Penyakit Ikan Mujair

Penyakit ikan mujair yang sering mengganggu usaha budiaya ikan mujair dan sering merugikan petani ikan di antaranya adalah penyakit yang berasal dari parasit yang menempel. Penyakit yang bersumber dari parasit di antaranya  adalah penyakit bintik putih pada fisik ikan mujair. Penyakit lainnya yang diakibatkan parasit dapat berasal dari lingkungan kolam yang kurang higienis. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan mengguankan obat-obat untuk membunuh parasit ikan mujair atau menggunakan garam dapur (NaCI) jika jumlahnya tidak terlalu banyak.

Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan mujair yang berumur satu bulan, antara lain disebabkan oleh parasit, bakteri dan kapang atau jamur.Penyakit yang disebabkan parasit, di antaranya adalah “ich” atau “white spot”. Penyakit ini menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin. Cara mengatasinya, yaitu dengan menaikkan suhu air sampai 29 C dan pemberian formalin 25 ppm, pada media pemeliharaannya.

Bakteri yang menyerang adalah Streptococcus sp. dan Kurthia sp. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin, dengan dosis 10 ppm. Adapun kapang atau jamur yang merupakan akibat dari luka yang disebabkan penanganan yang kurang hati-hati dapat diatasi dengan menggunakan kalium permanganat (PK) dengan dosis 2-3 ppm.

1. Penyakit Nonparasit

Penyakit nonparasit akibat faktor fisik dan faktor kimia dari lingkungan kolam dan airnya. Penyakit karena faktor gizi, di antaranya dikarenakan ikan mujair kurang makanan sehingga kekurangan vitamin dan karena pakan ikan mujair yang diberikan tidak mencukupi untuk seluruh ikan di dalam kolam.

Penyebab penyakit nonparasit adalah faktor kimia dan fisik, makanan, stres, kepadatan ikan dan kelainan lainnya.

a. Faktor kimia dan fisik adalah:

  • Perubahan salinitas air secara mendadak.
  • pH yang terlalu rendah (air asam) dan pH yang terlalu tinggi (air basa atau alkalis).
  • Kekurangan oksigen dalam air.
  • Zat beracun, pestisida (insektisida, herbisida dan sebagainya).
  • Perubahan suhu air yang mendadak.
  • Kerusakan mekanis atau luka-luka.
  • Perairan terkena polusi.

b. Makanan yang tidak baik:

  • Kekurangan vitamin dan komposisi gizi yang buruk.
  • Bahan makanan yang busuk dan mengandung kuman-kuman.

c. Bentuk fisik dan kelainan-kelainan tubuh yang disebabkan oleh keturunan.

d. Stres

  • Stres pada ikan berkaitan dengan timbulnya penyakit pada ikan. Stres merupakan suatu rangsangan yang menaikkan batas keseimabangan psikologi dalam diri ikan terhadap lingkungannya.
  • Stres pad aikan diakibatkan perubahan lingkungan dan akibat kesalahan perlakuan, misalnya akibat pengangkutan atau transportasi ikan, penempatan ikan ke dalam jaring apung, dari tempat pengangkutan mengalami shock, sehingga ikan tidak mau makan dan mengalami pelemahan daya tahan terhadap penyakit.

e. Kepadatan ikan

  • Kepadatan ikan yang melebihi daya dukung perairan (carrying capacity) akan menimbulkan tingginya persaingan antarikan, oksigen terlarut menjadi rendah, sisa metabolisme seperti amonia akan meningkat sehingga akan menimbulkan stres dan merupakan penyebab timbulnya serangan penyakit.

Adapun penyakit yang menyerang organ dalam ikan menyebabkan perut ikan membengkak dengan sisik-sisik ikan berdiri (penyakit dropsy). Sebaliknya, bisa juga perut ikan menjadi sangat kurus. Pada kotoran ikan terdapat darah, yang menandakan adanya radang usus. Penyakit pada gelembung renang sehingga ikan berenang terjungkir balik karena terganggu keseimbangan badannya.

Ikan yang terserang penyakit kulit, warna kulitnya menjadi pucat dan tampak berlendir. Tanda ini terlihat jelas pada ikan yang berwarna gelap. Penyakit yang disebabkan jamur menimbulkan bercak-bercak warna kelabu, putih atau kehitam-hitaman pada kulit ikan. Ikan yang terserang penyakit kulit kadang-kadang menggosok-gosokkan badannya pada suatu benda di dalam air.

Penyakit pada insang menyebabkan ikan terlihat sulit bernapas. Tutup insang mengembang dan lembaran insang pucat. Pada lembaran insang terlihat bintik merah yang disebabkan pendarahan kecil atau peradangan. Jika terdapat bintik putih pada insang, hal ini disebabkan parasit kecil yang menempel pada tempat tersebut.

2. Penyakit Parasit (Patogen)

Pengertian patogen menurut kamus pertanian umum dan Penebar Swadaya adalah mikroorganisme (bakteri atau virus) yang dengan eksistensinya dapat menimbulkan penyakit pada insangnya. Parasit diartikan sebagai organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme yang ditempelnya. Parasit dapat berkembang dan menyebabkan infeksi. Parasit ikan biasanya berukuran lebih kecil daripada ikan inangnya.

Penyebab penyakit ini di antaranya adalah Crustacea atau udang renik, protozoa, jamur, bakteri dan virus.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.