Pendederan Bawal Air Tawar

Pendederan BAT dimaksudkan untuk menghasilkan benih berukuran lebih besar. Benih hasil pendederan digunakan untuk kegiatan pembesaran, misalnya pembesaran di kolam dan keramba jaring apung. Kegiatan pendederan biasanya dimulai setelah larva berumur 20 han. Larva umur > 20 han sudah dapat menerima pakan buatan berupa tepung.

Untuk pendederan di kolam terpal, padat penebaran benih antara 100—150 ekor/m2. Kedalaman air kolam adalah 30—40 cm. Benih diberi pakan buatan berupa pelet yang dihancurkan menjadi tepung. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 750 g/100.000 ekor benih pada minggu pertama dan 1.000 g/ l00.000 ekor benih pada minggu kedua. Pakan diberikan 4 kali sehari, yaitu pagi, siang, sore, dan malam.

Pakan untuk benih BAT sebaiknya mengandung protein 30—35 %. Kandungan protein yang tinggi sangat penting karena benih ikan membutuhkan protein yang cukup untuk tumbuh. Di alam, benih ikan memakan makanan yang terdiri atas hewan-hewan renik berprotein tinggi. Karena itu, benih mengalami pertumbuhan pesat jika dipelihara di kolam tanah yang subur.

Jika pelet untuk benih BAT dibuat sendiri, maka bahan yang dibutuhkan antara lain: tepung ikan 12 %, tepung darah 10 %, tepung kedelai 20 %, kaldu 8 %, dedak halus 35 %, tepung terigu 10 %, tepung daun 3,5 %, mineral 1 %, dan 0,5 premix vitamin. Semua bahan dicampur menjadi satu, kemudian tambahkan air dan aduk sampai homogen. Campuran tersebut kemudian digiling dengan mesin penggiling pelet kecil hingga terbentuk butiran-butiran kecil. Selanjutnya, pelet dijemur di bawah terik matahari hingga kering, selanjutnya siap diberikan kepada atau disimpan.

Untuk mencegah benih BAT terserang penyakit, sebaiknya benih diberi vitamin C dengan dosis 250—500 mg/kg berat tubuh selama beberapa han sebagai imunostimulan atau diberi lipo polisakarida 10 mg/i (atau probiotik lain) untuk mempertahank an stamina benih.

Kolam terpal juga harus dijaga kebersihannya agar tidak menjadi sarang penyakit. Sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam terpal dibersihkan secara rutin dengan melakukan penyiponan setiap 10—15 han sekali. Penyiponan dilakukan dengan mengg unakan slang. Ujung slang yang satu dimasukkan ke dalam kolam, sedangkan ujung yang lainnya diletakkan di tempat yang lebih rendah dan dasar kolam, kemudian sedot hingga air kolam mengalir. Sambil ujung slang di dalam kolam digeser/digerakerakkan hingga endapan kolam tersedot ke luar bersama air dasar kolam. Hal ini dilakukan di seluruh bagian kolam, sampai air yang keluar tidak mengandung endapan lagi. Jika sudah berpengalaman, sifon hanya mengeluarkan air 20—30 cm. Setelah itu, air kolam ditambah dengan air barn hingga ketinggiannya seperti semula.

Pendederan BAT berlangsung 3—4 minggu untuk menghasilkan benih mencapai ukuran 5—8 cm atau berat benih mencapai 20— 25 Wekor. Benih dan hasil pendederan digunakan untuk kegiatan pembesaran. Benih ukuran tersebut dijual dengan harga Rp. 150—180/ekor.

Bila oksigen sangat minim, misalnya < 3 ppm, maka kolam perlu diaerasi untuk menambah suplai oksigen terlarut. Bila suhu udara cukup dingin, maka di atas permukaan air dapat dipasang lampu bohiam berdaya 40—60 watt. Sebaliknya, bila suhu terlalu panas pada siang han segera lakukan pendinginan dengan memasang pelepah daun kelapa di atas kolam. Bisa pula menggunakan daun pisang.

Bila benih yang diproduksi ukurannya lebih besar, misalnya 8—12 cm atau berat 25—40 g/ekor, maka waktu pemeliharaan diperpanjang menjadi 5-6 minggu. Benih ukuran 8-12  cm dibutuhkan oleh pembudi daya untuk pembesaran di berbagai wadah budi daya, seperti kolam, kolam jaring apung, hampang maupun kolam terpal.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.