Pengangkutan Maskoki

Pengangkutan ikan didefinisikan sebagai usaha untuk memindahkan ikan hidup dan suatu tempat ke tempat lainnya dengan memperhatikan faktor-faktor yang mendukung kehidupan ikan selama dalam perjalanan. Oleh karena itu, untuk dapat mempertahankan kehidupan ikan selama dalam pengangkutan, perlu dikuasai teknik-teknik pengangkutan ikan.

Berbeda dengan pengangkutan ikan konsumsi, pengangkutan ikan hias selalu diusahakan agar sebagian besar ikan yang diangkut dapat tetap hidup sesampainya di tempat tujuan.

A. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGANGKUTAN IKAN

Dalam usaha untuk menekan serendah mungkin angka kematian ikan maskoki yang mungkin terjadi selama dalam pengangkutan, maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan ikan, yaitu:

1. Waktu pengangkutan

Sebaiknya perigangkutan ikan dilakukan pada pagi, sore, atau malam hari, di mana temperatur udara di sekelilingnva relatif rendah. Pengangkutan ikan pada siang hari dapat mengakibatkan meningkatnya aktivitas metabolisme ikan karena temperatur udara di sekelilingnya relatif tinggi. dengan dernikian, ikan akan mengkonsumsi oksigen jauh lebih banyak. Sehingga persediaan oksigen di dalam wadah pengangkutan akan cepat habis. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata peningkatan temperatur sebesar 5°C dapat mengakibatkan peningkatan kebutuhan oksigen sebesar 6 kali dibandingkan dengan kebutuhan oksigen pada kondisi normal. Akibat terjadinya peningkatan temperatur, biasanya ikan akan mengalami stres yang dapat menurunkan daya tahan ikan atau menyebabkan kematian massal.

Bila karena suatu kesulitan mengakibatkan pengangkutan ikan terpaksa ditunda, sebaiknya ikan disimpan dahulu pada kolam pemberokan sambil menanti saat yang tepat untuk mengangkutnya. Kolam pemberokan adalah kolam yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi ikan yang baru dipanen, sebelum dikirim ke tempat lain.

2. Daya tahan ikan

Kadang-kadang, setibanya di tempat tujuan kondisi tubuh ikan menjadi lemas meskipun kandungan oksigen dalam wadah pengangkutan masih memadai. Tentu saja, bagi petani ikan hias kejadian seperti ini sangat merugikan, karena harga jual ikan hias tersebut menjadi sangat rendah.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan, sebaiknya selama dalam masa pemeliharaan sering diberikan makanan alamiah, seperti infusoria, cacing, jentik nyamuk dan lain-lain. Maksud dari pemberian makanan alamiah ini adalah untuk ineningkatkan daya tahan tubuh ikan. Cara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan adalah dengan melakukan pemberokan Iebih dahulu, yaitu membiarkan ikan selama beberapa saat dalam kolam pemberokan sebelum dilakukan pengangkutan.

Tujuan pemberokan adalah untuk mengosongkan makanan di dalam lambung ikan. Dengn demikian, selama dalam pengangkutan. aktivitas metabolisme ikan akan tetap rendah dan efek keracunan yang disebabkan karena penimbunan kotoran hasil metabolisme makanan menjadi berkurang. Seperti telah kita ketahui, bahwa kotoran hasil metabolisnie makanan dapat mengalami proses pembusukan oleh organisme pengurai. Proses ini selain dapat meracuni ikan itu sendiri, juga banyak rnembutuhkan oksigen sehingga kandungan oksigen di dalam wadah pengangkutan akan cepat berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan, sebab ikan dapat menjadi lemas karena keracunan atau kekurangan oksigen sehingga akhirnya akan mati.

3. Jumlah ikan yang diangkut

Jumlah maskoki yang dapat diangkut di dalam wadah pengangkutan tergantung dan ukuran ikan, jenis alat angkut, dan lamanya pengangkutan. Semakin kecil ukuran ikan dan jarak tempuhnya, maka semakin banyak jumlah ikan yang dapat diangkut.

