Metode Pembesaran Ikan Lele

Memulai suatu bidang usaha, termasuk usaha budidaya lele tidak boleh ala kadarnya atau sembarangan. Salah sedikit saja bisa berantakan dan menjadi bumerangbagi petani. Akibatnya dapat diperkirakan, yaitu kerugian langsung menghadang dan menghancurkan harapan. Padahal sebuah usaha seharusnya dibangun untuk mendapatkan keuntungan. Sebuah usaha budidaya dapat ditentukan dari cara petani dalam memulai usahanya. Lalau, bagaimana cara memulai usaha lele agar bisa berhasil dan menguntungkan di kemudian hari? Jika ingin memulai usaha lele dengan jitu, ikutilah langkah-langkah berikut.

Memahami Selera Pasar

Sebelum anda mengetahui pangsa pasar lele, sebaiknya anda tahu apa saja keunggulan lele bagi tubuh kita. Lele termasuk ikan yang memiliki protein tinggi, berikut kandungan gizi lele:

Lele (budidaya), 1 filfet (141.5g) (dimasak, panas kering) (5 oz.)

Kalori                :217

Protein             :26.7g

Karbohidrat    :0.0g

Total Fat          :11.5g

Filber                 :0.0g

  • Excellent sumber : Selenium (20.7mcg,) dan Vitamin B12 (4mcg)
  • Sumber yang baik: Kalium (459mg), dan Niacin (3.6mg)

Berdasarkan kandungan gizi yang terdapat dalam ikan lele diatas, maka tak heran jika banyak orang menyukai jenis ikan air tawar ini. Ikan lele merupakan salah satu alternatif komoditas unggulan air tawar yang penting dalam rangka pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Dengan keunggulan mudah dibudidayakan serta harganya relatif terjangkau oleh semua lapisan masyarakat mengakibatkan prospek usaha beternak lele ini sangat layak untuk dicoba. Agribisnis lele adalah suatu kegiatan usaha/bisnis yang berkaitan dengan ikan lele sebagai komoditas utamanya. Bisnis lele sekarang ini tengah marak dan berkembang pesat, terutama saat ini yang banyak dibudidayakan adalah jenis lele ini. Bisnis lele ini meliputi bisnis benih, pembesaran maupun bisnis pascapanen atau konsumsi.

Tiga dasawarsa yang lalu masih banyak orang yang enggan beternak lele. Selain karena masih sedikit orang yang mengonsumsinya, nilai ekonomisnya juga masih kalah jika dibandingkan dengann ikan bandeng, gurami atau ikan mas. Namun seirirng perkembangan dan permintaan pasar, usaha budidaya lele seakan-akan mengalami lonjakan yang cukup dahsyat.

Permintaan akan lele segar baik untuk konsumsi ataupun untuk benih terus meningkat. Bahkan hingga saat ini kebutuhan pasar untuk pasar lokal saja belum terpenuhi, khususnya untuk warung pecel lele dan restoran padang. Sebagai salah satu contohnya adalah kebutuhan pasar untuk daerah Jabodetabek. Jabodetabek setiap harinya membutuhkan 75 ton lele atau setara dengan 2.250 ton lele perbulan dengan nilai perputaran uang sekitar Rp20 miliar per bulan.

Padahal untuk memenuhi kebutuhan didaerah tersebut pasokan ikan lele sudah didatangkan dari berbagai daerah  seperti Parung (Bogor) dan Indramayu. Bahkan jika masih belum mencukupi pasokan lele didatangkan dari sentra produksi lain seperti Tulungagung, Jombang (Jawa Timur), Kulonprogo (Yogyakarta) dan beberapa daerah lainnya.

Menilik data di depan, prospek usaha/bisnis lele ke depan masih cukup menjanjikan. Hal ini ditunjukkan dengan permintaan dan harga lele yang setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan.

Selain permintaan ikan lele segar untuk konsumsi, usaha pembenihan dan pembesaran lele, usaha lele di bidang pemancingan juga masih sangat menggiurkan. Satu hal yang sedang menjamur adalah produk olahan dengan bahan baku ikan lele, seperti abon lele serat kerupuk lele. Minat masyarakat atas hasil olahan inipun cukup baik.

Prospek ikan lele ini sebenarnya tidak hanya terbatas pada pasar lokal saja. Lele memiliki peluang masuk ke pasar internasional/ekspor karena tekstur daging, ukuran ,serta kuantitasnya  sudah memenuhi persyaratan untuk dijadikan komoditas ekspor ke mancanegara. Lele sangkuriang memiliki tekstur yang sangat baik yaitu tergolong dalam kelompok white meat dan tidak berserat. Daging lele juga tidak memiliki duri halus pada bagian utamanya sehingga dapat diolah menjadi fillet segar dan beku.

Pembesaran Ikan Lele

Permintaan pasar ekspor adalah lele yang memiliki berat di atas 500 gr/ekor. Berat ikan lele sangat menentukan nilai jualnya. Hal ini disebabkan ukuran ikan disesuaikan target pasarnya, seperti pasa retail (supermarket), restoran dan industri olahan pada negara-negara tertentu.

Agar produksi lele dapat diterima oleh negara-negara tujuan ekspor, kualitas mutu olahan perlu dijaga. Mutu atau kualitas produk ikan yang utama adalah ukuran dan tekstur daging ikan (meliputi warna dan bau atau rasa). Pasar membutuhkan keseragaman ukuran yang sangat ketat. Oleh karena itu diperlukan keseriusan dari petani ikan (lele)/pembudidaya untuk memenuhi tantangan peluang ekspor ikan lele tersebut.

Cara pembesaran lele di saluran irigasi

Cara pembesaran lele disaluran irigasi teknis

Cara pembesaran ikan lele tanpa saluran irigasi

Bagikan Artikel Ini Ke Teman Anda.

Facebook Twitter Google+

Tentang Penulis

Penulis banyudadi
Diposkan oleh :

Banyudadi adalah penyedia dan penyalur benih ikan air tawar, seperti: Gurame, Lele, Nila, Bawal, Patin, Ikan mas, Graskap, Tawes, Nilem, Gabus dan juga beberapa jenis ikan hias seperti: Koi, cupang, Komet, dll yang dihasilkan dari produksi para kelompok-kelompok petani perikanan yang terdaftar di Dinas Perikanan Prop. DI. Yogyakarta maupun Dinas Perikanan se-Kab. di DI. Yogyakarta.

Baca Juga Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.