Metode Pendederan Ikan Gurami

Pemasaran gurami cukup unik. Keunikan tersebut disebabkan oleh pangsa produk budi daya gurami terbuka luas, mulai dari benih dengan berbagai ukuran sampai gurami ukuran konsumsi. Untuk menghasilkan benih gurami sesuai dengan permintaan konsumen, dilakukan kegiatan pendederan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan gurami sesuai dengan ukuran yang diminta oleh para konsumen untuk ditebarkan pada tahap pendederan selanjutnya.

Benih Gurami Berkualitas

a. Tahap pendederan

Ada beberapa tahapan pendederan ikan gurami, di antaranya sebagai berikut.

  • Pendederan 1 (P1), yaitu pemeliharaan sejak benih berukuran oyong hingga berukuran daun kelor (1-3 cm) selama 1-2 bulan.
  • Pendederan 2 (P2), yaitu pemeliharaan sejak benih berukuran daun kelor hingga berukuran silet (3-5 cm) selama 1-2 bulan.
  • Pendederan 3 (P3), yaitu pemeliharaan sejak benih berukuran silet hingga berukuran bungkus korek api (5-7 cm) selama 1-2 bulan.
  • Pendederan 4 (P4), yaitu pemeliharaan sejak benih berukuran bungkus korek api hingga berukuran bungkus rokok (7-12 cm atau 10-12 ekor/kg) selama 1-2 bulan.
  • Pendederan 5 (P5), yaitu pemeliharaan sejak benih berukuran bungkus rokok hingga berukuran tampelan (12-16 cm atau 4-6 ekor/kg) selama 1-2 bulan.
Benih Ikan Gurami Hasil Pendederan

Benih Ikan Gurami Hasil Pendederan

Keterangan:

  • *) Sumber badan standarisasi nasional
  • **) Ada sebagian pembudidaya yang tidak menggunakan grade sampai P 5

Tolok ukur kualitas benih adalah kelangsungan hidup (SR, survival rate dalam %) yang tinggi. Pada pemeliharaan larva, kelangsungan hidup ditunjukkan dengan jumlah larva yang hidup (NT, dalamekor) setelah dipelihara selama beberapa waktu dibandingkan dengan jumlah larva pada awal pemeliharaan(NO, dalam ekor) dan dinyatakan dalam persen atau SR=NT/NOx100%.

Pada kegiatan pemeliharaan benih, nilai kelangsungan hidup benih umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan larva karena benih lebih kuat. Selain kelangsungan hidup, tolok ukur keberhasilan kegiatan pemeliaharaan benih didasarkan pada laju pertumbuhan panjang benih. Laju pertumbuhan panjang benih dinyatakan sebagai panjang benih yang dicapai setelah dipelihara dalam kurun waktu tertentu.

Beberapa upaya untuk meningkatkan mutu benih/induk dalam usaha pembenihan dilakukan dengan upaya berikut.

  • Meningkatkan persentase induk matang gonad.
  • Meningkatkan frekuensi pemijahan induk.
  • Meningkatkan produksi telur induk betina.
  • Meningkatkan derajat pembuahan telur.
  • Meningkatkan derajat penetasan telur.
  • Menekan derajat abnormalitas larva.
  • Meningkatkankelangsungan hidup larva/benih.
  • Meningkatkan laju pertumbuhan.
b. Tempat pendederan

Tempat untuk pendederan gurami dapat dipilih sesuai lokasi budidaya. Syaratnya, tempat tersebut dapat dimanulasi sehingga dapat diberdayakansebagai tempat pendederan secara optimal. Pendederan gurami dapat dilakukan pada media perairan seperti kolam, sawah, bak/tangki, karamba/ jaring apung. Benih gurami tidak begitu suka dengan gemericik air karena dapat menyebabkan stres. Oleh sebab itu, suplai air yang mengakibatkan timbulnya gemericik dan arus harus dihindari.

Pendederan dikolam tanah dapat dilakukan setelah pengolahan tanah selesai dilakukan. Adapun kegiatan pengolahan tanah meliputi pencangkulan dan penjemuran tanah, pengapuran (150-600 kg/hal), serta pemupukan. Pemupukan perlu dilakukan karena benih ikan sangat membutuhkan pakan alami seperti zooplankton, hewan renik dan parasit. Bahan pupuk yang digunakan berupa pupuk organik seperti kotoran binatang/unggas dan pupuk anorganik seperti urea dan TSP. Kotoran binatang/unggas diberikan dengan takaran 5-15 ton/ha, sedangkan urea dengan takaran 50-70 kg/ha dan TSP 100-150 kg/ha. Pupuk kandang berfungsi menyuburkan tanah dan sebagai media tumbuhnya makanan alami. Sementara pupuk buatan untuk menyuburkan dan menumbuhkan plankton di perairan.

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.