Pembesaran Ikan Lele Di Kolam Tanpa Irigasi

Pada kolam tanpa saluran irigasi, air yang mengalir ke dalam kolam tidak sepanjang hari. Sewaktu-waktu, jika air kolam surut perlu digunakan pompa isap untuk mengalirkan air ke kolam tersebut. Kolam-kolam ini banyak dijumpai di daerah dataran rendah, seperti yang terdapat di daerah pantai utara pulau jawa. Tidak ada ketentuan khusus mengenai luas dan bentuk kolam. Biasanya kolam yang digunakan adalah kolam tanah atau kolam yang dasarnya tanah tetapi berdinding tembok. Untuk memudahkan pengelolaan, sebaiknya kolam berbentuk persegi panjang. Kedalaman kolam pembesaran harus lebih dalam dari pada kolam yang digunakan untuk pendederan, Kedalaman kolam yang baik berkisar 75 – 150 cm.

Pembesaran Ikan Lele Di Kolam Tanpa Saluran Irigasi

1. Persiapan kolam

Kolam dikeringkan beberapa hari sampai permukaan dasar kolam mulai retak-retak. Tujuannya untuk membunuh hama atau bibit penyakit yang ada didasar kolam dan untuk memudahkan pengolahan dasar kolam.

Saluran tengah atau kamalir yang ada di kolam harus diperbaiki kembali, jika sudah dangkal segera diper-dalam lagi, sehingga menyerupai bentuk saluran. Cara memperdalam saluran tengah ini adalah dengan menggali tanah yang menutupi saluran. Tanah bekas galiannya diratakan ke seluruh dasar kolam. Saluran tengah atau kamalir ini mutlak harus ada karena akan memudahkan pemanenan nantinya.

Langkah selanjutnya adalah memupuk tanah dasar kolam untuk menumbuhkan makanan alami. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang berupa kotoran ayam sebanyak 400-500 gram per meter persegi, TSP dan Urea masing-masing 10 gram per meter persegi dan kapur pertanian sebanyak 15 gram per meter persegi . Kapur pertanian ini berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan menaikkan tingkat keasaman (pH) tanah. Pupuk dan kapur diaduk rata kemudian disebar ke seluruh permukaan tanah dasar kolam.

Kolam diairi secara bertahap untuk memberikan kesempatan agar pupuk bereaksi dengan sempurna. Pada hari pertama sampai pada waktu tebar benih, air kolam sebaiknya tidak ada yang keluar atau terbuang. Sebab, jika ada yang terbuang keluar, pakan alami yang ada di dalam kolam yang berasal dari hasil pemupukan bisa terbawa keluar. Ketinggian air yang dianjurkan selama proses pembesaran sebaiknya tetap dipertahankan setinggi 75-100 cm.

2. Penebaran benih

Penebaran benih atau melepas benih ke dalam kolam baru dapat dilakukan setelah dipastikan kolam pembesaran benar-benar telah siap untuk digunakan. Benih ditebar pada pagi atau sore hari saat suhu air kolam rendah untuk menghindari stres pada benih ikan lele. Jumlah benih lele dumbo yang akan di tebar disesuaikan dengan ukuran ikan dan luasan kolam. Jika ukuran benih yang ditebarkan 8-12 cm, padat penebaran 50 ekor per meter persegi dan jika benih lele dumbo yang ditebarkan berukuran 5-8 cm, padat penebaran 60-75 ekor per meter persegi.

3. Pemeliharaan

Untuk memacu pertumbuhan, selama pemeliharaan, benih ikan lele dumbo diberi pakan tambahan. Pakan buatan seperti pelet dan pakan alternatif dapat diberikan. Pakan alternatif yang bisa diberikan kepada lele dumbo berupa ikan-ikan rucah atau ikan yang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi manusia atau telah mengalami pembusukan. Di samping itu, binatang air yang suka merusak tanaman padi, seperti keong mas dan bekicot juga bisa diberikan. Limbah pemindangan dan limbah peternakan ayam bisa menjadi pakan alternatif untuk ikan lele dumbo.

Jika pakan yang diberikan berupa pakan buatan seperti pelet, pemberian pakan dilakukan pada pagi, sore dan malam hari sebanyak 3-5% per hari di hitung dari jumlah atau bobot ikan lele yang dipelihara.

Pemberian pakan dilakukan secara bertahap agar setiap ekor ikan lele dumbo memperoleh makanan atau pakan dalam jumlah yang mencukupi. Pemberian pakan secara asal-asalan bisa mempengaruhi pertumbuhan ikan lele, sehingga ukuran ikan lele yang dipanen tidak rata. Hal ini disebabkan ikan lele yang hanya sedikit mendapatkan pakan tentu pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dengan yang mendapat pakan dalam jumlah yang cukup.

Pakan alternatif sebagian dapat  diberiikan langsung kepada ikan lele dumbo. Bisa juga diolah terlebih dahulu. Pakan berupa keong mas atau bekicot harus diolah terlebih dahulu dengan cara merebus untuk memisahkan daging dan cangkangnya. Limbah peternak ayam berupa bangkai ayam setelah terlebih dahulu dibakar atau direbus untuk menghilangkan bulunya.

Selain pemberian pakan, pengontrolan mutlak dilakukan untuk menghindari serangan hama atau penyakit. Hama yang bisa menyerang ikan lele di kolam pembesaran adalah biawak. Pencegahan dapat dilakukan dengan pengontrolan ke sekeliling kolam atau dengan membersihkan sekitar kolam dari semak-semak yang dapat dijadikan sarang biawak. Lama pemeliharaan ikan lele dumbo di kolam pembesaran 1 sampai 2 bulan atau tergantung dari kebutuhan.

4. Pemanenan

Pemanenan merupakan bagian akhir dari kegiatan pembesaran ikan. Cara pemanenan ikan lele bisa menentuka kualitas ikan lele. Cara pemanenan yang baik dan sesuai dengan cara yang dianjurkan akan menghasilkan ikan lele dumbo yang berkualitas baik pula, yakni ikan lele dalam kondisi hidup, tidak cacat dan tidak luka-luka. Ikan lele yang berkualitas harganya tentu lebih tinggi dibandingkan dengan ikan lele yang telah mati dan penuh luka.

Teknik pemanenan ikan lele dumbo yang baik adalah sebagai berikut:

a. Mula-mula kolam dikeringkan secara bertahap pada pagi hari dengan membuka saluran outlet atau pembuangan airnya sehingga air hanya tersisa di saluran tengah kolam atau kamalir.

b. Ikan lele dumbo yang ada di kamalir digiring ke arah yang paling rendah pada pintu pengeluaran, hingga semuanya terkumpul.

c. Ikan lele dumbo ditangkap menggunakan sair atau alat tangkap lainnya. Dalam hal ini harus dihindari terjadinya luka-luka pada ikan lele dumbo.

d. Ikan lele dumbo ditampung di waringg yang airnya mengalir agar badannya bersih dari lumpur.

e. Ikan lele dumbo dibiarkan beberapa jam, selanjutnya siap dipasarkan atau diangkut ke pasar.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.