Pemasaran Ikan Mujair

beberapa hal yang harus diketahui oleh petani ikan mujair sebelum melangkah ke pasar adalah kelompok masyarakat mana yang menjadi sasaran dari hasil yang dituju, siapa yang menjadi pesaing dalam usaha ini, dan strategi pemasaran  apa yang akan digunakan.

Disamping itu, petani ikan harus mengetahui berapa besar permintaan pasarnya? Apa yang menjadi pendorong masyarakat membeli ikan mujair? Cocokkah ikan mujair yang dijual oleh petani ikan dengan selera konsumen? Serta bagaimana daya beli konsumen ikan mujair di pasar.

Pemasaran yang baik memiliki strategi yang pas. Strategi pemasaran adalah suatu seni yang sulit dipelajari, tetapi harus dilaksanakan sendiri. Maksud dari strategi pemasaran, yaitu tindakan penyesuaian sebagai reaksi terhadap situasi pasar dengan berdasarkan pertimbangan yang wajar. Tindakan yang diambil merupakan pendekatan terhadap berbagai faktor, baik faktor dari luar maupun faktor dari dalam konsumen dan produsen sendiri. faktor luar berdasarkan konsumen yang dituju, sedangkan faktor dalam berdasarkan produksi yang dihasilkan.

Dalam pemasaran ikan mujair terjadi persaingan di pasar merupakan sesuatu yang wajar dalam bidang agribisnis ikan mujair. Bidang agribisnis ikan mujair umumnya tidak mengenal monopoli. jadi, produksi ikan mujair bersaing bebas di pasaran. Oleh karena itu, usaha untuk menghadapi dan mengatasi persaingan harus dipikirkan agar produksi dapat di pasaran.

Konsumen merupakan pembeli terakhir ikan mujair. oleh karena itu, semua riset pemasaran ikan mujair yang dilakukan pengusaha berorientasi pada konsumen. pengusaha atau produsen ikan mujair merupakan orang yang menanam modal yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan proses roduksi ikan mujair. Peran produsen ikan mujair ikut serta menentukan keberhasilan dan mutu ikan mujair yang dihasilkan.

Ikan mujair, ikan hias, ikan tombro, ikan lele, dan ikan gabus akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, bila ingin mendapatkan harga yang baik diperlukan usaha penaganan ikan mujair hidup.

Dalam penanganan ikan hidup, yang terpenting yaitu mengusahakan agar ikan-ikan tersebut sampai ke konsumen dalam kondisi hidup, segar, dan sehat. Untuk itu, diperlukan sistem angkutan yang dapat menjamin ikan mujair dalam keadaan hidup sesuai dengan permintaan konsumen.

Dalam pengangkutan ikan, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah kebutuhan oksigen (O2). ikan-ikan yang aktif bergerak dan yang masih kecil membutuhkan O2 lebih banyak. kandungan O2 dalam air dingin  lebih banyak dibandingkan dengan air panas. karena itu, dalam pengangkutan sangat baik bila menggunakan air yang bersuhu rendah sesuai dengan habitat ikan. Alat untuk mengangkut ikan hendaknya disesuaikan dengan jarak yang ditempuh.

waktu pengangkutan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Hal tersebut sangat baik untuk mengangkut ikan ke tempat konsumen, karena pada saat itu, suhu udara tidak terlalu tinggi sehingga ikan dapat bertahan hidup. Jumlah ikan dalam pengangkutan sebaiknya tidak terlalu padat agar tidak kekurangan O2.

Selain penanganan ikan hidup, penanganan ikan segar atau handling merupakan salah satu bagian penting dalam rantai industri perikanan. baik-buruknya ikan segar akan mempengaruhi mutu ikan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan mentah untuk proses pengolahan lebih lanjut. Tujuan handling adalah mengusahakan agar ikan mujair bisa dipertahankan selama mungkin atau menjaga agar produksi ikan sampai di tangan konsumen dalam keadaan segar.

Akhir-akhir ini permintaan untuk ikan segar semakin meningkat. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat, diperlukan penanganan ikan segar dimulai ikan tersebut ditangkap sampai ke tangan konsumen.

1. Pemilihan ikan mujair sebelum dipasarkan sangat penting artinya bagi produsen maupun bagi konsumen. Hal ini untuk menjamin keberadaan ikan sebagai komoditi yang mudah didapat, mudah dijangkau harganya, dan disukai oleh lapisan masyarakat. bagi produsen, hal ini sangat berkepentingan dalam rangka menentukan harga ikan mujair tersebut.

2. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan ikan mujair adalah tidak lebih dari 4 hari setelah dipanen. Apabila lebih lama dari waktu tersebut, sebaiknya ikan mujair disimpan dalam keadaan beku. Sisik jangan sampai cacat, oleh karena itu, saat ikan mujair didinginkan ditempat penampungan, jangan dilemparkan. Kerusakan pada ikan mujair sangat mempengaruhi penampilan ikan mujair tersebut dan harga ikan mujair tersebut jadi rendah dipasaran.

3. Agar sampai ke tangan konsumen masih dalam keadaan baik, ikan hasil panen harus cepat-cepat dibawa ke tempat konsumen. Untuk itu, diperlukan alat pengangkut yang cepat dan dilengkapi dengan unit pendingin. Fungsi unit pendingin ini untuk memperlambat mencairnya es, caranya dengan menetralisasikan perembesan panas dari luar ruangan. Unit ini dapat berupa refrigerasi mekanis atau memakai “es kering” (dry ice).

4. Tempat penjualan ikan mujair sebaiknya ditutup dengan kaca yang tembus pandang atau kawat kassa agar ikan mujair terlindung dari lalat atau debu yang dapat menyebabkan penyakit dan membahayakan kesehatan konsumen. Cara menempatkan ikan mujair yang belum terjual tidak boleh dengan cara menumpuk untuk menghindari terjadinya pemanasan ikan mujair dan ikan mujiar mudah menjadi busuk.

5. Di tempat penjualan ikan mujair, harus tersedia air bersih yang cukup untuk membersihkan tempat penjualan dan untuk mencuci tangan penjual. Kalau penjualan ikan mujair dijajakan langsung ke konsumen melalui penjualan dari rumeh ke rumah, ikan mujair harus ditempatkan dalam tempat tertutup, tidak berkarat dan diusahakan berwarna putih.

6.  Penjualan ikan mujiar ditempat sebaiknya menggunakan meja yang mudah dibersihkan dari bahan yang tidak berkarat. Kebersihan tempat penjualan ikan mujair harus selalu dijaga agar kesehatan konsumen ikan mujair tetap terjamin. Sebaiknya, tempat penjualan ikan mujair jauh dari genangan air.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.