah ikan awetan dengan kadar garam rendah. Pengolahannya secara tradisional merupakan gabungan dari penggaraman dan perebusan sehingga memberikan rasa yang khas. Hasil pemindangan masih berbentuk ikan segar sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk diolah lebih lanjut, juga dapat langsung dimakan karena memang telah matang.

Langkah-langkah pembuatan pindang ikan mujair.

  1. Penyiangan dan pencuian. Ikan mujair yang digunakan disiangi dengan cara membuang sirip, sisik, insang, isi perut dan kotoran lainnya, lalu dicuci.
  2. penyusunan ikan. Ikan mujair segara disusun secara teratur dalam panci. Besarnya pani  disesuaikan dengan ukuran dan banyaknya ikan yang akan diproses. Usahakan ikan dalam tempat yang diolah seragam.
  3. Penggaraman ikan. Garam yang digunakan berkisar antara 5-40% dari berat total ikan mujair. Garam ditaburkan di atas lapisan ikan mujair sehingga seluruh tubuh ikan mujair tertutup garam. Setelah itu, tambahkan satu liter air bersih untuk setiap 2 kg ikan mujair.
  4. Perebusan ikan. Setelah selesai proses penyusunan dan penggaraman ikan mujair, panci ditutup, kemudian dilakukan perebusan hingga ikan masak. Api tidak terlalu besar, supaya seluruh tubuh ikan masak dan tidak gosong. Perebusan ini umumnya dilakukan selama 4-12 jam, bergantung pada ukuran ikan mujair yang dipindangnya.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.