Pemberian Pakan Larva Dan Benih Gurami

Pakan ikan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan alami dan ukuran ikan tersebut. Secara biofisiologis, ikan mempunyai karakteristik yang berbeda. Di alam, ikan akan memakan pakannya sesuai dengan sifat makannnya yang alami. Namun, sifat tersebut dapat diubah dengan perekayasaan pada budi daya. Pakan buatan merupakan alternatif agar diperoleh asupan gizi sesuai dengan kebutuhan gizi ikan tersebut. Pemberian pakan buatan lebih praktis dan lebih terukur untuk memenuhi kebutuhan pakan yang diperlukan.

Pakan larva dab benih gurami

Pakan mulai diberikan saat larva berumur 5-6 hari. Sebelum itu, larva memanfaatkan cadangan makanannya. Pada awal larva sebaiknya diberi pakan alami seperti moina dan daphnia.

Tabel pemberian pakan sesuai dengan tingkat ukuran ikan

Klasifikasi BenihTinggi Air (cm)Padat Tebar ekor/m2Jenis PakanKet
P l30-4080-100
  • Pakan alami(zooplankton, tubi fek/cacing sutra)
  • Pelet halus/tepung ikan
Lebih baik cacing sutra
P ll40-5060-80Tepung ikan, bungkil, atau pelet remah
P lll50-6040-60Pelet remah/pelet kecil
P lV60-8030-40Pelet dan atau dedaunanDaun talas, kangkung, ubi, dan sebagainya
P V80-10010-20Pelet dan atau dedaunan

Tabel pemberian pakan cacing sutra pada pendederan l untuk 10.000 larva

Waktu Pembudidayaan (minggu)Jumlah cacing sutra (gelas)
l2
ll2,5
lll7
lV49 – 56

Salah satu sifat biologis yang harus diperhatikan yaitu kebiasaan waktu ikan untuk aktif mencari makan, pada waktu siang atau malam hari. Dengan mengetahui waktu makan, waktu pemberian pakan dapat disesuaikan sehingga pertumbuhan badan ikan dapat dipacu.

Untuk mencegah terjadinya serangan penyakit, benih gurami diberi vitamin C dengan dosis 250-500 mg/kg berat tubuh sebagai imunostimulan selama beberapa hari. Selain itu, benih juga dapat diberi lipopolisakarida sebanyak 10 mg/liter untuk mempertahankan stamina.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.