Pembesaran Ikan Nila di Tambak Air Payau

Tambak air payau merupakan jenis tambak yang mendapatkan sumber air dari air laut dan air sungai. Pencampuran kedua jenis air tersebut menghasilkan air payau. Perbandingan antara air payau dan air tawar di tambak biasanya 50 :50.

Untuk memelihara ikan nila di tambak air payau, bisa dengan membuat tambak baru atau menggunakan tambak bekas pemeliharaan komoditas lain. Jika menggunakan tambak bekas pemeliharaan ikan bandeng atau udang, tambak perlu diolah terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut.

  • Mengeringkan tambak dari air dengan cara mengalirkan air yang ada dalam tambak dengan membuka saluran pembuangan atau menggunakan pompa sedot. setelah tambak kering, biarkan terjemur matahari selama 7-10 hari.
  • Mengolah dasar tambak dan memperbaiki pematang atau bodengan.- Menetralkan keasaman tanah(PH) mengunakan kapur. Kapuryang digunakan bisa berupa kapur tohor maupun kapur pertanian, seperti kaptan dan dolomit.Dosis yang digunakan disesuaikan dengan tabel yang tertera didalam kemasan.
  • memberikan pupuk kandang di dasar kolam.Pupuk kandang yang digunakan bisa berasal dari kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing, maupun kotoran unggas lain. Dosisnya sebanyak 200 g/m2. Pupuk disebar dan diaduk merata. Pemberian pupuk dan kapur bisa dilakukan bersamaan.
  • Mengisi air hingga ketinggian 70-100 cm. Cara pengisiannya dengan menyedot air laut dan air sungai secara bergantian masing-masing sebanyak 75% air sungai dan 25% air laut. Hal ini dilakukan supaya kadar garamnya tidak terlalu tinggi. Pengisian air payau berikutnya (ketika volume air ditambak berkurang) bisa dilakukan dengan cara mengalirkan air laut pada saat pasang dan mengalirkan air sungai pada saat surut. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah saluran pengisian harus diberi saringan dengan diameter 1 mm supaya tidak ada telur atau ikan liar (predator) masuk ke dalam tambak.
  • Tambahkan pupuk urea dan SP-36 setelah tambak diisi air selama tiga hari. Dosisnya, urea sebanyak 2,5 g/m2 dan SP-36 sebanyak 1,25 g/m2. Pupuk urea dan SP-36 ini sebaiknya diberikan setiap dua bulan.

Penebaran Benih

Para petambak ikan nila biasanya menebar benih nila yang berukuran 8-12 cm. Benih tersebut sudah mampu beradaptasi dengan air payau. Bekas tambak air payau untuk pemeliharaan udang dan bandeng biasanya memiliki luas lebih dari 1.000 m2.Padat tebar ideal ikan nila ditambak air payau sama dengan pada tebar di air tawar, yaitu 10 ekor/m2. Namun, jika target panen mengingikan ukuran 500 gram, padat tebarnya hanya 4-5 ekor/m2.

Walaupun ikan nila yang dipelihara di tambak mampu hidup didalam air yang memiliki kadar garam, tetapi untuk saat ini pemijahan dan pembenihan tetap dilakukan di kolam air tawar. Kadang-kadang, benih ikan nila yang ditebar di tambak air payau mengalami stres. Karena itu, cara penebaran sebaiknya tidak dengan melepas ikan secara langsung ke tambak, tetapi dengan cara memasukkan plastik packing ikan ke permukaan air tambak dan mendiamkannya selama 15-30 menit. Setelah itu, plastik pengikat dibuka perlahan agar air didalam plastik bercampur dengan air tambak. Biarkan ikan keluar sendiri ke dalam tambak dan menyebar.

Pemberian Pakan

Muara sungai sebagai tempat pertemuan air sungai dan air laut biasannya kaya akan plankton. Sama halnya dengan muara sungai, di dalam tambak air payau juga kaya akan makanan bagi ikan jenis omnivora seperti ikan nila. Namun, hal tersebut sebaiknya tidak memengaruhi jumlah pemberian pakan ikan. Dosis ikan sesuai standar operasional tetap dilakukan.

