Perilaku Ikan Cupang

Diposkan oleh : / On Cupang

Satu sifat yang terkenal dari cupang adalah berkelahi satu sama lainnya untuk mempertahankan wilayahnya. Sifat agresifnya menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk menyukai ikan ini. Cupang jantan sering dipelihara khusus untuk diadu ketangguhannya. Di thailand tradisi mengadu cupang sudah berumur ratusan tahun, bahkan hingga kini laga cupang menjadi atraksi yang masih berlangsung hampir di setiap daerah.

Saat bereproduksi cupang memiliki perilaku yang unik, yakni menari. Ketika bertelur, betina mendekati sarang dan memiringkan badan untuk dijepit oleh jantan dengan meliukkan badannya agar si jantan bisa menyemprotkan spermanya ke telur-telur tersebut. Perkawinan ini diawali dengan pendekatan si jantan yang lemah lembut setelah sebelumnya sangat agresif. Dia membujuk si betina agar mau dipeluk dan bertelur dibawah sarang. Selanjutnya, cupang melingkar satu sama lain, si betina memiringkan badannya dan si jantan melingkari tubuh betina. Perilaku meminang sudah berakhir, yang terjadi sekarang adalah pemijahan. Si jantan mempererat pelukannya dan memutar tubuh betina sehingga tubuh betina sungsang terbalik dan dari kelaminnya mengeluarkan telur yang jumlahnya sekitar 400 butir dari hasil pelukan yang dilakukan berulang – ulang .

Betina meletakan 3-7 telur pada waktu yang sama,begitu juga si jantan menangkap telur -telur dengan mulutnya lalu meletakkannya di dalam sarang busa.Si jantan melapisi telur itu dengan lendirnya agar tidak berjatuhan.Telur menetas dalam tempo 48 jam.

Setelah proses pemijahan sang jantan bertugas menjaga sarang busa yang telah berisi telur dan akan mengusir si betina jauh-jauh dari sarangnya.Si jantan menjadi sangat agresif dan sensitif. jika merasa terancam, cupang jantan akan memakan telur-telur sendiri. Karena itu, ketika masa pengeraman telur sebaiknya dihindari gangguan dari luar. Tutup tempat pemijahan menggunakan koran dan sesedikit mungkin melihat dan membuka tutupnya.

Cupang memiliki alat tambahan pernapasan yang disebut labirin (labyrinth). Alat pernapasan ini dipergunakan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Karena itu, cupang mampu hidup walaupun dalam kondisi kekurangan oksigen terlarut di dalam air dan tanpa aerator.

Berdasarkan cara berkembangbiaknya, cupang dibagi ke dalam 2 kelompok sebagai berikut.

1. Kelompok Pengumpul Busa (Bubblenester)

Spesies cupang yang termasuk pengumpul busa, diantaranya Betta imbellis, Betta smaragdina, Betta akaransis, Betta coccina atau cupang api-api, dan cupang Betta fasciata atau cupang sumatera.

2. Kelompok Perawat Telur (Mouthbreeder)

spesies yang temasuk perawat telur, di antaranya Betta macrostoma atau Brunei Beauty, Macropodus opercularis atau cupang paradise, Betta urimacullata atau cupang emas dan Betta brederi atau cupang raja.

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.