Pemijahan Ikan Koi

Kian koi kini mulai di minati banyak kalangan di indonesia, tentu membuka peluang untuk mencoba membudidayakan ikan koi, harga ikan koi ini sangat bagus di pasaran dan terbilang cukup mahal. Bagi anda yang ingin mencoba menghasilkan bibit sendiri kami akan ulas sedikit cara pemijahan ikan koi.

Pemijahan Ikan Koi

Persiapan Kolam

Kolam yang dipersiapkan untuk pemijahan ikan koi berukuran 4×6 meter. Induk dimasukkan di kolam pemijahan pada sekitar pukul 16.00 dan akan mulai memijah tengah malam. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakang. Makin lama gerakan mereka makin seru. Induk jantan menempelkan badannya ketika mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dengan sesekali meloncat ke udara.

Air

  • Air yang digunakan dalam proses pembenihan haruslah air yang kualitasnya bagus, yang sesuai dengan selera ikan. Biasanya air yang digunakan adalah air dari sumber/air pengeboran. Isi air dengan kedalaman antara 30 cm (minimum) s/d 60 cm (maksimum).
  • Siapkan air, beri aerasi dan atau semburan dengan pompa air dan diamkan minimal 3 hari tiga malam (3 X 24 jam), akan lebih bagus bila tumbuh lumut di dinding kolam. Siapkan ijuk yang telah digapit bambu dan letakan melayang dalam air.

Penyediaan Media Penempel Telur

Ada beberapa media yang bias digunakan untuk menempelkan telur, antara lain:
  1. Ganggang
  2. Enceng gondok
  3. Kelambu
  4. Ijuk yang digapit dengan bamboo

Persiapan Pemilihan dan Karantina Induk

  • Umur minimal 7-8 bulan dan ukuran minimal 35 cm.
  • Induk jantan bila dilihat dengan mata akan terlihat relatif lebih panjang dan perutnya tidak buncit. Sirip depan kasar dan lebih lincah.
  • Induk betina bila dilihat dengan mata akan terlihat pendek dan buncit perutnya, gerakan lamban dan sirip depan halus. Perut induk betina bagian bawah bila dipegang cenderung lunak / empuk itu pertanda induk tersebut siap bertelur.
  • Siapkan 1 ekor induk betina dan 3 – 5 ekor induk jantan dengan perbandingan berat 1 : 3.
  • Induk jantan dan betina dipisah / dikarantina (tanpa dicampur dengan ikan lain).
  • Induk jantan tidak perlu diberi makan selama karantina, sedang induk betina diberi makan seperti biasa.
1. Pemijahan/Pencampuran Induk Jantan & Betina

Setelah dikarantina selama 3 hari 3 malam (3 X 24 jam) maka induk jantan dan induk betina dicampur dalam kolam pemijahan yang telah disiapkan. Pencampuran induk tersebut biasanya dilakukan antara jam 16.00 s/d 18.00 sore hari.
Kolam pemijahan ditutup dengan jala agar ikan tidak lompat keluar kolam dan dibiarkan sampai besok paginya.

2. Pengangkatan Induk dari Kolam

Sekitar jam 05.00 pagi hari, periksa ijuknya. Bila ada telurnya, segera angkat induk jantan dan betinanya. Bila belum ada telurnya, biasanya dikarenakan induk betinanya belum siap dipijah. Lakukan ulang / diulang prosedur: Persiapan, Pemilihan & Karantina Induk.

3. Pemeliharaan dan Penetasan Telur
  • Setelah induk jantan dan betina diangkat, biarkan saja kolam pemijahan tersebut selama 3 hari 3 malam. Selelah 3 hari 3 malam, telur akan dinyatakan menetas semua. Setelah menetas, jangan diberi makan selama 4 hari 4 malam.
  • Air jangan diganti, tetapi ditambah. Lakukan penambahan air bila air surut, tidak perlu diberi semburan air / aerasi.

Pemberian pakan

Pemberian pakan dilakukan setelah induk diangkat ditambah 7 hari 7 malam, atau setelah 4 hari 4 malam telur dinyatakan menetas semua.
Pakan yang diberikan adalah cacing sutra. Sering dan tidak berlebihan. Pemberian pakan idealnya 5 kali sehari (jam 05.00, jam 09.00, jam 13.00, jam 17.00 dam jam 21.00).

4. Pemeliharaan Burayak
  • Kedalaman kolam minimal 30 cm dan maksimal 60 cm. Air jangan diganti, tetapi ditambah. Lakukan penambahan air baru setiap hari 10% s/d 30% dari volume yang ada dan tambahkan air baru bila air surut, tidak perlu diberi semburan air / aerasi.
  • Pemberian pakan harus sering dilakukan, bila perlu siang & malam. Bila habis di beri lagi (tapi jangan berlebihan). Pakan yang diberikan adalah cacing darah dan ingat, jangan berlebihan.
5. Seleksi Umur (umur 45 hari)

Setelah selama 45 hari burayak ikan dibari pakan cacing, dapat diseleksi dan dapat dipindahkan. Bila perlu sistem air bisa menggunakan filter, diberi aerasi dan semburan air.
Pemberian pakan dapat diberikan pakan koi yang mengandung protein tinggi.
Pada umur 45 hari seleksinya adalah seleksi ukuran. Disini masuk 2 ukuran :

a. yang besar / bongsor dicampur yang besar / bongsor
b. yang kecil dicampur dengan yang kecil.

Yang besar bisa masuk Seleksi Warna (setelah 45 hari lagi). Sedang yang kecil mengulang masuk Seleksi Ukuran selanjutnya setelah 45 hari lagi atau dibuang.

6. Seleksi Warna, umur 90 hari

Hasil Seleksi Ukuran, pada umur 90 hari mulai dapat dimasukan ke tahap Seleksi Warna.
Disini terbagi menjadi 2 kelas :
Warna pekat menjadi pilihan seleksi yang nantinya setelah 45 hari lagi akan masuk ke Seleksi Pola
Sedangkan warna tidak pekat menjadi kelas Kropyok. Biasanya kelas Kropyok ini yang dibuang / dikonsumsi oleh para petani ikan koi.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

2 thoughts on “Pemijahan Ikan Koi

  1. Mas Anto

    kurnia

    Untuk pemijahan ikan koi seperti diatas apakah sama untuk semua jenis ikan koi? Dan untuk persilangan indukan ikan koi dari jenis berbeda dengan kulitas yang bagus apakah menghasilkan keturunan yang berkulitas bagus juga?

    Reply
  2. Mas Anto

    hendra hudian

    mau tanya apakah ikan koi sejenis dengan ikan komet, lalau kalau ikan koi 2 ekor dimasukan kedalam kolam ikan komet berpengaruh baik atau buruk kedada kedua jenis tersebut terima ksih

    Reply

Leave a Reply to hendra hudian Cancel reply

Your email address will not be published.