Penyakit yang Menyerang Larva dan Benih Ikan Nila

1. Ichthyophthirius multifilis

Gejala

  • Ikan terlihat gelisah seperti sering menggosok-gosokkan badan di dinding pematang atau benda di sekitarnya.
  •  Warna tubuh ikan terlihat pucat dan nafsu makan berkurang.
  •  Frekuensi pernapasan meningkat (megap-megap) dan overkulum sering membuka.
  •  Posisi ikan selalu mendekati pintu atau saluran air masuk.
  •  Terdapat bintik putih di sirip, kulit atau ingsang (biasa disebut bintik putih).

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Pertahankan suhu air lebih dari 29 derajat celcius selama dua minggu atau lebih.
  • Berikan immunostimulan, seperti Vitamin C untuk meningkatkan ketahanan tubuh ikan nila.
  • Jika sudah terserang, rendam ikan nila dengan garam dapur atau garam krasak 300-500 ppm atau kalium permanganat (PK) sebanyak 4 ppm selama 24 jam. Ulangi perlakuan tersebut setiap dua hari selama tiga kali.

2. Trichodina sp. dan Trichodinella sp.

Gejala

  • Warna tubuh ikan terlihat pucat dan nafsu makan menurun.
  • Gerakan lamban, frekuensi pernapasan meningkat, dan sering menggosok-gosokkan badan dibenda sekitarnya.
  • Produksi lendir berlebihan dengan warna kecokelatan atau kebiruan.
  • Sirip rusak atau rontok dan terjadi iritasi sel epikel kulit.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Menjaga kualitas air dan menambah frekuensi ppergantian air.
  • Pertahankan suhu air lebih dari 29 derajat celcius selama dua minggu atau lebih.
  • Jika sudah terserang, rendam ikan nila dengan Acriflavin 10-15 ppm selama 15 menit dan hidrogen peroxide (3%) 17,5 mI/L selama 10 menit. Ulangi perlakuan tersebut setiap dua hari selama tiga kali.

3. Dactylogyrus sp.

Gejala

  • Nafsu makan menurun.
  • Ikan berkumpul mendekati saluran atau pintu air masuk.
  • Ingsang berwarna pucat dan membengkak sehingga tutup ingsang (operculum) terbuka.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Frekuensi pergantian air lebih sering.
  • Berikan vitamin C untuk meningkatkan ketahanan tubuh ikan.
  • Rendam dengan garam dapur atau garam grasak 300-500 ppm dan rendam dengan glacial acecit acid 0,5 mI/L selama 30 detik. Ulangi perlakuan tersebut setiap dua hari selama tiga hingga empat kali.

Bakteri yang Menyerang Larva atau Benih Ikan Nila

1. Streptococcus

Gejala

  • Infeksi bakteri banyak ditemukan di organ otak, sehingga ikan yang terinfeksi sering bertingkah abnormal seperti kejang atau berputar.
  • Pendarahan di sekitar tubuh dan luka yang berkembang menjadi borok.
  • Mata menonjol (exopthalmia) dan perut gembung (dropsy).
  • Kematian mendadak.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Melaksanakan manajemen kesehatan ikan terpadu (meliputi inang, lingkungan, dan patogen).
  • Berikan vaksin anti-streptococcus (AQUAVAC TM GARVETIL) untuk ikan berumur 3 minggu dengan cara merendam ikan pada dosis 0,01 ml per gram berat ikan selama 60 detik dan FUJIPENIN TM 40 pada dosis 0,25 gram/kilogram berat ikan setiap hari selama 5 hari.

