Penanganan Burayak

Diposkan oleh : / On Cupang

a. Pencatatan

Dua hari hari setelah pemijahan, bila kualitas airnya sesuai, telur-telur akan menetas. Larva bergerak dan berwarna hitam. Saat tersebut pencatatan perlu dilakukan untuk memudahkan evaluasi keturunan. Hal-hal yang perlu di catat diantaranya pencatatan tentang jenis kedua induk, banyaknya telur atau burayak, perkembangan burayak, penyakit yang mungkin menyerang, dan perbandingan kelamin yang dihasilkan burayak. Sementara itu, pakan yang bisa diberikan berupa kuning telur yang direbus dan diremas dengan air kemudian ditebarkan ke burayak berumur tiga hari atau di berikan kutu air saring dan artemia. Setelah berumur 20 hari, burayak bisa diberi jentik nyamuk (cuk), kutu air, dan cacing sutra. Cacing sutra atau cacing darah (bloodworm) dapat membantu mempercepat pertumbuhan anakan cupang.

b. Pendederan

Setelah burayak berumur dua minggu sebaiknya segera dipindahkan ke kolam atau akuarium pendederan. Sebelum dilakukan pendederan, kolam harus dibersihkan lebih dulu. Usahakan kolam pendederan berada diruang terbuka dan cukup mendapatkan cahaya matahari. Buat naungan diatas kolam tambahkan tanaman air di kolam pendederan, seperti,eceng gondok, kiambang, atau ganggang air.

Ketinggian air disarankan 3/4 dari tinggi bak. Pemindahan burayak ke kolam pendederan sebaiknya dilakukan dengan menuangkan seluruh isi akuarium pemijahan ke dalam kolam pendederan secara perlahan-lahan agar ikan tidak mengalami stres. Pemeliharaan di kolam pendederan berlangsung selama satu bulan sebelum dipindahkan lagi ke kolam pembesaran atau akuarium soliter. Jika ditempatkan di akuarium atau kolam pembesaran dibutuhkan waktu dua minggu pemeliharaan, lalu ikan dipindahkan ka akuarium soliter berukuran 15 x 15 x 20 cm.

c.   Pemeliharaan Di Akuarium Soliter

Setelah anak-anak cupang berumur sekitar 1,5 bulan, perawatannya bisa dilakukan di akuarium soliter, khususnya untuk cupang yang berkelamin jantan. Cupang betina bisa tetap dibiarkan di kolam pendederan atau pembesaran dan dipelihara secara bersama-sama. Jika cupang betina dipelihara bersama sejak kecil dengan perlakuan yang hati-hati terhadap airnya, cupang betina akan hidup berdampingan dengan damai tanpa berkelahi. Berbeda dengan cupang jantan yangkarena sifat agresifnya harus segera dipindahkan ke akuarium soliter, agar siripnya tidak sobek atau rusak.

d.   Pemberian Pakan

  • Pemberian pakan sangat penting demi kelangsungan hidup cupang
  • Pakan burayak dapat berupa pakan alami seperti kutu air, infusoria, microworm, artemia, vinegar eel, atau pakan buatan seperti pelet
  • Pemberian pakan jangan berlebihan untuk mencegah polusi dan kontaminasi. Sebaiknya, pakan habis disantap dalam lima menit.
  • Pakan cupang dewasa dapat berupa kutu air, cuk, cacing darah, cacing sutera atau pakan buatan seperti pelet.

e. Pemanenan Dan Pengemasan Cupang

  • Ikan cupang mulai dapat dipanen pada umur 1,5-2 bulan.
  • Pemanenan ikan sekaligus menyortir cupang jantan dan betina.

Tahapan Perkembangan Tubuh Burayak

jika pakan yang diberikan memenuhi kwalitas gizi, tahapan perkembangan tubuh ikan cupang akan tercapai maksimal.

  • Telur:  garis tengahnya 0,30 cm.
  • Umur 1 hari setelah menetas: panjang tubuh 0,25 cm ( diukur dari ujung kepala sampai pangkal ekor).
  • Umur 1 minggu: panjang tubuh 0,50 cm.
  • Umur 2 minggu: panjang tubuh 0,75 cm.
  • Umur 3 minggu tua: panjang tubuh 0,85 cm.
  • Umur 5 minggu: panjang tubuh rata-rata 1,5 cm.
  • Umur 6 minggu: panjang tubuh rata-rata 2 cm.
  • Umur 7 minggu: panjang tubuh rata-rata 2 cm
  • Umur 8 minggu: panjang rata-rata 3,9 cm.
  • Umur 10 minggu: panjang rata-rata 3,9 cm.
  • Umur 10 minggu: panjang rata-rata 4,25 cm.
  • Umur 11 minggu: panjang rata-rata 4,75 cm.
  • Cupang jantan dimasukkan ke dalam wadah soliter, satu tempat satu ekor.
  • Beberapa cupang betina dapat disatukan dalam satu wadah.
  • Perawatan cupang sangat tergantung pada kebersihan airnya. Kotoran di siphon setiap hari dan air yang berkurang ditambah.
  • Pemberian pakan sehari dua kali pagi dan sore hari.
  • Kerusakan sirip dan mulut dapat dicegah dengan pemberian sekat di antara dua akuarium soliter yang berisi cupang jantan dewasa agar cupang tidak selalu ngedok.

Perawatan Burayak

 

Klik Di Sini Halaman Penjualan Ikan Cupang

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.