Perawatan Induk Gurami

Induk gurami perlu di rawat selayaknya induk ikan lain setelah kemaren posting menentukan induk gurami yang baik. Jika anda sudah mengerti seperti apa induk gurami yang mempunyai kualitas baik sekarang mari kita belajar merawat induk gurami. Pada tahap perawatan induk gurami, terdapat beberapa faktor yang harus di lakukan.

a. Perawatan dan perbaikan kolam induk gurami

Sebelum penebaran induk, kolam perlu di rawat dan di perbaiki. Bentuk dan perawatan kolam pemijahan hampir sama dengan kolam pembenihan, yaitu terdiri atas, pengolahan tanah, pengapuran dan pemupukan.

1). Pengolahan tanah

Pertama, tanah kolam di cangkul dan di balik. Selanjutnya di lakukan pengeringan kolam selama 4-7hari. Pengolahan tanah ini bertujuan untuk menggemburkan tanah kolam, membuang gas yang berbahaya serta membunuh hama dan penyakit yang ada.

2). Pengapuran

Setelah itu tanah di kapur dengan dosis 150-250 kg/ha. Kapur yang di gunakan bisa berupa kapur tohor/sirih (CaO), kapur labur/Ca(OH)2, atau kapur dolomit (mengandung banyak CaCO3).

Fungsi kapur di antaranya sebagai berikut.

  • Meningkatkan PH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan CO2 yang di hasilkan oleh proses pembusukan dan respirasi.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+).
  • Memperbaiki structur tanah.
  • Mempercepat proses penguraian bahan-bahan organik.
  • Memberantas hama dan penyakit

3). Pemupukan Lahan Induk Gurami

Setelah pengapuran langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pemupukan di lakukan dengan memberikan pupuk kandang (organik) dengan dosis 500-700 kg/ha. Selanjutnya, kolam di isi air dengan ketinggian 10cm dari dasar. Setelah 3-4 hari, kemudian air di tinggikan dan di pupuk dengan pupuk anorganik TSP dan/Urea masing-masing 50-70 kg/ha. Pemupukan pada kolam perawatan induk gurami tidak terlalu penting, kecuali hanya untuk memberikan kesuburan tanah dan perairan. Hal tersebut di sebabkan induk gurami tidak menggantungkan makanan dari hasil pemupukan, tetapi dari pemberian pakan berupa dedaunan dan tumbuhan.

b. Penebaran induk gurami

Perawatan induk gurami di lakukan dengan dua macam cara, yaitu dengan memisahka induk gurami jantan dan induk gurami betina dan ada juga yang menyampurnya. Pemisahan induk betina dan jantan untuk menghindari terjadinya pemijahan liar, proses pematangan gonad yang lebih cepat. Pemasangan antara induk jantan dan betina dapat di atur sehingga proses pemijahan dapat terkontrol dengan baik. Sementara model kedua, dilakukan dengan alasan induk tersebut akan memilih sarangnya sendiri. Secara teknis penempatan induk harus di lakukan sebaik mungkin. Keberadaan air bersih harus terjamin dan pergantian air dapat di lakukan secara teratur.

Pergantian air sebaiknya tidak menyebabkan arus. Debit air 10 liter/per menit sudah cukup baik. Debit air yang lebih besar saat pergantian air dapat membantu mengeluarkan kotoran dan sisi pakan. Namun debit air yang besar kadang dapat mengganggu ketentraman ikan gurami.

Kepadatan induk baik sejenis maupun tidak sejenis, yaitu sebanyak 2-3 ekor/meter dengan perbandingan 1 jantan dan 2 betina. Dengan kepadatan tersebut, distribusi pakan akan berjalan dengan baik. Kolam induk gurami sebaiknya terbuat dari bahan yang kedap terhadap air, tidak mudah berkarat dan mudah di keringkan. Pada kolam dengan luas 10 – 20 meter2, kedalaman air sebaiknya berkisar 80 – 100 cm. Ke dalaman air kolam sangat berhubungan dengan penetrasi sinar matahari, terutama pada siang hari.

c. Pemberian pakan

Daun Pakan Ikan Gurami

Daun Pakan Ikan Gurami

Pemberian pakan di berikan sebanyak 3-4% dari berat badan induk. Pakan hendaknya mengandung protein yang cukup dan tidak mengandung lemak yang berlebih. Kelebihan lemak dapat mengganggu proses penyemprotan telur pada waktu pemijahan. Pakan yang baik berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti daun talas/sente, kangkung, genjer, dileman, pepaya, singkong, kecambah kacang ijo, dan kecambah jagung.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

3 thoughts on “Perawatan Induk Gurami

  1. Pingback: Pemijahan Ikan Gurami | Penyedia bibit ikan air tawar murah

Leave a Reply

Your email address will not be published.