Pengawetan Ikan Mujair

Tujuan pengawetan dengan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air dalam daging ikan mujair sampai kegiatan mikroorganisme pembusuk serta enzim yang menyebabkan bau busuk berhenti dan ikan dapat disimpan cukup lama sebagai bahan makanan.

Pengeringan ini umumnya disertai dengan penggaraman sehingga ikan kering itu terasa asin. Maksud penggaraman sebelum ikan dikeringkan, yaitu menyerap air dari permukaan ikan dan pengawetannya sebelum tercapai tingkat kekeringan serta dapat menghambat aktivitas meikroorganisme selama pengeringan berlangsung batas. Kadar air yang diperlukan dalam tubuh ikan hasil pengawetan kira-kira 20-35% agar perkembangan mikroorganisme pembusuk bisa terhenti.

Pengolahan ikan mujair dengan cara pengeringan paling mudah dan paling murah ongkosnya. Pengolahan dengan pengeringan membuat ikan mujair menjadi tahan. Makin kering ikan mujair tersebut dikeringkan, daya tahan ikan mujair itu makin lama. Cara pengeringan yang paling mudah adalah dengan cara dijemur. Derajat kekeringan suatu bahan makanan itu terbatas, tidak dapat kering sampai 100%.

Ikan mujair yang telah dijemur kering, kadang-kadang masih berjamur, karena mikroorganisme masih dapat hidup di bagian dalam dagingnya. Oleh karena itu, pengeringan dengan sinar matahari sering dengan pengawetan lainnya seperti penambahan gula dan garam serta bumbu-bumbu yang lainnya sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.