Pengangkutan Benih Ikan Bawal

Benih yang digunakan untuk kegiatan pembesaran umumnya berukuran 5—8 cm dan 8—12 cm. Benih-benih tersebut diangkut menuju ke lokasi pemeliharaan untuk ditebar. Pengangkutan benih dapat dilakukan secara terbuka atau tertutup.

Pengangkutan benih sistem terbuka dilakukan untuk mengangkut ikan dalam jarak dekat, waktu yang diperlukan relatif tidak lama. Alat pengangkut benih dapat berupa ember, baskom, paso, atau keramba pikulan. Alat lain dapat pula digunakan, misalnya kontainer dan plastik atau dan fibreglass dengan alat penga ngkut mobil. Untuk jarak yang agak jauh dan butuh waktu agak lama, maka dalam perjalanan perlu adanya penambahan atau penggantian air segar agar benih ikan tetap segar. Cara lain adalah menggunakan aerator supaya tidak sering mengganti air segar selama dalam perjalanan. Dalam pengangkutan benih dengan keramba pikulan, setiap keramba dapat diisi air bersih sebanyak 15 liter. Saw keramba dapat mengangkut sekitar 5.000 ekor benih ukuran 3—5 cm.

Sedangkan pengangkutan benih sistem tertutup umumnya diterapkan untuk jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dan 4— 5 jam. Biasanya sistem pengangkutan benih mi dilakukan dengan menggunakan mobil, kereta, atau pesawat terbang. Wadah yang digunakan adalah kantong plastik. Untuk jarak dekat, kantong plastik tidak perlu diisi oksigen. Sedangkan untuk jarak jauh, kantong hams ditambah dengan oksigen. Ukuran kantong plastik berbeda-beda menunit banyaknya benih dan jarak yang akan ditempuh. Tebal plastik sebaiknya antara 0,04—0,05 mm. Bahan untuk kantong plastik dapat berupa plastik rangkap gulungan yang lebarnya 50 cm. Kemudian, kantong dibuat sendiri. Cara ini lebih ekonomis dibanding membeli kantong jadi.

Cara pengemasan benih dimulai dengan menggunting lembaran plastik sepanjang 2,5 m, kemudian di bagian tengah plastik dibuatkan ikatan dan kedua sisi ikatan dibalikkan sedemikian rupa sehingga menjadi dua kantong rangkap. Kantong diisi dengan 10 liter air bersih, selanjutnya benih ukuran 3—5 cm sebanyak 300 ekor/liter dimasukkan. Kantong plastik bagian atas dikempiskan, lalu gas oksigen dipompakan ke dalam kantong sampai bagian atasnya menggelembung tetapi tidak terlalu keras. Kantong plastik kemudian diikat dengan karet gelang atau tali rafia. Kantong plastik dimasukkan ke dalam karton/dos dengan posisi membujur atau ditidurkan, tujuannya untuk memperluas permukaan air atau oksigen.

Setelah sampai di tempat tujuan, sebelum kantong plastik dibuka, siapkan terlebih dahulu larutan tetrasiklin 25 ppm dalam baskom (1 kapsul tetrasiklin dalam 10 liter air bersih). Setelah kantong plastik dibuka, tambahkan air bersih yang berasal dan kolam atau perairan setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong terjadi perlahan-lahan sehingga mengurangi stres benih ikan yang diangkut. Benih ikan lalu dipindahkan ke baskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1—2 menit.

Benih ikan dapat langsung ditebar di kolam terpal. Akan tetapi, lebih baik bila benih dikarantina selama 1 minggu dalam bak. Dalam bak, benih diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 han berturut-turut. Selain tetrasiklin, obat lain yang dapat juga digunakan adalah KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4 % selama 3—5 menit.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.