Morfologi Dan Jenis Ikan Patin

Yang disebut ikan patin, spesiesnya cukup banyak. Menurut Kottelat, dkk. (1993), ikan yang bernama ilmiah Pangasius di indonesia terdiri dari Pangasius Pangasius atau P. djambal, P. humeralis, P. lithostoma, P. macronema, P. micronemus, P. nasutus, P. niewenhuisii, dan P. polyuranodon. Jenis – jenis tersebut merupakan iakn atau spesies asli (indigenous species) yang berada di perairan umum indonesia. Jenis P. sutchi dan P. hyhophthalmus yang dikenal sebagai jambal siam, patin siam, aatau lele bangkok merupaka ikan introduksi dari Thailand.

Secara taksonomik, ikan patin diklasifikasikan ke dalam:

  • Filum      : Chordata
  • Klas         : Pisces
  • Ordo       : Siluriformes
  • Famili    : Pangasidae
  • Genus    : Pangasius
  • Spesies  : Pangasius djambal dan P. hyhophthalmus

Saat ini, spesies patin yang paling banyak dibudidayakan di indonesia adalah patin jambal (Pangasius djambal) dan patin siam atau jambal siam (P. hyhophthalmus). Dari segi ukuran, patin siam berukuran lebih besar daripada patin jambal. Patin siam dapat mencapai ukuran 150 cm, sedangkan patin jambal hanya mencapai 120 cm.

Patin mempunyai bentuk tubuh memanjang, agak pipih, dan tidak bersisik. Panjang tubuhnya dapat mencapai 120 cm untuk patin jmbal (pangasius djambal) dan 150 cm untuk patin siam (Pangasius hyhophthalmus). Warna tubuh patin pada bagian punggung keabu-abuan atau kebiri- biruan dan bagian perut keperak – perakan. Kepala patin relatif kecil dengan mulutterletak di ujung agak ke bawah. Halini merupakan ciri golongan ikan catfish. Pada sudut mulutmya terdapat dua pasang sungut (kumis) pendek yang berfungsi sebagai peraba.

Sirip punggung mempunyai 1 jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang besar dan bergerigi di belakangnya, sedangkan jari-jari lunak pada sirip iniada 6-7 buah. Pada permukaan punggung terdapatsirip lemak yang ukurannya sangat kecil. Sirip dubur agak panjang dan mempunyai 30-33 jari-jari lunak. Sirip perut terdapat 6 jari-jari lunak. Sirip dada terdapat 1 jari-jari keras yang berubah menjadi patil dan 12-13 jari-jari lunak. Sirip ekor bercagak dan bentuknya simetris.

Pada saat masih berukuran kecil (5-12 cm), pati dapat dipajang di akuarium sebagai ikan hias. Tubuhnya terlihat seperti ikan lele, warnanya perak mengkilat, dan gerakannya lincah. Pada ukurannya yang lebih beser, banyak pecinta ikan hias menempatkannya pada kolam taman di halaman rumah. Gerakannya perlahan ditambah postur tubuhnya yang besar menyurupai ikan hiu yang mengesankan galak dapat menambah kesan berwibawa. Walaupun penampilannya terkesan galak, pati tergolong ikan yang cukup jinak dan mudah pemeliharaannya. Karenabentuknya yang unik — mirip ikan hiu —mka tak heran jika ikan ini juga dikenal dengan sebutan siamese shark (hiu siam).

Selai pati jambal dan patin siam, beberapa jenis yang masih kerabat dekat dengan patin (satu genus) diantaranya sebagai berikut:

1. Pangasius polyuranodon

Ikan ini dikenal dengan nama ikan juaro. Bentuk tubuhnya agak tinggi dan berwarna putih seperti mutiara dengan punggung kehitam-hitaman, kepalanya agak kecil, di dekat lubang hidungnya terdapat sungut peraba  dari rahang atas yang berpangkal di sudut mulut dan ujungnya sampai di pangkal sirip dada, panjang tubuhnya dapat mencapai 50 cm, sirip punggungnya mempunyai 7 jari-jari lunak dan 2 jari-jari keras yang satu diantarannya tumbuh menjadi patil yang kuat, pada punggung terdapat sirip lemak yang ukurannya sangat kecil, sirip dubur memenjang dengan 35-40 jari-jari lunak, sirip perut mempunyai 6 jari-jari lunak, serta sirip dada mempunyai 12-13 jari-jari linak dan 1 jari-jari keras yang tumbuh menjadi patil.

2. Pangasius macronema

Ikan ini mempunyai sungut lebih panjang daripada kepala, gigi veromine terpisah-pisah dan terdapat 37-45 sisir saring tipis pada lengkung insang pertama, serta garis di tengah badan dan pada perut jelas terpisah di awal sirip dada.

3. Pangasius micronemus

Ikan ini mempunyai gigi veromineterpisah atau bertemu di satu titik, matanya sangat besar (kira-kira seperempat panjang kepala), moncong berbentuk segi, cuping rahang bawah memnjang daripada membulat, tonjolan tulang lengan pada pangkal sirip dada sangat pendek, sungut rahang atas memanjang sampai pinggiran belakang mata atau melampuinya, dan terdapat 13-16 sisir saring pada lengkung insang pertama.

4.Pangasius nasutus

Ikan ini mempunyai moncong yang runcing tajam dan sangat mencolok. Kumpulan gigi veromine lebarnya tiga kali panjangnya, matanya sangat kecil (enam kali lebih pendek daripada panjang kepala) dan terletak di atas garis sudut mulut, jumlah jari-jari sirip dubur relatif sedikit, serta mulutnya tertutup, gigi rahang atas tampak semua.

5. Pangasius niewehuisii

Ikan ini mempunyai gigi veromine dan palatine bersatu dalam bidang lebar, tonjola tulang lengan pada pangkal sirip dada memenjang sampai dua per tiga atau tiga per empat jaraknya dari tulang sirip dada, serta moncong ikan meruncing.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.