2. Aeromonas hydrophila

Gejala

  • Warna tubuh ikan terlihat kusam atau gelap.
  • Nafsu makan berkurang dan kulit kasat.
  • Pendarahan di pangkal sirip, ekor dan anus.
  • Beberapa bagian tubuh ikan luka sehingga menjadi borok.
  • Pada infeksi berat, perut terasa lembek dan bengkak (dropsy) berisi cairan merah kekuningan.
  • Ikan tiba-tiba mati lemas di permukaan atau dasar kolam.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Melaksanakan manajemen kesehatan ikan terpadu (meliputi inang, ingsang, lingkungan dan patogen).
  • Berikan vaksin anti-Aeromonas hydrophila (Hydrovac). Vaksinasi diberikan pada ikan minimum setelah berumur 3 minggu dan dalam kondisi sehat. Caranya, rendam ikan di dalam akuarium atau ember plastik dengan dosis 1 ml/10 liter air berkapasitas 100 ekor benih. Setelah itu, benih dapat ditebar kembali di kolam. Cara pemberian vaksin lainnya dapat melalui pakan. Teknik ini cocok untuk ikan yang sudah dipelihara di kolam atau vaksinasi ulang (booster). Dosis yang digunakan 2-3 ml vaksin/kg berat ikan. Caranya, encerkan atau hancurkan vaksin menggunakan blender bersama dengan putih telur. Setelah itu, masukkan vaksin encer ke dalam sprayer, lalu kocok perlahan hingga homogen. Semprotkan di pakan yang akan diberikan ke ikan. Lakukan hal tersebut selama 3-7 hari.

Penyakit yang Menyerang Saat Pembesaran Ikan Nila

1. Parasit Trichodinella sp., Trichodina sp. , Gyrodactylus sp. , Transversotrema laruei dan Glossatella piscricola

Gejala

  • Pertahankan suhu air lebih dari 29 derajat celcius selama dua minggu atau lebih.
  • Jaga stamina dan tingkatkan ketahanan tubuh ikan.
  • Jaga kualitas air dengan menambah frekuensi pergantian air.
  • Rendam ikan dengan Acriflavin 10-15 ppm selama 15 menit dan Cooper sulphat 0,0001 mg/L selama 24 jam. Ulangi setiap dua hari sekali.
  • Rendam ikan dengan hidrogen peroksida (3%) 17,5 ml/L selama 10 menit. Ulangi setiap dua hari.
  • Rendam ikan dengan potassium permanganat (PK) 2-5 mg/L selama 24 jam.

2. Bakteri Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas sp.

Gejala

Warna tubuh terlihat kusam atau gelap. Nafsu makan menurun, mengumpul mendekati saluran pembuangan, kulit kasat, pendarahan di pangkal sirip,ekor dan anus. Bahkan, sering dijumpai ikan mati lemas, baik di permukaan maupun dasar kolam.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • lalukan menejemen kesehatan ikan terpadu meliputi inang, lingkungan dan patogen agar seimbang.
  • Rendam ikan dengan ROXINE Aquatic dosis 1-2 gram/100 liter air selama 1-5 hari. Selain itu, berikan ENRO FISH melalui pakan dengan dosis 2 gram/100 gram pakan. Berikan dua kali sehari selama 35 hari. Ikan nila boleh dikonsumsi setelah 14 hari pengobatan terakhir agar obat sudah terekskresi dan tidak meninggalkan residu di daging ikan.

3. Bakteri Streptococcus sp. dan Vibrio sp.

Gejala

Nafsu makan menurun, tubuh melemah, tubuh berwarna gelap, pertumbuhan lambat, mata menonjol (exopthalmia) , perut gembung (dropsy), luka yang berkembang menjadi borok, pergerakan tidak terarah (nervous), perdarahan di tutup ingsang (operculum). Bahkan, sering dijumpai ikan tiba-tiba mati.

Pencegahan dan Penanggulangan

  • Lakukan manajemen kesehatan ikan terpadu.
  • Berikan vaksin anti-streptococcus (AQUAVAC TM GARVETIL) untuk ikan berumur tiga minggu. Caranya, rendam ikan dengan dosis 0,01 ml per gram baret ikan selama 60 detik. Selain itu, dapat juga menggunakan AQUAVAC TM GARVETIL ORAL untuk ikan berukuran 8 gram atau lebih dengan dosis 0,20 ml/ekor.
  • Berikan juga FUJIPENIN TM 40 dengan dosis 0,25 g/kg ikan setiap hari selama 5 hari berturut-turut.

4. Jamur Saprolegnia sp. dan Achlya sp.

Gejala

Terlihat adanya benang-benang halus menyerupai kapas yang menempel pada telur atau luka di bagian eksternal ikan.

Pencegahan dan Penanggulanagan

  • Tingkatkan frekuensi penggantian air kolam.
  • Jaga stamina dan tingkatkan ketahana tubuh ikan menggunakan vitamin C.
  • Rendam ikan di dalam larutan PK (1 gram/100 liter air) selama 90 menit.
  • Rendam ikan dengan larutan garam dapur 1000 ppm selama 15-30 menit.

Larva benih nila

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.