Pemasaran Dan Pasar Benih Ikan Nila

Jenis petani ikan nila dapat dibedakan menjadi tiga, yakni petani pembenih, petani pembesar benih, dan petani pembesaran untuk konsumsi. Masing-masing segmen petani ini sudah memiliki pasar sendiri. Meskipun pasarnya berbeda, hampir seluruh segmen pasar saling terkait. Misalnya, pasar benih ikan nila umumnya sangat tergantung pada pasar ikan nila konsumsi. Jika pasar ikan konsumsi di petani tersendat, pasar benih biasanya juga ikut terhambat. Pasalnya, petani pembesar ikan untuk konsumsi yang kesulitan menjual ikannya otomatis tidak akan membeli benih ikan.

A. Pasar Benih

Petani pembenih atau pembesar benih mempunyai pasar yang hampir sama, yaitu para petani pembesaran. Petani pembenih adalah petani nila yang memijahkan indukan ikan nila dan menjual larva atau benih ikan nila sampai ukuran 10-12 cm (gelondongan).

Selain petani pembesaran, pasar benih ikan nila ini juga termasuk petani pembesar benih. Jadi pemijah menjual benih ukuran larva (3-5 cm), kemudian dibesarkan lagi oleh petani pembesar benih yang tidak mempunyai indukan. Selanjutnya petani pembesar benih juga menjual kepada petani pembesaran untuk konsumsi.

Salah satu faktor utama penentu keberhasilan penjualan benih ikan nila adalah harus mempunyai jaringan dengan petani pembesaran. Jika ingin berhasil, pilihlah tempat untu budidaya disentra pembenihan atau di sentra budi daya. Para petani disentra pembenihan seperti daerah Sleman dan daerah Jant, Yogjakarta biasanya memiliki kelompok tani yang mengorganisir para petani. Kelompok ini mempunyai jaringan pasar sendiri dan sudah mempunyai batas maksimal pemasarannya.

Dengan melakukan pemijahan dan pembesaran benih di sentra budi daya ikan nila serta masuk ke dalam kelompok tani bisa menghindari risiko kerugian, seperti benih yang tidak laku. Selain itu, berbagai risiko yang sering timbul diantaranya strain yang dipijahkan tidak diminati pembudidaya, hasil pemijahan over produksi hingga tidak terjual dan petani mengalami kerugian karena memberi pakan terus menerus.

Karena itu, untuk melancarkan pemasaran ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemijah atau pembesar benih.

  • Cari lokasi pembenihan dan pembesaran di sentra petani ikan nila yang sudah ada.
  • Bentuk atau gabung dengan kelompok tani setempat.
  • Cari informasi strain atau jenis ikan nila yang dibutuhkan pasar, juga ukuran yang paling banyak diminati.
  • Cari informasi kuota atau jumlah kebutuhan yang diminati kelompok atau pasar supaya tidak kelebihan produksi.
  • Pelajari teknis pengiriman yang benar dan cari langganan ekspedisi terutama untuk pengiriman luar pulau.
  • Pasang iklan di koran lokal atau di internet.

Harga Benih Ikan Nila Di Tingkat Petani di Sleman

  • P1 (2-3 cm)                                                                             Rp17.000 per 1.000 ekor
  • P2 (3-5 cm)                                                                            Rp57.000 per 1.000 ekor
  • P3 (5-8 cm)                                                                            Rp86.000 per 1.000 ekor
  • P4/Gelondongan (8-12 cm)                                           Rp20.000 per 1.000 ekor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.