Pengalaman Salah Satu Pembudidaya Ikan Hias 2004

Diposkan oleh : / On Budidaya

Penghasilan dari buruh bangunan dinilai tidak akan menjanjikan apa-apa. Bila ingin beralih ke pekerjaan lain, tidak memungkinkan. Karena waktu itu Santosa (39), yang tinggal di Dusun Bledengan, Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman ini, belum mempunyai keahlian apa pun.

Berawal dari hal itu, Santosa berinisiatif membuat kolam ikan seluas 300 meter persegi. “Kondisi alam di lingkungan saya ini potensial untuk budidaya ikan. Melihat potensi itu, di bulan agustus tahun 1997, saya membeli bibit nila dan menebarkan di kolam,” kata santosa.

Sayangnya hasil yang diperoleh Santosa dari budidaya ikan nila tersebut belum memuaskan. Menurut ayah tiga orang anak ini, mengejar keuntungan dari budidaya ikan nila dibutuhkan lahan dan tenaga yang relatif banyak. Lalu Santosa berpikir mengapa ia tidak mencoba untuk membudidayakan ikan hias. “Keuntungan yang bisa diperoleh dari budidaya ikan hias terletak pada kualitas tidak pada jumlah,” kata Santosa.

Satu tahun kemudian, Santosa mencoba membudidayakan ikan koi. Keberhasilan memang tidak semudah membalikkan tangan. Ada saja kendala menimpa Santosa. Terutama sulitnya memasarkan ikan koi hasil budidayanya. “Waktu itu, orang belum mempercayai saya. Tak hanya itu saja, karena kurang pengalaman, saya tidak bisa membedakan jenis ikan koi yang baik dan tidak. Sehingga harga beli ikan koi dari kolam saya, lebih banyak ditentukan oleh pembeli ,” katanya.

Beruntung pada tahun 1999, Santosa mendengarkan saran dari teman untuk mengikuti kejuaraan Blitar Koi Show. “Saya berani ikut, karena beberapa teman mengatakan ikan koi hasil budidaya di kolam saya hasilnya ada yang bagus,” jelas Santosa.

Juara 2 pun berhasil diraih Santosa pada ajang yang cukup bergengsi tersebut. Mulai saat itu ia mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Saat virus herpes menyerang pada tahun 2002, ikan koi milik Santosa pun tak lepas dari penyakit itu. Santosa pun harus menanggung kerugian. “Kejadian memberi ide untuk memlihara tidak hanya satu jenis ikan saja. Apalagi ikan koi rentan pada penyakit, ” papar santosa.

Tahun 2004, Santosa menerima tawaran dari seseorang teman yang menitipkan 70 ekor ikan arwana padanya. Keraguan sempat hinggap  di hati saya. Karena selama ini banyak pendapat jika tanah Jawa tidak cocok untuk budidaya ikan arwana. Pendapat itu tidak saya hiraukan, saya mencoba saja. Selama enam bulan kemudian, ternyata ikan-ikan arwana tersebut sudah ada yang mengeram,” jelas Santosa.

Berkat kegigihannya itu, pada tahun 2004, Santosa mendapatkan penghargaan dari Presiden, sebagai juara 1 kategori Budidaya Ikan Air Tawar.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.