Pakan Alami Benih Ikan Gurami

Pakan alami merupakan pakan yang dapat dapat diperoleh dari alam, baik dari golongan tumbuhan maupun hewan. Berdasarkan umur dan ukuran gurami, pakan alami dibagi menjadi dua macam, yaitu pakan alami untuk benih dan pakan alami untuk pembesaran.

Pada stadia larva/benih, gurami lebih menyukai pakan berupa hewan renik. Hewan renik untuk larva/benih gurami diantaranya cacing sutra, infusoria, daphnia, moina, rotifera dan jentik nyamuk.

a. Daphnia

Daphnia termasuk kutu air dari jenis udang renik dengan ukuran tubuh 1.000-5.000 mikron. Daphnia berasal dari kelas Crustacea, subkelas Entomostrace, famili Dephnidae, dan subordo Cladocera.

Daphnia sering dijumpai diperairan yang mengandung banyak bahan organik. Udang renik ini hidup sebagai plantonik dan banyak ditemui pada tumbuhan air tawar, danau, waduk, rawa, kolam dan genangan air lainnya. Makanan utama daphnia berupa tumbuhan renik (fitoplankton), hewan renik (zooplankton) dan detritus.

Pada lingkungan bersuhu 22-31oC dan pH 6,6-7,4; daphnia mencapai dewasa dalam waktu empat hari dengan lama umur mencapai 12 hari. Setiap 1-2 hari sekali, daphnia berkembang biak dengan jumlah anak sebanyak 200 ekor sepanjang hidupnnya.

b. Moina

Moina termasuk kutu air dari jenis udang renik dengan ukuran tubuh 500-1.000 mikron. Moina berasal dari kelas Crustacea, subkelas Entomostrace, famili Dephnidae dan subordo Cladocera.

Moina sering dijumpai diperairan yang mengandung banyak bahan organik. Pakan utama moina berupa tumbuhan renik (fitoplankton), hewan renik (zooplankton) dan detritus. Pada suhu 22-31oC dan pH 6,6-7,4; moina bertelur (tanpa dan anaknya menjadi dewasa dalam waktu lima hari setelah menetas. Umur hidup moina mencapai 30 hari. Setiap 2 hari sekali, moina berkembang biak dengan jumlah anak sebanyak 500 ekor sepanjang hidupnya.

c. Infusoria

Infusoria memiliki ukuran tubuh 40-350 mikron. Infusoria termasuk dalam filum Protozoa, kelas Infusoria dan subkelas Ciliata. Hewan pada subkelas Ciliata ditandai merupakan hewan bersel satu dan memiliki bulu getar. Sementara infusoria yang termasuk dalam subkelas Flagelata merupakan hewan bersel satu dan memiliki bulu cambuk.

Infusoria hidup di air tawar seperti di sawah yang berjerami dan perairan yang tercemar. Pakan hewan renik ini berupa bakteri, protozoa berukuran lebih kecil, ganggang dan detritus.

d. Cacing sutra

Cacing sutra (tubifek) berwarna merah darah dengan panjang tubuh 10-30 mm. Cacing ini biasa hidup di got atau saluran-saluran dangkal yang banyak mengandung zat organik.Cacing sutra hidup berkoloni atau bergerombol sehingga membentuk gumpalan.

Cacing sutera pakan benih gurami

Cacing sutera pakan benih gurami

e. Rotifera

Rotifera termasuk jenis udang-udangan renik dengan ukuran tubuh 50-300 mikron. Rotifera termasuk dalam filum Trochelminthes, kelas Rotatoria (Rotifera), dan ordo Notommatida. Sebutan rotifera diberikan pada udang renik ini karena mempunyai ciri khas berupa korona berbentuk bulat dan berbulu getar sehingga berbentuk seperti roda.

Di alam, rotifera menyukai perairan yang mengandung bahan organik. Makanan rotifera berupa ganggang renik, bakteri dan protozoa. Rotifera mendapatkan makanannya dengan cara menggerak-gerakkan bulu getarnya. Dengan begitu, timbul arus air yang membawa makanan mendekat. Jenis rotifera di antaranya Brachionus sp., Pilodina sp., Karatella sp., dan Pedalion sp. Namun, jenis yang paling banyak ditemui adalah Brachionus sp.

f. Jentik nyamuk

Nyamuk merupakan serangga dalam filum Arthropoda, kelas Insecta dan ordo Diptera. Ada beberapa spesies nyamuk yaitu Culex sp., Anopheles sp., Aedes sp., dan Theobaldia sp. Serangga ini terbang dengan sayapnya. Mulutnya mengalami penyesuaian diri sehingga menjadi alat penusuk dan pengisap.

g. Artemia

Artemia merupakan udang-udangan renik dengan ukuran panjang 1-2 cm dan berat tubuh sekitar 10 mg. Artemia termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Crustacea, ordo Anostracea dan famili Artemiidae.

Artemia hidup secara planktonik diperairan berkadar garam 15-300 per mil dan suhu 25-30 C. Umur artemia dapat mencapai 6 bulan.

Selain digunakan untuk pakan benih udang/ikan air laut, artemia juga digunakan untuk pakan hias dan ikan konsumsi ikan air tawar. Pada tahap pembenihan, ikan konsumsi seperti bandeng, kakap, kerapu, betutu, dan gurami bisa diberi artemia. Pertumbuhan ikan yang diberi pakan artemia terbukti lebih pesat dibandingkan diberi pakan lain. Namun, harga pakan artemia relatif mahal sehingga pamanfaatannya untuk pakan benih gurami masih sedikit.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini