Pemeliharaan Ikan Mujair

Benih yang ditebarkan dalam pemeliharaan perlu divaksinasi untuk mencegah penyakit yang diakibatkan bakteri. Sebelum ikan mujair ditebarkan, ikan mujair yang berumur 2 minggu dimasukkan ke dalam larutan formalin dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi, mujair akan kebal selama 6 bulan.

Pencegahan penyakit lainnya yang diakibatkan bakteri dilakukan dengan menyutik ikan mujair. Gunakan tetramycin 1 cc setiap 1 kg induk ikan mujair yang dipelihara. Pencegahan penyakit dilakukan dengan cara merendam ikan mujair dalam larutan malachite green oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit.

Pengontrolan kolam dilakukan setiap hati, paling tidak pada saat pemberian pakan. Sambil memberi pakan, perhatikan keadaan kolam, apakah ada hama, apakah air tidak lancar atau ada kebocoran pada pematang kolam. Beri pakan tambahan ampuran, dari bekatul, jagung dan cincangan daging bekicot dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Ikan mujair tidak menolak pakan tambahan. Agar tidak terbawa arus dan angin, pakan tambahan diikat dengan tali rapia dan ditempatkan di pinggir pematang.

Pemeliharaan pembesaran ikan mujair dapat dilakukan secara polikultur atau pemeliharaan satu jenis ikan maupun monokultur, yaitu pemeliharaan di kolam dengan beberapa jenis ikan.

1. Polikultur

Apabila pada sistem pemeliharaan monokultur, ikan yang ditanamkan pada sebuah kolam hanya berisi ikan mujair, pada pemeliharaan campuran atau disebut pemeliharaan polikultur, ikan yang dipelihara dalam kolam adalah ikan mujair bersama ikan nila (Oreochromis niloticus) atau ikan lainnya dalam satu kolam pembesaran.

Ikan nila asal Afrika, yang dikenal sebagai ikan pengeram anaknya di dalam mulut (mouth brooder), dapat dikombinasikan dengan ikan mujair, karena ikan nila mempunyai keistimewaan yaitu taha terhadap kadar oksigen rendah, serta mampu hidup berdesak-desakan. Kepadatan ikan pada pemeliharaan polikultur berbeda dengan kepadatan penebaran ikan pada pemeliharaan monokultur.

Untuk benih ikan mujair yang beratnya 1-3 gram per ekor dan ikan nila yang beratnya 10 gram per ekor, penebarannya sebanyak 3 ekor ikan mujair dengan 2 ekor ikan nila setiap meter persegi. Perbedaan berat awal ikan yang dipelihara dilakukan secara sengaja agar ikan mujair tidak saling memangsa. Jika luas kolam yang digunakan 50 meter persegi, pada penebaran untuk ikan mujair sebanyak 150 ekor dan ikan nila sebanyak 100 ekor.

Pemeliharaan dengan sistem polikultur dapat terdiri dari ikan mujair 50%, ikan tawes 20% dan ikan mas 30%, atau ikan mujair 50%, ikan gurame 20% dan ikan mas 30%.

Semakin luas kolam penanaman ikan, semakin padat penebaran ikannya. Sebelum benih ikan ditebarkan ke dalam kolam, lakukan langkah-langkah persiapan. Adapun tinggi air yang dikehendaki, yaitu antara 80-100 cm.

Agar tidak kekurangan makanan, di dekat pintu pemasukan air dibuat kotak tempat kompos. Kotak ini dibuat dari bilah bambu dengan diameter 1,5-2 meter. Kemudian, di dalamnya dimasukkan rumput, sisa dapur, jerami dan bagian atasnya diberi pemberat batu agar tidak terbawa air di tengah kolam.

Selain memanfaatkan makanan alami, ikan mujair diberi makanan tambahan yang cukup untuk memacu pertumbuhannya. Dalam masa pemeliharaan 4-6 bulan diharapkan didapat hasil dua jenis ikan sekaligus, yaitu ikan mujair dan ikan nila.

