Penanganan Gurami Tetap Segar Untuk Pengiriman

Gurami termasuk bahan makanan yang mudah rusak (perishable food products). Oleh sebab itu, kesegaran gurami harus dijaga, mulai dari pemanenan hingga pengolahan.

Aktivitas perusakan oleh mikroorganisme pada gurami biasanya terjadi selama penyimpanan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Penyebab kerusakan akibat mikroorganisme di antaranya sebagai berikut.

  • Suhu penyimpanan gurami tidak tepat.
  • Waktu penyimpanan relatif lama.
  • Penyampuran berbagai jenis ikan dalam satu wadah sehingga terjadi kontaminasi.
  • Sanitasi tidak memadai.
  • Ukuran wadah penyimpanan tidak sesuai dengan ukuran gurami
  • Tempat dan ventilasi penyimpanan yang kurang tepat.

Sampai ditempat pengolahan, gurami sebaiknya segera diolah. Jika tidak segera diolah, diperlukan penanganan untuk menjaga mutu ikan agar tidak cepat rusak. Terdapat dua cara penanganan untuk menjaga kesegaran gurami, yaitu penanganan dengan cara rantai hidup (ikan dalam keadaan hidup) dan penanganan rantai dingin (cold chain system).

penanganan dengan cara rantai hidup yaitu penanganan ikan yang masih dalam keadaan hidup. Artinya, ikan yang dikirim masih dalam keadaan hidup.

Penanganan rantai dingin yaitu penerapan teknik pendinginan (0-4oC) terhadap ikan secara terus-menerus. Penanganan rantai dingin ini dilakukan tanpa terputus sejak pemanenan, penanganan, pengolahan, distribusi, hingga produk sampai ke tangan konsumen. Penanganan sistem rantai dingin harus memenuhi syarat berikut.

  • Suhu ikan selama penanganan hingga ke tangan konsumen tidak bileh lebih dari 4c.
  • Teknologi dan peralatan yang di gunakandapat menjaga suhu ikan agar tidak lebih dari 4c.
  • Prosedur beku yang harus di taati agar suhu ikan tidak lebih dari 4c.

Kesegaran ikan gurami yang di simpan pada suhu Oc bertahan hingga 16hari. Pada suhu 10 c, kesegaran ikan mampu bertahan hingga 6 hari. Sementara suhu 20 c, hanya bertahan sekitar 2hari.

Penanganan rantai dingin bisa di lakukan dengan menggunakan es atau freezer. Cara yang paling mudah dan murah yaitu menggunakan es batu, baik dalam bentuk bongkahan, balok, pecahan, maupun curah. Perbandingan ideal antara es dengan ikan adalah 1:1. Perbandingan tersebut harus di jaga dari waktu ke waktu. Es yang mencair harus segera di ganti dengan es yang baru dalam jumlah yang sama.

Dalam hal mendinginkan, es curah lebih efektif di banding es balok. Tetapi es curah lebih cepat mencair. Semakin kecil butiran es, semakin kecil kemampuan mendinginkannya dan semakin mudah mencair. Selain bentuk es, tempat yang di gunakan juga berpengaruh terhadap kecepatan pencairan es. Tempat yang mempunyai sifat insulator yang tinggi akan menghambat proses pencairan es.

Hal yang perlu di perhatikan saat pengiriman adalah kondisi daerah, yang terkait erat dengan cuaca. Pada cuaca panas jumlah es yang di gunakan otomatis akan lebih banyak. Selain cuaca, jarak tempuh juga perlu di perhatikan. Semakin jauh jarak tempuhnya, maka jumlah es yang di butuhkan juga lebih banyak.

Tempat yang dapat di gunakan untuk mempertahankan mutu ikan antara lain:

  • Bloong (drum dari plastik) berisi es
  • Kotak pendingin yang terbuat dari polystyrene
  • Kotak berinsulasi
  • Ruang pendingin
  • Refrigator dan braine chilling.

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.