Pemeliharaan Ikan Mas Di Jaring Apung KJA

Beberapa Sifat Ikan

Budidaya ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu budidaya di kolam secara intensif, budidaya di sawah, budidaya di dalam karamba, dan budidaya di parit-parit. Ikan mas dan ikan nila dapat dipelihara dalam kantong jaring terapung pada waduk, bendungan dan danau.

Makanan alami ikan mas adalah avertebrata air dengan larva Chironomus, sp. Sebagai pilihan yang pertama dan Tubifex merupakan pilihan yang berikutnya. Ikan nila . termasuk famili Cichlidae. Ikan nila termasuk ikan yang mengerami telurnya di dalam mulut. Ikan nila bersifat omnivore yakni menyukai makanan baik berasal dari tanaman maupun hewan.

Makanan alami ikan nila adalah segala jenis plankton, alga berfilamen dan tanaman air yang terapung, melayang dan tenggelam. Makanan alami lainnya yang juga dimakan oleh ikan nila adalah larva serangga, custacea dan detritus,dalam budidaya intensif ikan nila diberi pakan buatan berupa pellet.

Ikan nila merupakan ikan yang berdaya adaptasi tinggi dan mempunyai toleransi terhadap kualitas air dengan kisaran yang lebar yaitu mampu hidup pada kisaran suhu 28 – 32 C , pH 6,5 – 8 serta salinitas 0 – 40 ppt. ikan ini dapat hidup di perairan payau tetapi akan lebih mudah beradaptasi dan tumbuh bila hidup di perairan tawar.

Ikan Patin dan Lele adalah sejenis ikan pemangsa pada malam hari (Nocturnal) dan termasuk pemakan di dasar perairan (Bottom feeder). Ikan ini termasuk rakus hamper beberapa jenis pakan ikan tersebut mau melahapnya termasuk pakan buatan berupa pellet. Sehingga apabila akan membudidayakan ikan tersebut tidak susah bahkan relative mudah disbanding ikan lainnya.

Pemeliharaan Ikan System Tunggal

Dikatakan pemeliharaan system tunggal, karena ikan yang dipelihara dalam lapisan kantong jaring hanya satu komoditas. Pemeliharaan ikan system tunggal ini meliputi :

Pendederan I Benih Ikan Mas

Pada pendederan I benih ikan mas, ukuran mata jaring yang dibutuhkan < 0,5 inci atau petani menyebut waring/hapa. Benih tebar berupa burayak berukuran 1 – 3cm. dalam waring/hapa yang berukuran panjang x lebar x kedalam 7x7x3 m, dibutuhkan burayak 20 liter.

1. Melepas burayak

Pelepasan burayak dilakukan dengan metoda aklimatisasi, yaitu dengan cara benih ikan yang berada di dalam kantong plastik yang telah dibuka dimasukkan ke dalam air dimana benih akan didederkan. Setelah burayak menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru maka burayak akan berangsur angsur bergerak keluar sendiri. Lama-kelamaan burayak akan keluar semua. Burayak diusahakan dilepaskan pada saat udara mempunyai temperatur yang rendah.

2. Memberi pakan

Burayak yang baru dilepaskan dalam waring/hapa biasanya belum mengenal pakan buatan. Untuk itu perlu diperkenalkan terlebih dahulu dengan menempatkan pakan didalam susuan. Susuan adalah tempat pakan buatan. Susuan terbuat dari kain dengan ukuran 1 x 0,5 m, dipasang dan dibentangkan diatas permukaan air dalam waring/hapa, jika pakan buatan diletakkan didalam susuan, maka benih akan makan pakan tersebut, dengan demikian lama kelamaan benih akan mengenal pakan buatan.

Pakan diberikan 3 % dari kira – kira bobot benih, dengan frekuensi pemberian empat kali sehari. Susuan ditempatkan selama sepuluh hari, biasanya pada saat itu benih telah mengenal pakan buatan, pemberian pakan berikutnya dengan cara ditebar.

Penjarangan dilakukan setiap dua minggu atau tergantung situasi. Cara penjarangan yaitu dengan penyaringan menggunakan ayakan dengan mata ayakan tertentu. Sekarang benih telah menjadi beberapa grade/ukuran, sehingga perlu penanganan berikutnya.

Setelah umur satu bulan ukuran benih telah merata, sehingga perlu dilakukan pemanenan dan penanganan berikutnya , dari 20 liter burayak akan didapatkan benih 160 – 180 kg ( 1 kg = 200 – 300 ekor ).

Pendederan II Benih Ikan Mas

Dalam pendederan ini jaring yang dibutuhkan bermata ¾ inci. Dari hasil pendederan I yaitu benih berukuran 3-5 cm, benih dijarangkan menjadi 4 kolam/net, sehingga benih yang ditebar setiap net kira-kira 40 – 45 kg ( 1 kg = 200 – 300 ekor ).

Pada pendederan II lanjutan dari Pendederan I, susuan pakan sudah tidak perlu dipasang lagi karena benih telah menyesuaikan diri terhadap pakan buatan yang disediakan. Pakan yang diberikan berupa pellet berukuran 2 mm.. Pemberian pakan tergantung lapar dan tidaknya ikan atau tergantung dengan cuaca, jika cuaca mendung maka pemberian pakan cukup 2 kali dalam sehari, karena jika cuaca mendung maka suhu perairan akan menurun serta berakibat nafsu makan ikan berkurang. Tetapi apabila cuaca panas, suhu air akan meningkat (panas) sehingga nafsu makan ikan akan meningkat, dengan demikian permintaan pakan menjadi tinggi.

Setelah umur 1-1,5 bulan dalam pendederan II maka benih telah berukuran 1 kg = 80 -100 ekor atau 5 – 8 cm. benih ini telah siap untuk dibesarkan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.