Pencegahan Penyakit Ikan Maskoki

Usaha pencegahan harus dilakukan sebelum gejala atau serangan dan penyakit atau parasit itu timbul. Cara pencegahan dianggap Iebih baik dan murah bila dibandingkan dengan usaha pemberantasan.

Adapun cara pencegahan penyakit maupun parasit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Sanitasi kolam

Sanitasi kolam biasanya dilakukan dengan menjaga kebersihan kolam dan air yang digunakan. Kolam sebaiknya dikeringkan secara berkala, bahkan jika perlu dilanjutkan dengan perlakuan bahan kimia atau pengapuran. Di samping itu sampah atau lumpur hams segera dibersihkan agar tidak mengganggu kehidupan ikan di kolam.

Pengeringan kolam biasanya dilakukan setelah selesai masa panen, yaitu selama 2 – 5 hari. Maksudnya untuk memutuskan siklus hidup org anisme penyakit atau parasit yang ada di kolam. Pada kolam dengan dasar tanah, proses pengeringan kolam sering dikombinasikan dengan pengapuran.

Pengapuran kolam dapat memberikan keuntungan ganda, yaitu mencegah keasaman kolam dan membunuh telur atau spora penyakit maupun parasit yang tidak mati selama proses pengeringan kolam. Dosis kapur yang digunakan adalah 200 gram per meter persegi dan dibiarkan selama satu minggu. Untuk memberikan efek pengapuran yang optimal sebaiknya tanah dasar kolam digali dahulu sedalam 20 cm, kemudian baru ditaburi kapur dan diaduk hingga benar-benar tercampur.

Pembuatan bak pengendap lumpur untuk menvaring air yang masuk sangat membantu dalam penyediaan air bersih, terutama jika usaha pemeliharaan ikan dilakukan dalam skala besar.

Air yang digunakan untuk mengairi kolam sehaiknya diperoleh dan sumber yang bersih, bebas dan pencemaran industri maupun sampah kota. Kadar bahan organik yang terkandung dalam air sebaiknya jangan terlalu tinggi.

Penggunaan obat-obatan dalam sanitasi kolam bertujuan untuk membunuh penyakit atau parasit ikan yang mungkin masih hidup atau terbawa oleh saluran air ke kolam. Tentu saja harus diperhitungkan agar obat-obatan yang dimasukkan ke kolam tidak membahayakan kehidupan ikan.

Obat yang telah biasa digunakan untuk mencegah serangan nenyakit atau parasit adalah Kalium Permanganat (KMnO4) dengan dosis berkisar antara 3—20 gram untuk setiap meter kubik air. Selama pembenian enyawa kimia ini, air kolam harus dibiarkan tergenang selama sehari dengan cara
menutup saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas Kalium Permanganat dalam membunuh semua organisme berbahaya yang terdapat di kolam. Dalam dunia perdagangan. Kalium Permanganat mi lebih dikenal dengan nama Permanganas Kalikus (PK).

Untuk mencegah serangan jamur terutama pada kolam penetasan petani ikan biasanya akan menggunakan methylen blue. Jamur biasanya akan menyerang telur-telur ikan terutama bila temperatur air terlalu rendah sehingga dapat menimbulkan kerugian karena telur menjadi busuk dan mati. Methylen blue juga dapal digunakan untuk mencegah serangan jamur pada induk maupun anak-anak ikan yang dipelihara.

Benih penyakit atau parasit dapat masuk ke kolam karena terbawa air, tumbuhan air atau benda maupun binatang lain yang sengaja dimasukkan sebagai hiasan. Selain itu, benih penyakit atau parasit dapat pula terbawa oleh binatang renik makanan ikan, seperti jentik nyamuk, kutu air (cadocera, daphnia), cacing, atau ulat hongkong yang biasa digunakan sebagai makananan alami maskoki.

Pada umumnya, penyakit atau parasit ikan dapat bertahan hidup di perairan yang ada ikannya, terutama di perairan yang kondisi lingkungannya buruk. Oleh karena itu agar tidak menjadi sumber penyebab menularnyain penyakit atau parasit makanan alami sebaiknya diambil dan suatu tempat yang benar-benar tidak ada ikannya. Pembudidayaan makanan alami sangat dianjurkan. sebab selain mampu mencegah terjadinya penularan penyakit atau parasit juga akan menjamin tersedianya makanan secara kontinu.