Jenis alat pengangkutan juga dapat mempengaruhi jumlah ikan maskoki yang dapat diangkut. Alat-alat pengangkutan ikan tradisional hanya mampu menampung ikan dalam jumlah yang relatif rendah bila dibandingkan dengan alat pengangkutan seni modern dan modern.

Lamanya pengangkutan atau jarak tempuh juga mempengaruhi jumlah ikan yang dapat diangkut, karena hal ini berhubungan dengan jumlah oksigen yang tersedia. Kandungan oksigen yang terdapat di dalam wadah pengangkutan mempunyai daya tahan yang sangat terbatas, maka harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh karena itu, pada pengangkutan ikan dengan jarak yang cukup jauh sebaiknya dilakukan pengurangan jumlah ikan. Dengan demikian, kandungan oksigen yang tersedia di dalam wadah pengangkutan akan dapat mencukupi kebutuhan ikan sampai di tempat tujuan.

4. Penanganan ikan di tempat tujuan

Kematian ikan yang sering terjadi dalam pengaiigkutan kadang kala justru disebabkan oleh kesalahan dalam penanganan ikan sesampainya di tempat tujuan. Setibanya di tempat tujuan, wadah pengangkutan sebaiknya dibiarkan terbuka selama 15 menit di atas permukaan air kolam. Hal mi dimaksudkan agar tidak terjadi perubahan temperatur yang terlalu drastis. Setelah kedua temperatur air menjadi sama, barulah kita masukkan sedikit demi sedikit air kolam ke dalam wadah pengangkutan. Jumlah penambahan air ini jangan sampai melebihi 1/2 bagian dan volume air yang terdapat di dalam wadah pengangkutan. Penambahan air kolam harus dilakukan secara perlahan-lahan agar tidak menimbulkan stres pada ikan maskoki yang diangkut. Biasanya proses penambahan air tersebut dapat memakan waktu sekitar 30 rnenit.

B. ALAT PENGANGKUTAN IKAN

Jumlah ikan, jarak tempuh, dan tingkat kematian ikan sangat dipengaruhi oleh jenis alat pengangkutan yang digunakan. Hingga saat ini, penelitian-penelitian masih terus dilakukan untuk mencari jenis alat pengangkutan yang dapat mengangkut ikan lebih banyak. jarak tempuh lebih jauh, dan tingkat kematian yang rendah. Adapun alat pengangkutan yang telah umum digunakan, adalah:

1. Keramba

Alat pengangkutan ikan yang paling sederhana adalah keramba. Alat ini terbuat dan bambu yang dianyam membentuk keranjang. Pada seluruh lapisan bagian dalam dan luar dilapisi dengan ter untuk mencegah kebocoran air. Umumnya keramba mempunyai ukuran 80 X 70 cm di bagian dasarnya dan tinggi 22 cm. Tinggi air yang digunakan dalam pengangkutan ikan dengan alat mi adalah 10 cm.

Jumlah maskoki yang dapat diangkut dengan alat mi relatif sedikit. Sepasang keramba akan mampu mengangkut 100— 150 ekor benih maskoki yang mempunyai ukuran 5 cm. Bila untuk mengangkut induk maskoki, sepasang keramba di atas hanya mampu menampung 20 — 30 ekor saja.

Karena prinsip kerjanya sangat sederhana, alat ini hanya digunakan untuk pengangkutan ikan jarak dekat (kurang dan 10 km). Sebagai sumber oksigen bagi ikan yang diangkut adalali berasal dan kontak yang terjadi antara permukaan air dan udara di sekelilingnya. Oleh karena itu selama dalam pengangkutan, petani sering menggerak-gerakkan dengan sengaja keramba yang dipikulnya. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas bidang kontak antara permukaan air dengan udara di sekelilingnya, supaya kandungan oksigen yang larut di dalam air selalu memadai.

