Pembuatan Kolam Jaring Apung

Bahan yang dibutuhkan

Desain dan konstruksi bangunan kolam jaring apung hingga sekarang banyak megalami perubahan dan penyesuaian. Sehingga bangunan dan konstruksi tidak tertentu. Konstruksi kolam jaring apung secara umum banyak memerlukan bahan berupa bambu. Tetapi kini peran bambu tersebut telah diganti dengan besi sehingga lebih tahan lama walaupun biayanyapun menjadi mahal. Pengapung yang dipergunakan bisa berupa drum zenk bekas, drum plastic atau stereo foam. Di bawah ini contoh bahan yang dibutuhkan untuk membangun kolam jaring apung.

Drum kolam jaring apungKayu untuk kolam jaring apung

Bahan yang dibutuhkan dan spesifikasinya

No.

Nama Bahan

Ukuran Spesifikasi

Jumlah

1

Titian Bambu

Apus

100 bt

2.

Pelampung drum

Drum oli/minyak

38 bh

3.

Kayu kaso

3 m

140 bt

4.

Jaring

Polithylin 380 D/9

4 x18 kg

5.

Jangkar semen (besar )

75 kg

6 buah

6.

Jangkar semen (kecil)

2,5 kg

32 bh

7.

Tambang

D/45

190 m

8.

Tambang

D/15

180 m

9.

Paku

7 cm

10 kg

10

Paku

7 cm

10 kg

11.

Kawat

Diameter 0,5mm

12 m

 

Merakit Bagian- bagian Unit Kolam Jaring Apung

Pembuatan, perakitan kolam jaring apung

Sebelum drum diapit kaso, drum perlu dibersihkan kemudian dicat. Maksud dan tujuannya adalah agar bahan pembuat drum tidak langsung menyentuh air sehingga drum akan awet. Sebagai tempat pijakan bambu, maka drum yang telah dicat diapit dengan kaso, kaso dipotong dengan ukuran panjang sama dengan diameter drum ( 70 cm ), kemudian kaso dipasang mengapit melintang pada drum. Drum diapit dengan kaso pada dua bagian seperti terihat pada gambar dibawah ini.

 

Menjahit Jaring Kantong Jaring Apung

Kantong Kolam Jaring Apung

Kantong Kolam Jaring Apung

Lembaran kain jaring dipotong sesuai dengan ukuran potongan yang dikehendaki yaitu panjang x lebar x tinggi = 7 x 7 x 3 m. Kemudian kain jaring dijahit dibentuk kantong jaring sesuai dengan ukuran tersebut. Disamping kantong dibentuk disesuaikan dengan bentuk KJA, kantong jaring bagian tepinya juga dijahit sebagai tempat tali ris yang berfungsi untuk menggantungkan kantong jaring pada kerangka KJA.

Membuat Jangkar Semen Besar Dan Kecil

Jangkar semen terbuat dari semen yang dicetak dengan bentuk sesuai dengan keinginan. Hal yang terpenting dari jangkar semen adalah beratnya. Jangkar semen yang berbobot 75 kg dipergunakan untuk pemberat unit jaring agar tidak hanyut oleh arus air dan arus angin, sedangkan jangkar semen berbobot 25 kg dipergunakan untuk meregangkan jaring agar terbentuk kotak. Di bawah ini adalah gambar contoh bentuk dan bobot jangkar semen.

Jangkar semen kolam jaring apung

 

Merakit Unit Kolam Jaring Apung

1. Menghubungkan Antar Rakitan Drum

Bambu-bambu yang telah dipersiapkan dipasang di atas drum terapit kaso. Satu deretan rakit dibutuhkan 7 – 8 deret bambu dan 7 buah drum. Setelah deretan rakit terbentuk maka deretan rakit satu sama lain dihubungkan ujung-ujungnya, sehingga terbentuk segi empat. Untuk memperjelas hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Hubungan Antar Rakitan Kolam Jaring Apung

 

2. Menempatkan kerangka kolam jaring apung

Jika hubungan antar deretan rakit telah sempurna sesuai dengan desain maka hal ini disebut kerangka jaring apung. Proses selanjutnya kerangka jaring ditarik ditempatkan pada lokasi yang dianggap memenuhi syarat.

