Pembesaran Ikan Mas dan Nila KJA (per net kolam)

Pembesaran ikan mas dapat dipelihara bersama ikan nila. Pemeliharaan ikan disini menggunakan kantong jaring system lapis yaitu jarring lapisan atas dan lapisan bawah.

Pada lapisan atas digunakan untuk memelihara ikan mas, sedangkan sebagai lapisan bawah dipelihara ikan nila. Susunan ini beralasan karena ikan nila pemakan detritus dan plankton, serta diduga memakan sisa pakan ikan mas dari lapisan atas. Dengan demikian diharapkan tidak akan ada sisa pakan yang jatuh mengotori air.

Cara Pemasangan Kantong Jaring Lapisan Bawah

Kantong jaring lapisan bawah dipasang 0,5 m agak kebawah, dan 0.5 m ke samping. Pada tepi keliling kantong jaring atas pas pada permukaan kantong jaring lapisan bawah ditarik tambang agar lapisan bawah mempunyai rongga/ruang 0,5m. Pemasangan kantong lapis bawah dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Pemasangan Jaring Apung Per Net Kolam

Pemeliharaan Ikan Mas Dan Nila

Pada lapisan atas dipelihara ikan mas sebagai ikan inti dan lapisan bawah dipelihara ikan nila. Padat penebaran serta perlakuan ikan inti (ikan mas) telah dijelaskan pada pemeliharaan ikan system tunggal, sedangkan kebutuhan benih untuk ikan nila 75 kg dengan ukuran 5-8 cm ( sangkal korek ).

Padat penebaran ikan nila 75 kg tersebut telah memperhitungkan, apabila ikan nila tumbuh sampai ikan dipanen tidak akan mendesak ruang gerak ikan mas, sedangkan ikan nila sendiri masih bebas bergerak, terbukti mortalitas rendah. Dengan demikian tidak ada ikan dalam lapisan yang dirugikan.

Apabila padat penebaran ikan nila dilapisan bawah tinggi maka sudah barang tentu ikan nila akan mendesak lapisan ikan mas diatasnya.Ruang gerak ikan nila pun terbatas dalam skala ukuran kantong jaring, selanjutnya ikan nila kurang mendapatkan makanan tambahan dari kotoran ikan mas dan sisa pakan ikan mas. Sebagai akibatnya pertumbuhan ikan nila lambat serta usaha pemeliharaan kantong jaring terapung juga tidak efesien. Begitu juga pada kondisi sebaliknya, jika padat penebaran ikan mas normal seperti biasa serta padat penebaran ikan nila rendah maka sudah barang tentu produksi ikan nila akan rendah. Sebagai akibat akhir produksi keseluruhan akan berkurang.

Pemanenan pemeliharaan ikan system lapis ini disesuaikan dengan kondisi ikan yang dianggap ikan inti, yakni ikan mas. Kadang-kadang pada saat pemanenan ikan mas, ukuran ikan nila masih belum layak dipanen, sehingga untuk ikan nila membutuhkan waktu pemeliharaan tambahan, setelah ikan mas dipanen, jaring kosong tersebut diisi kembali dengan benih ikan mas, posisi lapisan tetap seperti semula dengan benih ikan nila berada dilapisan bawah, setelah dua periode pemeliharaan ikan mas maka biasanya ikan nila sudah layak untuk dipanen. Jadi dua periode pemeliharaan ikan mas satu periode pemeliharaan ikan nila.

Cara Pemanenan ikan seperti pemanenan pemeliharaan system tunggal yaitu , ikan mas dipanen terlebih dahulu baru kemudian memanen ikan nila, hasil yang dicapai ikan nila dalam pemeliharaan system ini dari benih nila 75 kg menjadi 500-600 kg.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

2 thoughts on “Pembesaran Ikan Mas dan Nila KJA (per net kolam)

  1. Mas Anto

    kurnia

    Untuk budidaya seperti diatas memang bisa efisien masalah tempat hanya pertumbuhan ikan apakah bisa maksimal? dan untuk mencegah penyakit bila menyerang bagaimana cara mengatasinya?Terima kasih

    Reply
    1. Mas Anto

      Mas Anto Pembuat Artikel

      Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit pada budidaya ikan nila dan ikan di KJA hampir sama dengan budidaya di kolam biasa, hal paling utama yang perlu di lakukan untuk tindakan pencegahan penyakit pada budidaya ikan di kja :

      1. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas,
      2. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
      3. hindari penggunaan pakan yang sudah terlalu lama, berjamur dan sudah berubah warna.
      4. sebelum memilih lokasi di pastikan dulu kondisi air terbebas dari limbah bahan kimia mas.

      Semoga bermanfaat

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.