Perlakuan karantina baik terhadap makanan alami, benda ata organisme yang dimasukkan (misalnya siput atau tanaman hias) merupakan cara lain untuk mencegah penularan benih penyakit atau parasit. Diharapkan setelah dikarantina selama 1 — 2 minggu, benih penyakit atau parasit akan mati karena tidak menjumpai ikan sebagai salah satu inang  dalam sikius hidupnya. Dengan tujuan serupa, air yang akan digunakan sebagai media budidaya sebaiknya dibiarkan dahulu dalam udara terbuka in selama beberapa han.

2. Sanitasi ikan

Selain sanitasi kolam, upaya pencegahan terhadap serangan penyakit maupun parasit dapat pula dilakukan dengan cara meningkatkan sanitasi terhadap ikan. Beberapa pengusaha besar sering menggunakan teknik karantina untuk mencegah serangan penyakit atau parasit, sedangkan petani  kecil umumnya hanya melaksanakan sanitasi saja. Adapun caranya sebagai berikut:

  • Jangan mendatangkan atau memasukkan ikan dan air dan daerah yang telah diketahui terkena wabah penyakit atau parasit.
  • Ikan-ikan yang telah memperlihatkan gejala-gejala serangan penyakit atau parasit, sebaiknya segera diasingkan dan diobati secara terpisah. Sedangkan ikan-ikan yang telah parah sebaiknya dimusnahkan saja dengan cara mengubur atau membakarnya.
  • Jangan membuang air bekas mengangkut ikan ke dalam kolam, selokan atau sungai, karena dikhawatirkan mengandung bibit penyakit atau parasit yang dapat menyebar ke daerah lain.
  • Peralatan yang digunakan untuk menangkap atau mengangkut ikan harus dijaga jangan sampai mengandung organisme yang membahaya kan ikan. Sebaiknya, setelah digunakan, peralatan tersebut direndam dalam larutan Kalium Permanganat dengan dosis 1 gram per 5 atau dalam larutan kaporit 0.5 gram per meter kubik air.
  • Sebaiknya ikan-ikan yang akan dipindahkan atau dimasukkan ke koLr terlebih dahulu direndam dalam larutan Kalium Permangana der dosis 20 gram per meter kubik air selarna 30 menit.

Cara perendaman ikan di dalam larutan Kalium Permanganat dapat di lakukan dengan dua cara, yaitu di dalam bak (wadah khusus) atau langsung di kolam.

a. Di dalam bak

1) Masukkan air bersih ke dalam bak dengan perbandingan 1: 4: tinya setiap 100 gram berat maskoki memerlukan air seban..i 4 liter.

2) Masukkan 1 gram KMnO4 ke dalam 50 liter air atau 20 gram k dalam 1 meter kubik air, untuk membuat larutan dengan kepeka:a n 20 ppm.

3) Selanjutnya ikan direndam dalam larutan tersebut selama 30 nitn it. Selama perendaman harus selalu diamati apabila terlihat ada gejala keracunan, ikan segera diangkat dan dimasukkan ke bak yang airnya bersih.

4) Setelah direndam, ikan segera diangkat dan dipindahkan ke ko1a pemeliharaan. Apabila dianggap perlu, perendaman dengan KMn4 dapat diulang setelah 3 — 4 hari kemudian.

b. Di dalam Kolam

1) Hitunglah volume air yang ada di kolam dengan cara mengukur panjang dan lebar kolam serta ketinggian air.

2) Untuk perendaman di kolam digunakan dosis KMnO4 yang lebih rendah, yaitu 3 ppm. Larutan tersebut dapat dibuat dengan melarutkan 3 gram KMnO4 per meter kubik air. Setelah diketahui volurme air yang ada di kolam, maka dapat dihitung berapa gram KMnO yang diperlukan. Mula-mula KMnO4 tersebut dilarutkan ke dalam 10 liter air, selanjutnya larutan tersebut disebarkan secara merata ke seluruh permukaan air di kolam. Sebelum penyebaran KMnO4, pintu pemasukan dan pengeluaran air hendaknya ditutup dahulu agar air kolam menjadi tergenang.

3) Masukkan ikan yang akan direndam dan biarkan selama 24 jam 1. sambil terus diamati. Bila terlihat ada gejala keracunan, saluran pemasukan air segera dibuka agar konsentrasi KMnO4 di kolam T menjadi turun. Jika dianggap perlu, perlakuan mi dapat diulang kembali 3 — 4 han kemudian.

3. Pemberian makanan bergizi

Cara lain untuk mencegah serangan penyakit atau parasit terhadap ikan , adalah dengan menjaga kondisi ikan agar selalu dalam keadaan sehat dan a memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Hal mi dapat dilakukan dengan memb erinya makanan bergizi dan mengandung cukup vitamin yang dibutuhkan untuk menambah daya tahan tubuh.

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.