Pemijahan Ikan Mujair

Pemijahan dan penetasan telur ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada kolam pemijahan, sehingga tidak memerlukan lingkungan pemijahan secara khusus. Hal yang perlu dilakukan petani ikan adalah penyiapan media pemeliharaan seperti pengerikan, pengapuran dan pemupukan kolam. Ketinggian air di kolam dipertahankan sekitar 50 cm.

Calon induk ikan mujair dipilih dari kolam pembesaran. Pemilihan induk ikan mujair dilaksanakan pada setiap turunan. Dari satu turunan dipilih beberapa ekor ikan mujair yang paling baik, kemudian anak-anaknya dipilih kembali yang baiknya. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang sehingga diperoleh benihn ikan mujair yang unggul. Ikan mujair hasil seleksi tersebut jangan dikawinkan dengan ikan mujair yang tidak unggul.

Induk ikan mujair jantan dan induk ikan mujair betina selanjutnya dipelihara dalam kolam induk yang terpisah untuk memudahkan dalam penyelesaian dan menjaga agar tidak terjadi pemijahan liar di luar kegiatan yang dilaksanakan oleh petani ikan.

Warna badan mujair pada umumnya abu-abu kehijau-hijauan, kecoklat-coklatan atau kehitam-hitaman, bergantung pada keadaan lingkungannya. Kalau lingkungannya cokelat keruh, kolam tidak subur, mereka menyesuaikan warna badannya menjadi kecokelat-cokelatan. Kalau airnya hijau, seperti di kolam yang subur, tubuh ikan mujair akan berwarna kehijau-hijauan sesuai dengan lingkungannya. Demikian pula, kalau lingkungannya biru gela seperti danau yang dalam, warnanya akan kehitam-hitaman.

Dalam masa berahinya, ikan mujair betina menjadi berwarna pucar keabu-abuan sedangkan ikan mujair jantan menjadi lebih hitam gelap. Rahang dan pipi bawahnya putih kuning, sedangkan sirip dada, punggung dan ekornya mempunyai tepi merah merona.

Masa berahi itu datang setelah mereka berumur 3 bulan dan mencapai ukuran 8-10 cm. Ciri-ciri ikan mujair yang telah matang untuk dikawinkan adalah warna badannya hitam kelam dan bagian dagu berwarna putih.

Untuk kelamin mujair jantan adalah alat kelaminnya meruncing berwarna putih bersih, ujung sirip ekor dan sirip punggung berwarna merah cerah. Induk yang paling siap untuk memijah adalah induk yang berumur 7-10 bulan dengan bobot badan sekitar 500 gram. Induk yang sidah memijah 6 kali harus diafkir karena telurnya kurang baik. Pemijahan dapat dilakukan di kolam dengan luas 10-15 meter persegi dengan kedalaman air 50 cm untuk 1-2 pasang induk. Ikan mujair jantan akan mencari tempat yang bagus, yang akan digunakan. Tempat itu dipertahankannya. Semua ikan lain akan dihalau, dan kalau sudah aman, ikan mujair jantan akan menggali lubang di dasar kolam, untuk dijadikan tempat perkawinannya.

Mula-mula, ikan jantan yang hendak menggali lubang itu menurunkan kepalanya tegak luruskebawah untuk mengambil pasir atau lumpur dari dasar kolam. Kemudian,ia bergerak ke atas sebentar, untuk mendatarkan badannya kembali, sebelum ia meludahkan pasir dalam mulutnya itu ke tempat lain. Ia melakukan penggalian dan penyemburan pasir demikian sampai akhirnya terjadi lubang yang bergaris tengah kurang lebih 15 cm. Di danau atau rawa, lubang itu bergaris tengah 30 m karena ikan mujairnya memang bisa tumbuh lebih besar.

Sesudah menggali lubang, ikan mujair jantan akan memburu ikan mujair betina,. Kalau ikan mujair betinanya sudah dewasa dan telur-telurnya sudah masak dalam kandungan, pemijahan atau perkawinan dapat terjadi. Ikan itu akan saling melingkarkan badannya kedalam, atau kadang-kadang agak diatas lubang.

Setelah ikan jantan menyentak-nyentak seperti terkejut kemudian menyodorkan hidungnya ke dalam bagian perut ikan betina, ikan betina akan segera mengeluarkan sekelompok telur. kemudian, ikan mujair betina akan memutar badannya untuk mencakup sekelompok telur itu dengan mulutnya sendiri, supaya ia dapat dibuahi oleh ikan jantan, ketika ia berenang mengikutinya dari belakang. Sambil mengikuti ikan mujair jantan di belakang inilah, telur dalam mulutnya akan dibuahi oleh sperma ikan mujair jantan yang akan dikeluarkan ke dalam air di daerah atas lubang perkawinan.

Setelah dua minggu, induk ikan mujair dapat diambil dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk. Benih yang dihasilkan tetap dipelihara di kolam pemijahan. Dapat pula benih ikan mujair yang dipindahkan ke kolam pendederan setelah beberapa hari menetas. Ciri-ciri adanya pemijahan, yaitu terbentuknya lekukan-lekukan berdiameter 30-50 cm bulat di dasar kolam pemijahan.

Pemijahan ikan mujair bisa dilakukan secara induced spawning. Caranya induk betina disuntik hormon LHRH-a sebanyak 3 g/kg atau ovaprim 0,75 ml/kg. Induk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2 g/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7% NaCI.

Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikkan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikkan kedua 2/3-nya. Induk yang sudah disuntik dimasukkan ke dalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama pemijahan, air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3-6 jam setelah penyuntikkan kedua.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.