Pedoman Dan Peralatan Kualitas Air Ikan Bawal

Air berfungsi sebagai media internal dan eksternal bagi ikan. Sebagai media internal, air berfirngsi sebagai bahan baku untuk reaksi di dalam tubuh, pengangkut bahan makanan ke seluruh tubuh, pengangkut sisa metabolisme untuk dikeluarkan dan dalam tubuh, dan pengatur atau penyangga suhu tubuh. Sementara sebagai media eksternal, air berfungsi sebagai habitat ikan. Oleh karena peran air sangat esensial dalam kehidupan ikan, maka kualitas dan kuantitasnya pun harus dijaga sesuai kebutuhannya.

Bawal air tawar adalah salah satu ikan yang mampu bertahan pada lingkungan perairan yang jelek. Namun, pertumbuhan BAT optimal pada lingkungan budi daya yang memenuhi persyaratan ideal. Pertumbuhan ikan menjadi lambat pada perairan yang buruk karena sebagian besar energinya digunakan untuk bertahan pada kondisi perairan yang buruk tersebut. Pada sistem budi daya ikan intensif, termasuk budi daya BAT di kolam terpal, selain diberi pakan secara teratur, cukup dan bergizi, pengelolaan air juga menjadi faktor penting untuk memacu pertumbuhan ikan.

PERALATAN PENDUKUNG

Pengelolaan kualitas air di kolam terpal membutuhkan beberapa peralatan, baik untuk menjaga ketersediaan air maupun untuk memelihara kualitas air. Beberapa peralatan yang perlu disediakan adalah sebagai berikut.

1. Aerator/Blower

Peralatan ini hanya diperlukan sewaktu-waktu untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut di dalam air, terutama saat oksigen menurun hingga kurang dan 3 ppm (part per million). Pada ikan dewasa atau kegiatan pembesaran, biasanya ikan tidak terlalu membutuhkan suplai oksigen karena ikan cukup tahan pada kondisi perairan yang minim oksigen. Sementara untuk benih yang dipelihara dengantingkat kepadatan tinggi, suplai oksigen diperlukan.

2. Pompa

Bila lokasi kolam budi daya ikan jauh dan sumber air, maka diperlukan sarana suplai air untuk mengalirkan air, misalnya dengan pompa. Pompa yang digunakan berupa pompa listrik atau pompa yang digerakkan dengan bahan bakar. Pompa tidak diperlukan bila sumber air berada di atas dan kolam budi daya berada di bawah. Di sini air dialirkan cukup dengan memanfaatkan gaya gravitasi dengan menggunakan slang atau pipa.

Usaha budi daya BAT skala besar sangat membutuhkan pipa. Sedangkan untuk budi daya BAT skala kecil, misalnya hanya 1—2 kolam ukuran kecil, pompa tidak begitu diperlukan karena dapat memperbesar biaya operasional. Untuk usaha skala kecil, air kolam cukup berasal dan air hujan, air sumur, dan sebagainya, yang pengisiannya bisa dilakukan secara manual.

3. Slang/Pipa

Slang atau pipa (pipa paralon atau pipa ledeng) dibutuhkan sebagai alat untuk mengalirkan air dan sumber air ke kolam terpal, terutama jika sumber air jauh. Slang atau pipa yang digunakan adalah jenis biasa yang banyak dijual di toko bangunan dengan diameter minimum 1 mci atau disesuaikan dengan kebutuhan. Slang juga dibutuhkan untuk membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon.

4. Ember, Baskom, dan Timba

Alat-alat ini digunakan untuk mengangkut air dan sumber air bila pengisian air ke kolam dilakukan secara manual. Ember atau baskom juga diperlukan pada saat sifon untuk mengeluarkan kotoran di dasar kolam, bila air tidak dapat langsung dialirkan ke saluran penampungan atau saluran pembuangan.

5. Peralatan Lain

Beberapa peralatan lain yang diperlukan adalah termometer, DO-meter, dan pH meter. Termometer untuk mengukur suhu, DO-meter untuk oksigen, dan pH meter untuk pH air. Namun sekarang ini telah tersedia sebuah alat untuk mengukur beberapa parameter air sekaligus, tetapi harganya lebih mahal. Bagi pembudi daya berpengalaman, alat-alat tersebut tidak diperlukan. Perubahan kualitas air hanya diketahui dengan cara melihat perubahan dan tingkah laku ikan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.