Penyakit Nonparasiter Dalam Budidaya Gurami

Penyakit nonparasiter bukan disebabkan adanya serangan parasit, tetapi oleh gangguan media tempat hidup, manultrisi, neoplasia dan keturunan.

1. Media tempat hidup

Media tempat hidup yang dimaksud adalah air. Terdapat beberapa kondisi air yang menyebabkan munculnya serangan penyakit pada ikan, di antaranya sebagai berikut.

a. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat dibutuhkan untuk respirasi gurami. Jika kandungan oksigen diperairan mengalami penurunan (deplation) maka proses respirasi akan terganggu. Pada tingkat tertentu, hal tersebut dapat menyebabkan kematian. Menurunnya oksigen diperairan dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

1) adanya organisme kompetitor seperti tumbuhan air dan mikroorganisme heterotrop seperti bakteri, protozoa, serta plankton.

2) penguraian bahan organik oleh mikroba membutuhkan oksigen dan

3) peningkatan suhu air pada perairan dangkal menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen.

Ikan yang kekurangan oksigen memperlihatkan gejala tertentu seperti sering mengambil oksigen kepermukaan air. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, iakn akan lemas dan mengambang ke permukaan air.

Pencegahan kekurangan oksigen dilakukan dengan cara mengurangi organisme kompetitor dengan cara melakukan pengapuran pada waktu pengolahan tanah, pemupukan yang tepat, dan menjaga kesesuaian tinggi air. Timbunan bahan organik dapat direduksi dengan cara memberikan pakan pelet sesuai takaran, membuang air dasar kolam, memberikan zeolit, mengendapkan dan menyaring air sebelum dialirkan ke kolam, serta mengurangi kepadatan ikan. Pengaruh suhu dapat diatasi dengan membuat ketinggian air kolam sesuai standar, ,mengalirkan air kolam dan memberikan naungan agar ikan terhindar dari sinar matahari.

b. Kejenuhan gas

Kandungan gas (O2,  N, dan CO2) diperairan dapat mengalami kejenuhan. Hal tersebut menyebabkan gurami, terutama pada benih, mengalami emboli gas (gas bubble disease), yaitu adanya gelembung gas pada tubuh ikan. Gelembung gas tersebut muncul akibat saturasi oksigen atau nitrogen, perubahan suhu mendadak, atau terjadi blooming alga.

Gejala yang terlihat saat terjadi kejenuhan gas yaitu munculnya gelembung pada kulit, mata dan insang. Emboli gas dapat dicegah dengan cara mengganti air kolam dan memperbaiki kulaitas air media.

Penyakit nonparasiter gurame

2. Manultrisi

Penyediaan pakan yang cukup sangat dibutuhkan dalam budi daya ikan. Pemberian pakan buatan/pelet dengan memenuhi komposisi gizi yang diperlukan. Namun, kehati-hatian diperlukan dalam penyusunan formula, takaran pemberian, dan penyimpanan pakan buatan tersebut. Jika tidak hati-hati, penyusunan formula pakan justru menyebabkan ikan kurang gizi atau keracunan.

Kekurangan gizi seperti protein (asam amino, terutama asam amino esensiil), lemak (asam lemak), dan vitamin dapat menyebabkan penyakit fisik pada ikan. Apalagi jika kondisi lingkungannya tidak mendukung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan penyakit sekunder oleh parasit. Racun yang timbul dariproses pembusukan pakan dan pakan yang tengik serta berjamur dapat menyebabkan ikan menjadi sakit. Nutrisi lemak yang berlebihan pada rangsum pakan sangat tidak baik untuk induk ikan yang akan memijah  karena dapat mengganggu proses pengeluaran telur.

Gejala manultirsi pada ikan terlihat dari adanya keriput pada kulit, insang terlihat tidak cerah, tubuh membengkok, sirip rusak, pertumbuhan terhambat, gerakan lemas, dan berenang secara tidak teratur. Pencegahan malnutrisi dilakukan dengan cara mengganti pakan yang di sediakan, mengganti formula susunan pakan, dan memberikan obat ketika keracunan.

GejalaKekurangan
Kurang nafsu makanTiamin, asam folat, serta vitamin (A, B12, dan C)
Efisiensi pakan burukEnergi, lemak, protein, asam folat, kalsium, riboflavin dan biotin
Perut KembungVitamin (A, C, dan E
Perubahan warna kulitAsam lemak dan tiamin
Rentan PenyakitProtein dan vitamin C
Kelainan bentuk tulangFosfor
Sirip rontokAsam, lemak, riboflavin, vitamin A, dan Zn
Mata menonjolVitamin (A, C, E) dan pirodoksin
Megap-megapPirodoksin
Tumbuh lambatEnergi, lemak, protein, vitamin A, B12, C, D, E, Kalsium, asam folat, tiamin, pirodoksin, dan biotin
Pendarahan kulitVitamin (A dan C), riboflavin, niasin, dan asam pentotenat
IritasiAsam, lemak, piridoksin, dan tiamin
3 Neoplasia

Penyakit neoplasia di tandai dengan adanya pertumbuhan sel baru yang tidak terkendali. Beberapa faktor penyebab penyakit ini yaitu genetik, hormon, agen fisik, toksikan biologis atau kimiawi, dan stimulasi infeksi virus. Penyakit ini dapat timbul pada insang, faring, gelembung renang, saluran pencernaan, hati, tiroid, organ genetikal, glandula, mukosa saluran pencernakan, dan jaringan pengikat. Gejala serangan penyakit ini di tandai dengan adanya benjolan, jaringan rusak, tubuh berlendir, pendarahan, ikan berenang secara tidak beraturan, lemas dan nafsu makan berkurang.

Pencegahan neoplasia dilakukan dengan menghindari lingkungan yang dapat menimbulkan racun, pemberian pakan yang tidak mengandung zat/pengawet bahan kimia/hormon/obat-obatan yang berlebih dan cenderung karsinogen, serta memilih induk ikan yang baik.

4. Keturunan

Penyakit keturunan yang sering terjadi pada ikan di antaranya di tandai dengan bentuk sirip yang kurang sempurna, tulang punggung bengkok, sisik tidak lengkap, dan rentan terhadap penyakit. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk mengobati penyakit jenis ini sehingga ke banyakan pembudidaya hanya bisa melakukan tindakan pencegahan. pencegahan dapat di lakukan saat memilih induk. Pilih induk yang baik, tidak berasal dari perkawinan dekat/sesama keturunan, dan bergalur baik.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.