2. Monokultur

Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan induk betina. Penebaran benih ikan harus dilakukan secara merata di seluruh areal kolam hingga kawanan benih berpencar ke seluruh kolam. Apabila penebaran benih ikan mujair dilakukan di satu tempat, benih ikan mujair sulit untuk mengenali daerah baru di dalam kolam pembesaran.

Selama masa pemeliharaan pembesaran, selain memanfaatkan pakan yang terbuat secara alami yang tumbuh lewat pemupukan, ikan mujair dapat diberi pakan tambahan berupa dedak halus atau bekatul yang dicampur ikan rucah, atau bekicot. Selain pakan tambahan, ikan mujair dapat diberi pakan lainnya, seperti jagung, bungkil kedelai, bungkil kacang, bungkil kelapa atau sisa-sisa dari rumah tangga.

Jumlah pakan yang diberikan setiap hari sebanyak 5-10% dari bobot total ikan yang ditanamkan,  terutama untuk ukuran ikan mujair kurang dari 100 gram. Untuk ikan mujair berukuran lebih dari 100 gram, jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5% per hari. Jika jumlah ikan di kolam sekitar 100 kg, pakan yang diberikan sebanyak 3-5 kg. Pakan diberikan tiga kali, yaitu pagi, siang dan sore hari menjelang magrib. Lama masa pemeliharaan pembesaran berkisar antara 4-6 bulan. Pada pemeliharaan tersebut, ikan mujair dapat mencapai berat rata-rata 200-300 gram/ekor, dengan panjang antara 15-20 cm.

Dedak halus sebanyak satu liter, dapat diberikan untuk 20.000 ekor ikan mujair dengan ukuran 1-3 cm, atau 12.000 ekor ikan mujair dengan ukuran 3-5 cm atau 8.000 ekor dengan ukuran 5-8 cm atau 4.000 ekor dengan ukuran ikan 8-10 cm. Dedak sebanyak itu diberikan dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari.

Apabila tingkat produktivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang, berikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan mujair secara komersial. Dapat juga diberi makanan yang berupa pelet yang berkadar protein 20-30%, dua kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari.

Di samping itu, kondisi pakan dalam perairan tersebut harus sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada, yaitu selain pakan dari media dasar, perlu diberi makanan tambahan berupa hancuran pelet atau remah dengan dosis 10% dari berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari.

Dalam pemeliharaan ikan mujair di dalam kolam, hal yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak teremari atau teracuni oleh zat beracun. Baik dari luar aliran air, maupun dari dalam kolam yang berbentuk karena pembusukan daun yang banyak jatuh ke kolam.

Di dalam kolam pemeliharaan anak-anak ikan mujair dibesarkan lebih lanjut dengan jasad-jasad renik pakan alami yang harus tersedia dengan cukup. Untuk mengusahakan hal ini, kolam pembesaran ikan mujair dibangun 5 kali lebih luas daripada kolam pemijahan. Kalau tidak dibuat demikian, harus diberi pakan tambahan berupa dedak halus, supaya tidak banyak anak ikan mujair yang mati.

Setelah menbarkan benih ikan mujair, tahap berikutnya adalah pemeliharaan ikan mujair, dalam pemeliharaan ikan mujair, petani ikan tinggal mengawasi saja kalau-kalau ada gangguan yang mengancam. Sementara itu, agar ikan mujair tidak kekurangan pakan, kolam dipupuk dengan urea dan TSP, pupuk buatan ini mudah larut dalam air sehingga dapat mendorong pertumbuhan plankton yang merupakan pakan alami.

Untuk setiap 1 ha kolam dibutuhkan 1 kuintal urea dan 1 kuintal TSP, pupuk itu tidak ditaburkan begitu saja ke dalam kolam, melainkan dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik yang berukuran 2 kg. Pupuk urea 1 kg dan pupuk TSP 1 kg campur homogen dan dimasukkan ke dalam plastik, yang diikat rapat-rapat, kemudian plastiknya ditusuki, sehingga berlubang-lubang kecil. Kemudian, kantong diikatkan pada sebuah tongkat bambu yang ditancapkan ke dasar kolam, sehingga kantongnya terendam pada air dekat permukaan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.