Perkembangbiakan ikan gurami

Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup secara alami Perkembangbiakan ikan gurami terjadi, perkembangbiakan terjadi di awali dengan pemijahan. Di alam, penambahan populasi ikan tergantung pada keberhasilan pemijahan serta perkembangan telur dan larva hingga dewasa. Dengan begitu daur produksi akan berputar kembali. Saat pemijahan ikan gurami menuntut kepastian keamanan untuk kelangsungan hidup keturunannya dengan memilih tempat, waktu dan kondisi yang menguntungkan.

Hampir semua ikan memijah berdasarkan reproduksi sexsual, yaitu terjadinya penyatuan sel telur dari ikan betina dan spermatozoa dari ikan jantan. Hasil penyatuan dari tersebut akan membentuk individu baru yang akan menambah dan mempertahankan populasi baru. Penyatuan kedua sel seks gurami terjadi di luar tubuh yang biasa di sebut fertilasi external (pembuahan terjadi di luar tubuh). Gurami dapet memijah dan berkembangbiak pada umur 3-5 tahun, dengan panjang 50-65 cm dan berat mencapai 10 kg. Di alam bebas gurami dewasa akan memijah pada umur 2 tahun menjelang musim kemarau. Tingkat keberhasilan pemijahan paling tinggi terjadi pada setiap ahir musim hujan.

Umumnya penyesuaian pemijahan bergantung pada situasi yang menguntungkan. Keadaan tersebut terkait dengan persediaan pakan anak ikan, setelah persedian telur kuning habis. Telur kuning pada ikan gurami berguna untuk anak ikan untuk mengawali daur hidup di luar tubuh induknya. Sehubungan dengan pemijahan ikan gurami termasuk ovipar atau ikan yang mengeluarkan telur pada waktu terjadi pemijahan, biasanya kelompok ikan ovipar memiliki fekunditas besar atau jumlah telur yang di keluarkanya banyak. Hal ini berhubungan dengan upaya ikan mengimbangi tekanan lingkungan yang tidak menguntungkan, baik kondisi maupun serangan dari luar. Secara biologin ikan ovipar lebih banyak mengeluarkan energi pada waktu pemijahan di banding dengan jenis ikan vivipar dan ovovivipar.

Guramu juga termasuk ikan yang membuahi telur di luar tubuh. Berbagi upaya di lakukan induknya agar semua telur yang di keluarkan dapat di buahi dengan baik. Untuk menjaga keturunannya, induk gurami akan membuat sarang untuk perlindungan pada tempat tertentu. Induk jantan maupun betina akan bersama-sama membuat sarang dari potongan rumput, tanaman atau serabut lain. Sarang biasanya berukuran 30-50 cm di letakan pada kedalaman 40 cm dari permukaan air.

Berdasarkan sifatnya ketika akan melakukan pemijahan, gurami dapat di golongkan dalam ikan phytophlis, yaitu perairan yang mengandung vegetasi/sarang untuk menempelkan telurnya. Sifat telur yang menempel tersebut adhesive. Setelah melalui proses pengerasan cangkang, telur bersifat lengket sehingga mudah menempel pada daun, akar atau sarang.

Berdasarkan tingkah lakunya ada tiga fase pemijahan dan fase pascapemijahan meliputi aktivitas pembuatan sarang, mengenal lawan jenis, melakukan gerakan rayuan dan seringkali mempertahan teritorial sarangnya dari gangguan. Fase pemijahan terjadi bersamaan dengan produk sexsual ikan, melakukan sentuhan bagian tubuh atau menggerak gerakan tubuhnya serta penyimpanan telur yang sudah di buahi ke dalam sarangnya. Sementara itu Fasepascapemijahan meliputi, penyempurnaan penutupan sarang yang bersisi telur yang sudah di buahi, penyupalian oksigen juga di lakukan dengan cara mengibas-ngibaskan ekornya.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.