Dosis pakan pada bulan pertama sebesar 5% dari biomassa per hari. Selanjutnya, pada bulan kedua jumlah pakannya 4% dari biomassa per hari dan seterusnya dikurangi menjadi 3% dari biomassa per hari. Pemberian pakan setiap hari dibagi menjadi tiga interval waktu, yakni pagi, siang dan sore hari.

Karena itu, pertumbuhan ikan nila di tambak biasannya lebih cepat dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam air tawar dengan jumlah pakan yang sama. Nilai efisiensi pakan (FCR) pemeliharaan di air tawar sebesar 0,8-1,2. Sementara pemeliharaan di tambak air payau memiliki nilai FCR sebesar 0,5-1. Hal tersebut sudah banyak dibuktikan oleh petani. Salah satunya adalah pembudidaya di Pantai Glagah, DIY. Awalnya, benih yang ditebar sebanyak 1.000 benih dengan ukuran 3-5 cm. Setelah masa pemeliharaan selama 4 bulan dan menghabiskan pakan 100 kg, bobot panen satu ekor ikan nila rata-rata 500 gram. Jika hal tersebut dilakukan di kolam air tawar, biasanya dibutuhkan waktu hingga 6 bulan.

                                                                    Menjaga Kondisi Air

Pada pembesaran ikan nila, ketersediaan air harus terjaga, khususnya kolam air diam dan tambak air payau. Kondisi air sebaiknya memiliki ketinggian yang stabil. Jika airnya kurang, perlu ditambah kembali. Air yang berkurang bisa disebabkan oleh penguapan dan peresapan air ke dalam tanmah.

Pada kolam tambak, ketinggian air dipertahankan minimum 70 cm pada bulan pertama. Setelah itu, ketinggian dinaikkan sampai 100 cm pada bulan kedua dan dinaikkan lagi menjadi 125 cm pada bulan ketiga.Kolam Nila Air Payau

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

5 thoughts on “Pembesaran Ikan Nila di Tambak Air Payau

  1. Pingback: Kandungan Gizi Ikan Nila | Penyedia bibit ikan air tawar murah

  2. Mas Anto

    mustafid lutfy

    sangat bermanfaat jika membutuhkan terpal untuk buat kolam bisa hubungi kami CV .INDOPLASTIK semarang pingin tahu lanjut bisa hubungi saya 088801929763 atau datang ke website kami : http://www.indoplastik.com

    Reply
  3. Mas Anto

    DADANG

    Salam Sukses—
    Untuk budi daya ikan air tawar diperlukan kandungan oksigen yang cukup di dalam air. Kami PT. SLH menjual mesin Water Oxygenator yang dapat menaikkan kandungan oksigen secara cepat mencapai kejenuhan dalam air. mesin ini sangat berguna untuk menghindari kematian ikan masal akibat cuaca buruk dan akibat air tercemar. Peminat silahkan hubungi Bp. Dadang Sopandi 087770744170 atau 081286088809 atau email ke alissentosa@gmail.com Kapasitas 6000L/jam Harga Rp.3,500.000 (harga pabrik/bogor)

    Reply
  4. Mas Anto

    harmaini

    Mohon dibantu pemodal untuk pemelihaan ikan nila. Saya punya tambak 4 ha dan sangat cocok untuk budidaya ikan nila, munjahir,udang dan kepiting. Bila ada mitra yang mau bekerja sama saya menunggu kelanjutannya.

    Reply
  5. Mas Anto

    anto

    kami memiliki 600 ha lahan tambak sudah ada 2 petak ( 7 ha dan 17 ha) lokasi di kalimantan utara jika ada yang berminat berinvestasi silakan menghubungi 085222440659 ato anto_bunyu@yahoo.com

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.