Penetasan Telur Ikan Mujair

Pembuahan telur dalam rongga mulut ikan mujair betina dapat berulang-ulang atau beberapa kali sampai ikan mujair betina itu mengumpulkan kira-kira 50 butir dalam rongga mulutnya. Telur berbentuk lonjong berwarna cokelat kekuning-kuningan dengan besar kira-kira 2 mm.

Sejak pembuahan di mulut ikan mujair betina, mulut itu berubah tugasnya menjadi tempat mengerami telur. Induk ikan harus berpuasa, sampai telur menetas. Sampai saat ini, pertumbuhan badan induk ikan mujair betina terhambat. Sementara itu, ikan mujair jantan sudah sibuk menggali lubang lain, untuk mencari ikan betina yang lain. Ikan mujair jantan mampu membuahi telur lebih dari 50 butir dari induk ikan mujair pertama.

Untuk menetaskan semua telur yang berdesakkan dalam rongga mulut itu, rongga mulut ikan betina menjadi melebar ke bawah sampai rahang bawahnya tampak menggembung seperti kantong yang berisi penuh. Mulut tersebut harus mampu menampung seluruh telur yang ditetaskan.

Penetasan telur mujair termudah

Agar pertukaran air dalam rongga mulut dapat terjamin lancar, induk mujair betina pun menggerakkan mulutnya seakan-akan mengunyah suatu benda. Kadang-kadang, mulut itu dibuka sampai menganga supaya telur-telur mendapat air baru yang segar dari luar.

Setelah 3 hari di dalam mulut, menetaslah telur ikan menjadi larva ikan mujair. Telur menetas pada suhu air kurang lebih 25-27 C. Anak ikan yang baru menetas, yang masih jelas terlihat menggendong kantong telur masing-masing, mula-mula memang belum dapat berenang, hingga masih tetap ingin berlingdung dalam rongga mulut induknya. , tetapi setelah 12 hari, keluarlah mereka sebagai  burayak (anak) ikan sepanjang kira-kira 1 cm. Burayak tersebut sedang kempes kantong telur yang dibawahnya. Mereka belajar berenang di luar mulut induknya, dengan berkelompok.

Pada saat itu, petani ikan harus segera memindahkan burayak-burayak itu ke kolam pendederan awal. Untuk itu, air kolam pemijahan dibuang melalui saluran pembuangan air. Air buangan dari kolam pemijahan langsung diterima oleh kolam pendederan awal yang tempatnya lebih rendah dari kolam pemijahan, yang terletak berdampingan.

Pemindahan anak ikan mujair dari kolam pemijahan, dilakukan dengan cara, pipa pembuangan air diberi saringan kasar dari kawat kasa atau kerai bambu. Karena air di dalam kolam pemijahan terus menyurut, induk ikan mujair betina yang sedang menakup burayak di dalam mulutnya menjadi gelisah dan panik. Akhirnya, mereka akan memuntahkan burayaknya.

Masing-masing induk ikan mujair betina akan menyelamatkan dirinya sendiri. Burayak-burayak yang masih kecil, akhirnya hanyut bersama air yang sudah dibuang dan masuk ke dalam kolam pendederan awal. Karena pada pipa pembuangan air dipasang saringan, yang bisa lolos hanya burayak-burayak yang berukuran kecil saja, sedangkan induk-induk ikan mujair tetap tinggal di dalam kolam pemijahan.

Setelah semua burayak hanyut, kolam pemijahan diisi lahi dengan air. Dengan demikian, induk-induk ikan mujair itu dapat kawin dan beranak lagi. Seekor induk ikan mujair betina rata-rata dapat bertelur setiap sebulan sekali. Kolam pemijahan ini diperlakukan terus-menerus selama 5-6 bulan. Dengan demikian, pembenihan pun dapat berlangsung terus-menerus setiap bulan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

3 thoughts on “Penetasan Telur Ikan Mujair

Leave a Reply

Your email address will not be published.