Panen Dan Pascapanen Ikan Mujair

Pemungutan hasil usaha pembesaran ikan mujair dapat dilakukan setelah ikan mujair dipelihara selama 4-6 bulan. Pada waktu tersebut, ikan mujair telah mencapai ukuran kurang lebih 200 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/meter persegi.

Ikan mujair yang dipanen, mulai dari ikan mujair yang berumur 3 bulan sampai berumur 5-6 bulan. Kalau diperhitungkan berdasarkan luas kolam 1 ha, jumlah produksinya berkisar antara 1.500 kg sampai 2.500 kg untuk tiap hektar setiap tahun. Ikan mujair hasil pemanenan sebaiknya ditampung di tempat yang luas dan airnya selalu mengalir.

Lakukan penyurutan air kolam pada malam hari atau menjelang pagi hari,  atau malam hari ketika sistem metabolisme ikan dalam keadaan rendah. Pemanenan pada malam hari akan mengurangi terjadinya kematian ikan dan lebih menguntungkan, sehingga kolam sudah kering pada saat suhu masih sejuk, matahari belum terbit dan kondisi sekitar tidak mengganggu aktivitas pemanenan tersebut.

Lakukan penangkapan ikan mujair dengan hati-hati, dengan menggunakan alat tangkap atau saringan yang ukuran saringannya cukup, agar ikan mujair tidak rusak dan kematian bisa ditekan sampai di bawah 30%. Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen sebagian.

1. Panen Sebagian atau Panen Selektif

Panen selektif dilakukan tanpa pengeringan kolam. Ikan yang akan dipanen dipilih dengan ukuran tertentu. Ukuran yang akan dipanen bergantung pada permintaan konsumen. Umumnya digolongkan untuk ukuran: 1-3 cm, 3-5 cm dan 5-8 cm. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah ditaburi umpan (dedak). Ikan yang tidak terpilih, biasanya terluka akibat terkena jaring. Oleh karena itu, sebelum dikembalikan ke kolam, sebaiknya ikan yang luka dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green 0,5-0,1 ppm selama 1 jam.

2. Panen Total

Panen total dilakukan untuk menangkap atau memanen ikan hasil pembesaran. Umumnya umur ikan mujair yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 30-45 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan atau petak penangkapan dibuat seluas 1 meter persegi di depan pintu pengeluaran, hingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari ikan terluka.

Penanganan pascapanen ikan mujair dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

1. Penanganan Ikan Hidup

Adakalanya ikan konsumsi akan lebih  mahal harganya bila  dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan mujair tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat, antara lain:

  • Saat pengangkutan, gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 C.
  • Pengangkutan dilakukan pada pagi atau sore hari.
  • Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.

2. Penanganan Ikan Segar

Ikan segar merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran ikan tersebut adalah:

  • Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak terluka.
  • Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan tidak berlendir.
  • Wadah pengangkutan harus bersih dan tertutup. Untuk jarak dekat, kurang dari 2 jam perjalanan, pengangkutan dapat menggunakan keranjang yang dilapisi daun pisang atau plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh, gunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
  • Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 C. Gunakan es yang sudah dihancurkan dalam bentuk potongan kecil atau es curah dengan perbandingan jumlah es dan ikan sebesar 1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian, ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu lapisan es lagi dan seterusnya.Antara ikan dan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dan penutup kotak.

Setelah panen selesai, penanganan pascapanen pun harus dilakukan dengan baik. Ikan mujair yang dipanen, dibersihkan dari lumpur dengan cara diberok, untuk ikan hidup. Jika dalam bentuk ikan segar, bersihkan isi perutnya. Ikan dimatikan terlebih dulu dengan cara memukul kepalanya dengan menggunakan kayu hingga mati. Saat mengeluarkan kotoran dari perut ikan, jangan memecahkan empedunya, karena cairan empedu yang pecah menyebabkan daging ikan terasa pahit. Setelah isi perut dikeluarkan, ikan mujair dapat diawetkan pada  lemari pendingin atau didistribusikan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.