Di bawah ini gambar posisi kerangka kolam jaring apung yang telah ditempatkan untuk disempurnakan kerangkanya menjadi KJA utuh.

Penempatan Kerangka Kolam Jaring Apung

Penempatan Kerangka Kolam Jaring Apung

3. Memasang kantong jaring

Pada kerangka jaring, setiap sudut dipasang tiang yang telah diberi cincin. Kantong jaring diregangkan dengan cara menyusupkan tambang kedalam lubang mata jaring pada sisi atas jaring, dan setiap sudutnya dihubungkan dengan demikian kantong jaring telah terpasang.

Memasang Kantong Jaring Apung

Memasang Kantong Jaring Apung

 

4. Memasang jangkar semen besar dan kecil

Setelah jangkar semen ditali dengan tambang maka posisi pemasangan lihat gambar d bawah ini. jangkar semen besar digunakan untuk menahan unit jaring dari terpaan angin atau arus air, sedangkan jangkar semen kecil dimaksudkan untuk meregangkan kantong-kantong jaring.

Menempatkan KJA

Lokasi penempatan unit KJA ke dalam perairan perlu memperhatikan faktor-faktor :

  • Luasan bagian perairan perlu diperhatikan, karena akan menyangkut kesuburan perairan, jarak antar unit KJA. Jarak antar unit KJA yang disarankan adalah 50 m. Hal tersebut dimaksudkan agar bargas/kapal mudah untuk beroperasi serta akan mengurangi kepadatan unit KJA dan memperhatikan daya dukung perairan.
  • Kedalaman perairan juga merupakan faktor penentu, di bendungan Cirata pada saat air surut maksimum kedalaman bendungan sekitar 85 m, pada titik dasar paling dalam. Sehingga dengan demikian pemasangan unit KJA harus memperhatikan surutnya air tersebut. Pilihlah tempat dimana pada saat air surut unit KJA tidak menyentuh dasar perairan. Sebaiknya pemasangan unit KJA dilakukan pada saat air surut maksimum.
  • Pemasangan unit jarring disarankan jangan pada arus air, sebab jika dipasang pada arus air unit KJA akan hanyut terbawa arus air tersebut. Arus air akan terasa besar pada saat musim penghujan atau pada saat aliran air besar dari salah satu sungai pemasok.
  • Pemasangan unit KJA jangan pada jalur angin kencang sebab angin akan mampu menghanyutkan unit KJA atau akan merobah posisi unit KJA.
  • Lokasi KJA harus bebas dari cemaran fisik, kimia maupun biologi dan tidak memiliki pelapisan air ( Stratifikasi ). Cemaran fisik terdiri dari lumpur, sampah atau benda mati lainnya. Cemaran kimia dapat berasal dari limbah industri, pemukiman dan kota serta limbah pertanian seperti pestisida. Bahan pencemar biologi dapat berupa “ Bloom alga “ , Vegetasi atau tumbuhan air, penyakit, hama dan parasit. Stratifikasi perairan seperti stratifikasi suhu, kandungan oksigen, pH, amoniak. Hal ini akan membahayakan ikan jika terjadi pembalikan air, perairan hendaknya mempunyai kandungan plankton yang optimal dengan nilai transparansi lebih dari 40 cm. Perairan yang terlalu subur planktonnya akan mengalami kekurangan oksigen lebih cepat pada saat malam hari.
  • Kualitas air yang diharapkan adalah : suhu berkisar antara 25 – 29, pH 6,5 – 8,5, oksigen terlarut lebih dari 4 ppm ; NO2- N kurang dari 0,5 ppm.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

One thought on “Pembuatan Kolam Jaring Apung

Leave a Reply

Your email address will not be published.