Pembesaran Ikan Kerapu Di KJA Jaring Apung

Diposkan oleh : / On Budidaya

Lokasi Penempatan KJA di Laut

Pemeliharaan ikan kerapu dapat dilakukan di kolam jaring apung. Ikan kerapu hidup pada media air laut, sehingga kolam jaring apungnya harus ditempatkan di laut. Lokasi yang cocok untuk kolam jaring apung di laut adalah:

  • KJA harus ditempatkan pada lokasi yang perairannya tenang (teluk terlindung, atau antara pulau-pulau) dengan arus air yang agak tenang/memedahi. Alur kapal harus disediakan untuk operasi pemeliharaan.
  • Kedalaman air pada saat surut minimal 3 meter ( idealnya , 15-30 meter). Lokasi KJA harus mempunyai pertukaran air (arus) air yang baik, tidak terjadi pengadukan air pada kedalaman tertentu. Kecepatan arus paling tidak 0.1 meter per detik.
  • Dasar perairan sebaiknya batu berpasir. Lokasi KJA sebaiknya jauh dari padang lamun atau karang hidup, untuk mrenghindari dampak negatif KJA pada lingkungan sekitar.
  • Lingkungan sekitar harus mendukung kegiatan KJA, ruangan yang cukup untuk pemeliharaan jaring, pakan, gudang peralatan, produk pasca panen dan tempat tambat kapal dan semua fasilitas tersebut harus terpadu.

Pembesaran Ikan Kerapu

Bentuk Dan Ukuran KJA

Bentuk KJA yang biasa untuk memelihara ikan kerapu di laut adalah berbentuk melingkar dan empat persegi panjang. Ukuran KJA tersebu dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

No

Negara

Ukuran KJA

1

Filipina

5 x 5 x 3 m atau 10 x 10 x 3 m

2

Malaysia

3 x 3 x 2 m atau 4 x 4 x 2 m

3

Thailand

3 x 3 x 2 m atau 4 x 4 x 2 m

4

Singapura

2 x 2 x 2 m atau 5 x 5 x 3 m

5

China

3 x 3 x 3 m

Jaring yang diperlukan

Jaring yang perlu dipersiapkan pada pembesaran ikan ini adalah pada awal bermata 8 mm untuk ukuran benih 2-10 cm dan 25 mm untuk ukuran benih 10 cm.

Padat Penebaran

Padat penebaran 15-20 ekor/m3. Kepadatan tinggi tidak disarankan karena ikan mudah terserang penyakit. Kepadatan tinggi juga dapat menyebabkan stress pada ikan dan mutu air mudah menurun, terutama oksigen terlarut, sehingga ikan lemah dan mudah terserang penyakit.

Sortasi dan Grading

Sortasi dan grading dilakukan sebulan sekali pada saat itu jaring diganti, dan lakukan perendaman ikian dengan ikan air tawar. Hindari ikan luka karena fisik selama grading. Gunakan serok yang lembut pada saat grading.

Pemberian pakan

Pakan berupa ikan rucah beku atau segar diberikan setiap hari sebanyak 10% kali bobot ikan kerapu atau pellet 3% kali bobot ikan kerapu perhari dengan dua kali pemberian yaitu pagi dan sore hari. Pada saat ikan telah mencapai bobot 200gr, pemberian pakan cukup sekali dalam satu hari sebanyak 5% kali bobot ikan dengan ikan rucah, tetapi bila diberi pakan pelet, pelet yang diberikan sebanyak 2% kali bobot ikan. Cara pemberiannya dilakukan secara sedikit demi sedikit dan jangan dimasukna sekaligus ke jaring. Gunakan ikan rucah segar. Jika menggunakan ikan beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu. Jangan diberi pakan ikan asin atau ikan olahan. Tambahkan mineral mix atau vitamin kedalam pakan rucah tersebut.

Perawatan Jaring

Secara reguler jaring harus di cek dan diperbaiki bila ada yang rusak. Binatang menempel harus selalu dibersihkan dengan sikat atau spreyer. Buang sampah atau potongan kayu di sekitar KJA yang dapat merusak jaring. Lakukan pertukaran jaring sebulan sekali. Sebelum jaring dipergunakan dicek terlebih dahulu keutuhannya.

Pemanenan Ikan kerapu

Ikan kerapu dapat dipanen setelah mencapai ukuran 400 gram/ekor atau lebih etrgantung pada ukuran yang dikehendaki. Ikan kerapu dipasarkan dalam keadaan masih hidup.

Sebelum dipanen ikan kerapu dipuasakan terlebih dahulu 1-2 hari, jaring dikontrol keutuhannya. Angkat jaring menuju ke salah satu sudut. Gunakan jaring serok halus untuk menangkap ikan kerapu. Hindari ikan luka, sisiknya hilang atau stress karena ikan ini harganya menjadi turun. Ikan kerapu dijual dalam kondisi masih hidup.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.