Pemijahan Ikan Gurami

Pemijahan ikan gurami secara alami dapat di lakukan di kolam pemijahan atau di kolam umum. Prinsip yang di gunakan dalam pemijahan ikan gurami secara alami yaitu mengondisikan pemijahan yang di lakukan di perairan alam ke dalam kolam atau ketempat yang sudah mengalami rekayasa. Oleh sebab itu, kondisi lokasi pemijahan di sesuaikan dengan kondisi alam.

Kolam pemijahan bisa di buat dengan ukuran tidak terlalu besar agar pengontrolannya relatif mudah. Untuk 1-3 induk betina, digunakan kolam dengan luas 25-30 cm2 dengan kedalaman air sekitar 80-100 cm. Namu, ukuran kolam pemijahan sekaligus ukuran kolam pemeliharaan satu induk betina membutuhkan kolam seluas 35-40 m2.

Kolam perlu di bersihkan dari kotoran seperti, lumut air mengapung, ranting daun, dan rerumputan yang menganggu dan yang melekat di dasar kolam bisa di biarkan saja. Pematang yang di buat harus terbebas dari kebocoran agar tidak membuang banyak air.

Untuk menghindari serangan hama dan penyakit serta membuang gas-gas yang membahayakan maka tanah kolam perlu di olah terlebih dahulu.  Jika dasar kolam terbuat dari tanah, pengolahan di lakukan dengan cara mencangkul, membalikkan dan meratakan tanah dasar kolam. Selanjutnya tanah dasar kolam di keringkan selama kurang lebih 3-4 hari untuk menstabilkan PH. Tanah dasar di taburi kapur sebanyak 150 – 250 kg/ha. Pemupukan dapat di lakukan untuk menyuburkan media budiaya seperti perlakuan kolam seperti perawatan induk gurami.

Setelah pengolahan tanah selesai, kolam di isi air hingga kedalaman 60cm dari dasar kolam. Pada tahap ini, induk sudah dapat di masukan. Pengisian air terus di lakukan hingga kedalaman air mencapai 1 – 1,5 meter. Pengisian air setelah tanah dasar di keringkan akan merangsang induk gurami cepat memijah.

Sosok Sarang Gurami

Sosok Sarang Gurami Dari Bambu

Proses pemijahan dapat di percepat dengan bantuan tangan manusia, salah satunya yaitu membantu menyediakan sarang pemijahan. Sarang di perlukan karena secara alami gurami memijah dengan membuat sarang yang mirip dengan sarang burung. Oleh sebab itu, sarang yang di buat di usahakan mirip dengan aslinya.

Biasanya sarang buatan di buat dari bambu (sosog). Sarang di letakan agak jauh dari pematang sedangka mulut sarang di pasang menghadap ke arah samping. Penempatan sarang di lakukan pada ke dalaman sekitar 20-30 cm daari permukaan air. Agar lebih bersih, ijuk perlu di cuci dan di keringkan terlebih dahulu. Pemasangan sarang buatan di lakukan sebelum pengisian air atau bersamaan dengan waktu mengalirkan air ke kolam.

Pemindahan induk gurami jantan dan betina ke dalam kolam pemijahan sedapat mungkin di lakukan secara hati-hati. Induk di bawa dengan posisi di dalam air atau dalam wadah yang berisi air. Jangan sampai induk terjatuh atau terluka karena goresan. Agar tidak meronta ketika di bawa, sebaiknya induk di balut dengan papah pohon pisang dan di tali tetapi di basahi terlebih dahulu.

Perbandingan induk gurami jantan dan betina di sesuaikan dengan sifat biologis. Induk gurami betina lebih besar dari induk gurami jantan. Selain itu, induk jantan lebih agresif daripada induk betina pada waktu memijah. perbandingan yang sering di lakukan berdasarkan dari bobot induk, berapa kali lipat antara induk jantan dan induk betina. Seekor induk jantan berbobot 4 kg dan melayani 2 induk betina berbobot 2 kg. perbandingan induk yang sering di lakukan yaitu 1 induk jantan dengan 2 induk betina. Perbandingan induk jantan dan betina di lakukan agar pemijahan lebih efektif dan kuantitasnya lebih banyak. Namun, jika induk betina memiliki bobot hampir sama dengan induk jantan dan induk sudah memiliki kualitas pemijahan perbandingan induk dapat di lakukan 1:1 satu banding satu layaknya pasangan manusia 😀 .

Setelah sarang pemijahan siap, pemijahan akan terjadi 2 hari kemudian. Biasanya, pemijahan terjadi antara pukul 14.00 – 17.00. Setelah bercumbu 😀  induk betina akan melepaskan telurnya ke sarang yang telah di buat dan induk jantan menyemprotkan spermanya hingga terjadi pembuahan. Jika ada telur yang jatuh, induk jantan akan mengambil menggunakan mulutnya dan menghembuskannya ke dalam sarang.

Proses pemijahan biasanya berlangsung 2-3 hari. Pada waktu pemijahan, tercium bau amis dan muncul gelembung-gelembung minyak di permukaan air dekat sarang. Selama pemijahan berlangsung, induk jantan akan menjaga sarang tersebut. Sarang kemudian di tutup dan selanjutnya di jaga oleh induk betina. Di depan sarang, induk betina mengibas-ngibaskan ekornya untuk menambah kadar oksigen di sekitar sarang.

Adanya telur telur juga dapat di ketahui dari bau amis dan gelembung lemak yang muncul di permukaan air. Jika gelembung lemak tidak terlihat di permukaan, tusukan lidi/bambau/kayu pada sarang. Jika selanjutnya butiran lemak muncul, berarti telah terdapat telur di dalam sarang.

Setelah induk jantan dan betina menjalankan tugasnya, yaitu memijah dan merawat telurnya hingga menetas menjadi larva, pisahkan ke duanya untuk di istirahatkan. Hal ini di maksudkan untuk memperpanjang periode pemijahan. Pemijahan yang terjadi dalam periode pendek sering menghasilkan telur yang berkualitas rendah, lemah dan kurang baik. Masa yang baik untuk istirahat induk jantan selama 3bulan dan induk betina selama 6 bulan. Dalam keadaan normal, induk gurami dapat di pijahkan 3-5bulan sekali. Induk gurami yang telah di pijahkan lebih dari 7 kali lebih baik di ganti karena fekunditasnya telah mengalami penurunan dan akan mengalami kualitas benih yang kurang baik.

Induk gurami betina berbobot 2-2,5 kg mampu menghasilkan telur sekitar 1,500 – 2,500 butir per kg bobotnya. Semakin besar induk betina maka semakin besar juga fekunditasnya. Setelah lebih dari sepuluh hari setelah sarang di tutup larva gurami mulai keluar dari sarangnya dan berenang mencari makanan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

One thought on “Pemijahan Ikan Gurami

  1. Pingback: Produktivitas Penetasan Telur Ikan Gurami | Penyedia bibit ikan air tawar murah

Leave a Reply

Your email address will not be published.