Untuk menghindari muncratnya air dan dalam keramba, yang diakib atkan oleh goncangan selama dalam perjalanan. biasanya para petani menambahkan beberapa potongan daun pisang ke dalam keramba. Setiap satu jam sekali, pengangkutan dengan keramba harus dihentikan untuk mengganti air yang telah kotor dengan air baru yang lebih segar. Air pengganti ini dapat diambil dan saluran air, sumur, atau tempat-tempat lain yang airnya jernih. Penggantian air harus dilakukan setahap demi setahap. agar tidak terjadi perubahan temperatur air yang mendadak. Proses pergantian air dapat berlangsung selama 30 menit dan harus menunggu Iebih dahulu sampai temperatur air di dalam keramba sama sejuknya dengan air penggantinya yang baru.

2. Kantong Plastik

Perkembangan teknologi plastik yang pesat dewasa mi. terasa sangat membantu dalam usaha pengangkutan ikan. Banyak petani ikan yang mengg unakan plastik sebagai alat pengangkutan. Plastik telah banyak dijual dengan berbagai ukuran dan ketebalan. Plastik yang baik untuk digunakan dalam pengangkutan ikan mempunyai ukuran lebar 50 cm dan ketebalan 0.03 mm. Untuk penghematan, sebaiknya kita membeli lembaran plastik yang sudah digulung, karena akan memudahkan dalam membuat kantong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Adapun cara membuat kantong plastik sangat mudah. Pertama-tama guntinglah lembaran plastik tersebut sepanjang 2 meter. Lipatlah menjadi dua bagian yang sama. Bagian lipatan mi selanjutnya dibuat ikatan (dibundel). Langkah berikutnya adalah membalik salah satu bagian plastik, sehingga terbentuk sebuah kantong rangkap dua. Isilah kantong tersebut dengan air bersih hingga mencapai 1/3 bagian dan volume kantong plastik dan disusul dengan memasukkan ikan-ikan yang akan diangkut. Sebelum diisi oksigen, sebaiknya udara yang terdapat di atas permukaan air di dalam kantong plastik dikeluarkan dahulu. Oksigen diisikan ke dalam kantong plastik dengan menggunakan slang (pipa) plastik yang menghubungkan kantong tersebut dengan tabung zat asam. Volume oksigen yang diisikan ke dalam kantong harus mencapai 2/3 bagian volume kantong atau 2 kali volume air. Ikan-ikan yang akan diangkut, sebaiknya diberi makan dahulu paling sedikit 3 jam sebelum diangkut. Hal ini bertujuan agar aktivitas metabolismenya telah menurun pada saat pengangkutan sehingga kotoran hasil metabolismenya tidak terlalu banyak mengotori air di dalam kantong plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh, biasanya ikan diberok dahulu di dalam kolam khusus selama 1 — 2 han.

Jumlah maskoki yang dapat diangkut dengan cara ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ikan yang dapat diangkut dalam keramba. Untuk maskoki yang berukuran 5 cm dapat diangkut sebanyak 100 — 200 ekor. Tetapi bila akan mengangkut induk maskoki, jumlahnya jangan sampai melebihi 50 ekor.

Sebaiknya ukuran dan kantong plastik jangan terlalu besar, karena akan mempersulit penanganannya. Kantong-kantong berukuran kecil akan lebih mudah dirnasukkan ke dalam kotak karton dan juga dapat menghindari terjadinya penumpukan ikan selama dalam pengangkutan. Terjadinya penumpukan ikan selama perjalanan sering menimbulkan kematian. Selain itu, apabila terjadi kebocoran karena tertusuk benda tajam, kantong plastik yang berukuran kecil lebih mudah diatasi karena jumlah ikan yang diangkut relatif lebih sedikit.

Penggunaan kotak karton dalam pengangkutan ikan dengan kantong plastik, sebaiknya pada dinding bagian dalamnya diberi lapisan gabus tiruan (styrofore foam) yang agak tebal. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kontak yang terjadi antara air di dalam kantong dengan temperatur lingkungannya yang relatif Iebih panas. Untuk pengangkutan jarak jauh, Sebaiknya kotak karton tersebut diberi potongan-potongan es batu yang dibungkus dalam kantong plastik kecil. Hal ini bertujuan untuk mencegah peningkatan temperatur air di dalam kantong yang terlalu cepat. Pengg unaan kantong plastik kecil untuk membungkus es bertujuan agar es yang mencair tidak membasahi kotak karton. Jumlah es jangan sampai melebihi 10 persen berat air dalam kantong plastik tempat ikan.

