Penyakit Bakterial Pada Budidaya Ikan

Penyakit bakterial terdapat di mana-mana di udara, di dalam tanah, maupun di dalam air. Jenisnya bermacam-macam, bisa menyerang manusia, tumbuhan, dan hewan. Penyakit yang di sebabkan oleh bakterial belum banyak di ketahui, tetapi bukan berarti ikan terbebas dari parasit bakteri. Beberapa jenis parasit yang sudak banyak di ketahui dan sering menimbulkan infeksi pada ikan antara lain:

a. Aeromonas.

Bakteri aeromanas termasuk patogen terhadap ikan. Dari genus aeromonas terdapat 3 spesies, yaitu Aeromonas punctata, Aeromonas hydrophilla, dan Aeromonas liquifaciens. Namu, Bergay’s (1974) mengklasifikasikan menjadi 2 jenis spesies saja yaitu Aeromonas punctata dan Aeromonas hydrophilla.

Gejala infeksi

Ikan yang terserang bakteri aeromonas warna tubuhnya berubah menjadi gelap, kulitnya kesat karena kehilangan banyak lendir di ikuti pendarahan. Selain itu, ikan berenang sangat lemah, nafasnya megap-megap, sering timbul di permukaan air. Bila kebetulan menyerang organ bagian dalam biasanya ginjal dan limfanya membengkak. Kadang terjadi pendarahan pada ginjal, limfa dan juga hati.

Pengobatan/Pemberantasan

Bakteri bisa tumbuh subur pada wabah pemeliharaan yang kurang terawat dengan baik. Oleh karena itu, tempat pemeliharaan harus selalu di jaga dan di rawat. Pengobatan bisa di lakukan dengan beberapa cara seperti Perendaman, olesan, dan penyuntikan. Dosis untuk penyuntikan adalah Terramicine dosis 25 – 30 mg (bahan aktif) untuk 1 kg ikan. Penyuntikan di ulang 3 hari sekali sebanyak 3 ulangan.

Perendaman

Jenis obat adalah antibiotik kloramfenikol seperti tetracyclin atau kemicitine. Obat tersebut dapat di beli di toko-toko obat atau apotik dalam bentuk kapsul 250 mg. Buatlah larutan dengan obat tersebut, satu kapsul di campuri dengan 500 L air bersih. Ikan yang sakit di rendam selama 2 jam. Pengobatan di lakukan  3-5 kali berturut-turut dalam tempo 3-5 hari. Setiap kali selesai mengobati, ikan di pindahkan ke tempat yang memiliki air bersih dan tetap di beri pakan.

b. Flexibacter

Lingkungan hidupnya adalah perairan air tawar dan sering di temukan pada ikan akuarium. Penyebaran biasanya secara langsung dari ikan ke ikanm melalui aliran air, atau terkontaminasi dari alat-alat perikanan yang tidak di bersihkan secara benar. mewabahnya penyakit flexibacter terutama pada musim panas dan kering sehingga kasus penyerangannya sering terjadi pada temperatur tinggi.

Gejala/Infeksi

Infeksi penyakit ini biasanya hanya terbatas pada kulit kepala, kulit badan bagian belakang, insang, sirip, dan bagian badan lainnya. Ikan yang terinfeksi akan kehilangan nafsu makan, terdapat bintik yang mula-mula berwarna putih kemudian berubah menjadi merah karena pendarahan. Kalau terus di amati, insang atau sirip-siripnya rontok hingga tinggal tulang bagian yang keras saja.

Pengobatan

Langkah pencegahan yang di anggap efisien dan efektif dalam menghambat mewabahnya bakteri ini ialah memelihara kebersihan kolam serta menjaga kualitas air.

Pengobatan di lakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan copper sulfat (CuSO4) konsentrasi 1 : 2000 selama 1 – 2 menit. Perendaman dengan larutan oksitetrasiklin HCI dosis 10 mg/ L air selama 30 menit.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Penyakit Bakterial Pada Budidaya Ikan

  1. Mas Anto

    Ririn

    ternyata ikan juga banyak bakterinya ya mas, baru tahu saya, jadi kalau mau budidaya nya sukses, harus paham cara atasi bakterinya ya 😉

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.