3. Jerigen Plastik

Penggunaan jerigen plastik untuk pengangkutan ikan maskoki mempunyai prinsip yang sama dengan penggunaan kantong plastik. Di samping itu, cara ini dianggap lebih baik karena praktis dan dapat rnengangkut ikan relatif lebih banyak.

Adapun cara membuatnya sangat mudah. ,ula-mula jerigen plastik dilubangi bagian atasnya sebanyak dua buah dengan diameter setiap lubang kira-kira 2 cm. Kemudian pada setiap lubang tersebut dimasukkan sebuah pipa paralon (PVC) yang besarnya sesuai dengan diameter lubang. Ujung pipa paralon yang terdapat pada bagian dalam jerigen harus dibuat buntu. Selanjutnya, mulai dari ujung yang buntu hingga e erengahan tinggi pipa, dibuat lubang-lubang kecil sebanyak 10 buah. Untuk membuat lubang pada pipa paralon ini dapat menggunakan bekas jeruji sepeda yang dipanasi. Panjang pipa paralon di bagian luar jerigen harus lebih tinggi 10 cm dibandingkan dengan tinggi jerigen. Celah-celah yang mungkin ada di antara pipa paralon dan lubang pada jerigen harus dilem rapat-rapat dengan lem plastik (lem PVC) agar tidak bocor.

Pada saat pengangkutan, mula-mula jerigen diisi melalui mulutnya dengan air bersih hingga penuh. Kemudian ikan maskoki yang akan diangkut dimasukkan melalui mulut jerigen tadi. Untuk jerigen plastik yang mempunyai volume sebesar 40 liter, jumlah makoki sang dapat diangkut berkisar antara 50 — 100 ekor tergantung dan ukuran ikannya. Tutuplah mulut jerigen dengan baik, hingga tidak ada lagi air yang dapat mengalir ke luar. Selanjutnya dapat dilakukan penambahan zat asam oksigen) ke dalam jerigen. Untuk penambahan zat asam ini. salah satu ujung pipa paralon dihubungkan ke tabung zat asam dengan mempergunakan pipa (slang) plastik. Sedangkan ujung pipa paralon yang lainnya disambung dengan Sebuah slang plastik yang ujungnya dibiarkan bebas. Melalui slang plastik ini, zat asam dialirkan dan dalam tabung ke dalarn jerigen dan akan keluar melalui lubang-lubang kecil yang terdapat di sepanjang pipa paralon bagian bawah. Selanjutnya zat asam ini akan mendesak air di dalam jerigen ke lubang kecil yang terdapat pada pipa paralon yang satu lagi hingga airnya meluap ke luar. Bila permukaan air telah mencapai separuh tinggi jerigen, maka air tidak akan meluap lagi. ini disebabkan karena permukaan air telah mencapai lubang tertinggi yang terdapat pada pipa paralon. Selanjutnya, ujung slang plastik yang menghubungkan jerigen ke tabung zat asam segera dicabut dan ujung slang plastik yang bebas segera dihubungkan dengan ujung pipa tempat masuknya zat asam. Dengan demikian, kedua ujung pipa menjadi tertutup dan zat asam tidak dapat mengalir ke luar lagi.

Pengangkutan maskoki dengan menggunakan jerigen plastik ternyata lebih aman dan mampu bertahan lebih lama dibandingkan dengan pcnggun aan kantong plastik, yaitu 8— 12 jam. Selama dalam pengangkutan, jerigen sebaiknya direbahkan. Maksudnya agar permukaannya menjadi lebar, seh ingga maskoki yang diangkut tidak berdesak-desakan atari bertumpukt umpuk yang sering menimbulkan kematian.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.